Lingkungan kerja memiliki dampak terhadap bisnis perusahaan, karyawan
yang tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya, dapat
memengaruhi disiplin kerja karyawan. Lingkungan kerja yang baik dan
memuaskan karyawan pasti akan meningkatkan kinerja karyawan itu sendiri.
Begitu pula sebaliknya, jika lingkungan kerja karyawan tidak memuaskan akan
menyebabkan karyawan bekerja dalam suasana yang kurang damai, sehingga
meningkatkan derajat kesalahan yang dilakukan.
Sedarmayanti (2017) dalam Budiasa, (2021: 41) menyatakan indikator
lingkungan kerja sebagai berikut:
- Penerangan/Cahaya di Tempat Kerja
Pencahayaan/iluminasi sangat bermanfaat bagi karyawan untuk melakukan
pekerjaan yang aman dan lancar. Oleh karena itu penerangan dan cahaya
yang cukup di tempat bekerja sangat diperlukan. Penerangan maupun
cahaya yang tidak terlalu jelas, akan membuat pekerjaan lebih lambat
dikerjakan, banyak mengalami kesalahan, dan pada akhirnya menimbulkan
inefisiensi bekerja. - Temperatur di Tempat Kerja
Udara yang panas atau terlalu dingin di tempat kerja, mengakibatkan
lingkungan kerja yang tidak nyaman, pegawai tidak akan betah lama
tinggal di ruang kerja, yang berdampak pada prestasi kerja dan
produktifitas tidak akan tercapai, sehingga target produktifitas perusahaan
mengalami kesulitan untuk tercapainya hasil yang optimal. - Kelembaban di Tempat Kerja
Kelembaban ini berhubungan atau dipengaruhi oleh suhu udara, sedangkan
pada suhu, kelembaban, kecepatan angin dan radiasi panas di udara akan
memengaruhi keadaan tubuh manusia pada saat penerimaan atau
melepaskan panas dari tubuhnya.
39 - Sirkulasi Udara di Tempat Kerja
Sirkulasi udara yang cukup di tempat kerja akan membuat orang merasa
segar, dan sirkulasi udara ini sangat berpengaruh terhadap lingkungan
kerja. - Kebisingan di Tempat Kerja
Lingkungan kerja yang terlalu ramai yang mengakibatkan tingkat
kebisingannya tinggi, akan berdampak pada ketidaknyamanan pegawai,
yang pada akhirnya pegawai malas bekerja. - Bau-bauan di Tempat Kerja
Adanya bau-bauan (aroma) di sekitar tempat kerja dapat dianggap sebagai
pencemaran, karena dapat mengganggu konsentrasi bekerja dan bau-bauan
yang terjadi terus-menerus dapat memengaruhi kepekaan penciuman. - Tata Warna di Tempat Kerja
Warna yang sejuk sesuai dengan kondisi pekerjaan, yang ada di sekitar
tempat kerja, membantu kesejukan dalam bekerja. - Dekorasi di Tempat Kerja
Dekorasi memiliki kaitan dengan tata warna yang baik karena itu dekorasi
tidak hanya berkaitan dengan hiasan ruang kerja saja tetapi berkaitan juga
dengan bagaimana mengatur layout, tata warna, perlengkapan dan hal
lainnya untuk bekerja. - Musik di Tempat Kerja
Menurut para pakar, musik bernada lembut sesuai dengan suasana, waktu
dan tempat dapat membangkitkan dan merangsang pegawai untuk bekerja.
40
Oleh karena itu, lagu-lagu perlu dipilih dengan selektif untuk
dikumandangkan di tempat kerja. Tidak sesuainya musik yang
diperdengarkan di tempat kerja dapat mengganggu konsentrasi kerja. - Keamanan di Tempat Kerja
Keamanan di tempat kerja merupakan faktor yang sangat penting, baik bagi
perusahaan maupun bagi karyawan, keamanan yang terdapat di lingkungan
kerja bertujuan untuk jaminan keamanan kerja pegawai, peralatan
perusahaan dan pengamanan keseluruhan yang ada di lingkungan
perusahaan.
Sedangkan, lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang
berkaitan dengan hubungan sesama rekan kerja ataupun hubungan dengan
bawahan. Sedarmayanti (2011: 26) hubungan kerja dibagi menjadi dua: - Hubungan kerja antar pegawai
Hubungan kerja antar pegawai sangat diperlukan dalam melakukan
pekerjaan, terutama bagi pegawai yang bekerja secara berkelompok,
apabila terjadi konflik yang timbul dapat memperkeruh suasana kerja dan
akan menurunkan semangat kerja pegawai. Hubungan kerja yang baik
antara yang satu dengan yang lain dapat meningkatkan semangat kerja bagi
pegawai, di mana mereka saling bekerja sama atau saling membantu dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan. - Hubungan kerja antar pegawai dengan pimpinan
Sikap atasan terhadap bawahan memberikan pengaruh bagi pegawai dalam
melaksanakan aktivitas. Sikap yang bersahabat, saling menghormati perlu
41
dalam hubungan antar atasan dengan bawahan untuk kerjasama dalam
mencapai tujuan perusahaan. Sikap bersahabat yang diciptakan atasan akan
menjadikan pegawai lebih betah untuk bekerja dan dapat menimbulkan
semangat kerja bagi pegawai. Pada perusahaan sikap pemimpin antara
pegawainya saling menghormati agar dapat memajukan perusahaan
