Menurut Wulandari (2017) dalam Diana, (2019: 195) aspek-aspek beban
kerja terbagi tiga, yaitu:
a) Beban Kerja Fisik
Kerja fisik adalah kerja yang memerlukan energi fisik pada otot-otot
seseorang yang berperan sebagai sumber energi. Kerja fisik disebut juga
“aktivitas manual”, dimana pelaksanaan kerja bergantung sepenuhnya pada
usaha orang-orang, yang berperan sebagai sumber energi dan pengatur
kekuatan. Selain itu, dua metode objektif dapat digunakan untuk menilai
aktivitas fisik, yaitu metode penilaian langsung dan metode tidak langsung.
b) Beban Kerja Mental/Psikis
Setiap aktivitas mental selalu disertai dengan unsur persepsi, interpretasi
informasi yang diterima dari indra untuk mengambil keputusan dalam proses
mental, atau menghafal informasi yang diterima untuk mengingat masa lalu.
Penilaian beban kerja mental merupakan poin penting dalam penelitian dan
pengembangan hubungan antara manusia dan mesin, di mana tingkat
kenyamanan, kepuasan, efisiensi dan keamanan yang lebih baik di tempat
kerja dicari dan penerapan ergonomi dicari.
c) Pemanfaatan Waktu
Perhitungan beban kerja yang mendasar pada aspek pemanfaatan waktu
dibedakan menjadi dua hal:
1) Pekerjaan yang dilakukan berulang (repetitif)
Pekerjaan dengan masa kerja yang relatif singkat dan berulang dalam
satu waktu. Pekerjaan dengan siklus yang relatif pendek dan berulang
membuat pekerja lelah dan akhirnya menurunkan kewaspadaan mereka.
2) Pekerjaan yang dilakukan tidak berulang (non repetitif)
Pekerjaan dengan jadwal yang tidak teratur, pekerjaan ini biasanya
berhubungan dengan pekerjaan administrasi dan di belakang meja.
