Indikator Lingkungan Kerja


Lingkungan kerja memiliki dampak terhadap bisnis perusahaan, karyawan
yang tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya, dapat
memengaruhi disiplin kerja karyawan. Lingkungan kerja yang baik dan
memuaskan karyawan pasti akan meningkatkan kinerja karyawan itu sendiri.
Begitu pula sebaliknya, jika lingkungan kerja karyawan tidak memuaskan akan
menyebabkan karyawan bekerja dalam suasana yang kurang damai, sehingga
meningkatkan derajat kesalahan yang dilakukan.
Sedarmayanti (2017) dalam Budiasa, (2021: 41) menyatakan indikator
lingkungan kerja sebagai berikut:

  1. Penerangan/Cahaya di Tempat Kerja
    Pencahayaan/iluminasi sangat bermanfaat bagi karyawan untuk melakukan
    pekerjaan yang aman dan lancar. Oleh karena itu penerangan dan cahaya
    yang cukup di tempat bekerja sangat diperlukan. Penerangan maupun
    cahaya yang tidak terlalu jelas, akan membuat pekerjaan lebih lambat
    dikerjakan, banyak mengalami kesalahan, dan pada akhirnya menimbulkan
    inefisiensi bekerja.
  2. Temperatur di Tempat Kerja
    Udara yang panas atau terlalu dingin di tempat kerja, mengakibatkan
    lingkungan kerja yang tidak nyaman, pegawai tidak akan betah lama
    tinggal di ruang kerja, yang berdampak pada prestasi kerja dan
    produktifitas tidak akan tercapai, sehingga target produktifitas perusahaan
    mengalami kesulitan untuk tercapainya hasil yang optimal.
  3. Kelembaban di Tempat Kerja
    Kelembaban ini berhubungan atau dipengaruhi oleh suhu udara, sedangkan
    pada suhu, kelembaban, kecepatan angin dan radiasi panas di udara akan
    memengaruhi keadaan tubuh manusia pada saat penerimaan atau
    melepaskan panas dari tubuhnya.
    39
  4. Sirkulasi Udara di Tempat Kerja
    Sirkulasi udara yang cukup di tempat kerja akan membuat orang merasa
    segar, dan sirkulasi udara ini sangat berpengaruh terhadap lingkungan
    kerja.
  5. Kebisingan di Tempat Kerja
    Lingkungan kerja yang terlalu ramai yang mengakibatkan tingkat
    kebisingannya tinggi, akan berdampak pada ketidaknyamanan pegawai,
    yang pada akhirnya pegawai malas bekerja.
  6. Bau-bauan di Tempat Kerja
    Adanya bau-bauan (aroma) di sekitar tempat kerja dapat dianggap sebagai
    pencemaran, karena dapat mengganggu konsentrasi bekerja dan bau-bauan
    yang terjadi terus-menerus dapat memengaruhi kepekaan penciuman.
  7. Tata Warna di Tempat Kerja
    Warna yang sejuk sesuai dengan kondisi pekerjaan, yang ada di sekitar
    tempat kerja, membantu kesejukan dalam bekerja.
  8. Dekorasi di Tempat Kerja
    Dekorasi memiliki kaitan dengan tata warna yang baik karena itu dekorasi
    tidak hanya berkaitan dengan hiasan ruang kerja saja tetapi berkaitan juga
    dengan bagaimana mengatur layout, tata warna, perlengkapan dan hal
    lainnya untuk bekerja.
  9. Musik di Tempat Kerja
    Menurut para pakar, musik bernada lembut sesuai dengan suasana, waktu
    dan tempat dapat membangkitkan dan merangsang pegawai untuk bekerja.
    40
    Oleh karena itu, lagu-lagu perlu dipilih dengan selektif untuk
    dikumandangkan di tempat kerja. Tidak sesuainya musik yang
    diperdengarkan di tempat kerja dapat mengganggu konsentrasi kerja.
  10. Keamanan di Tempat Kerja
    Keamanan di tempat kerja merupakan faktor yang sangat penting, baik bagi
    perusahaan maupun bagi karyawan, keamanan yang terdapat di lingkungan
    kerja bertujuan untuk jaminan keamanan kerja pegawai, peralatan
    perusahaan dan pengamanan keseluruhan yang ada di lingkungan
    perusahaan.
    Sedangkan, lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang
    berkaitan dengan hubungan sesama rekan kerja ataupun hubungan dengan
    bawahan. Sedarmayanti (2011: 26) hubungan kerja dibagi menjadi dua:
  11. Hubungan kerja antar pegawai
    Hubungan kerja antar pegawai sangat diperlukan dalam melakukan
    pekerjaan, terutama bagi pegawai yang bekerja secara berkelompok,
    apabila terjadi konflik yang timbul dapat memperkeruh suasana kerja dan
    akan menurunkan semangat kerja pegawai. Hubungan kerja yang baik
    antara yang satu dengan yang lain dapat meningkatkan semangat kerja bagi
    pegawai, di mana mereka saling bekerja sama atau saling membantu dalam
    menyelesaikan suatu pekerjaan.
  12. Hubungan kerja antar pegawai dengan pimpinan
    Sikap atasan terhadap bawahan memberikan pengaruh bagi pegawai dalam
    melaksanakan aktivitas. Sikap yang bersahabat, saling menghormati perlu
    41
    dalam hubungan antar atasan dengan bawahan untuk kerjasama dalam
    mencapai tujuan perusahaan. Sikap bersahabat yang diciptakan atasan akan
    menjadikan pegawai lebih betah untuk bekerja dan dapat menimbulkan
    semangat kerja bagi pegawai. Pada perusahaan sikap pemimpin antara
    pegawainya saling menghormati agar dapat memajukan perusahaan