Manfaat Beban Kerja


Suatu organisasi melakukan analisis beban kerja untuk dapat memperbaiki
kualitas dari sumber daya manusia yang diberdayakan. Adapun manfaat analisis
beban kerja menurut Koesomowidjojo (2017: 91) sebagai berikut:

  1. Penentuan jumlah kebutuhan karyawan.
    Melakukan penentuan jumlah kebutuhan karyawan ditujukan agar
    organisasi memiliki dasar untuk melakukan penambahan (rekrutmen) atau
    pengurangan (PHK) tenaga kerja pada suatu unit kerja. Dengan mengetahui
    jumlah tenaga kerja optimal dan komposisi yang dibutuhkan pada unit kerja
    yang yang berbeda, diharapkan akan meningkatkan efektivitas sumber daya
    manusia.
  2. Melakukan proses yang terorganisir dalam melakukan penambahan atau
    pengurangan karyawan.
    Proses yang terorganisir dalam melakukan penambahan atau pengurangan
    karyawan diharapkan akan menempatkan karyawan sesuai kualifikasi dan
    pendidikannya. Karyawan yang memiliki kualifikasi baik dan berprestasi
    tentunya akan ditempatkan pada posisi-posisi strategis dalam organisasi,
    mendapatkan fasilitas yang jauh lebih baik dalam organisasi. Namun, bagi
    karyawan yang memiliki kualifikasi rendah, organisasi tentunya akan
    mengarahkan karyawan tersebut mengikuti program pelatihan dan
    pengembangan atau dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) apabila
    tidak dapat memperbaiki kinerjanya.
  3. Melakukan penyempurnaan tugas dalam jabatan-jabatan yang ada pada
    setiap organisasi.
    Untuk mencapai suatu kinerja organisasi yang unggul, penempatan sumber
    daya manusia akan disesuaikan dengan kompetensinya. Jabatan-jabatan
    strategis yang dipegang oleh sumber daya manusia yang mumpuni akan ikut
    meningkatkan produktivitas organisasi.
  4. Melakukan perhitungan beban kerja karyawan dalam suatu periode tertentu.
    Dengan melakukan perhitungan beban kerja karyawan dalam satu periode
    tertentu akan diketahui apakah dalam suatu unit kerja dibutuhkan tambahan
    tenaga kerja atau bahkan pengurangan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja
    yang sedikit tentunya akan menghambat tumbuh kembang perusahaan.
    demikian pula apabila jumlah tenaga kerja berlebihan, efektivitas kerja
    dalam suatu unit kerja/organisasi tentunya akan berkurang.
  5. Penyempurnaan SOP (Standar Operating Procedure).
    Penyempurnaan SOP akan dilakukan apabila pada beberapa unit kerja atau
    mendatangkan dampak kerja yang cukup signifikan, baik kepada karyawan
    sebagai individu, unit kerja sebagai kelompok maupun perusahaan sebagai
    organisasi dimana karyawan tersebut bekerja.
  6. Penyempurnaan struktur organisasi.
    Penyempurnaan ini tentunya dengan tujuan agar unsur-unsur di dalam
    organisasi yang mengalami perubahan utamanya karyawan yang bekerja di
    dalamnya dapat bekerja sesuai kompetensi yang dimilikinya. Ketika analisis
    beban kerja dilakukan, akan diketahui pada bagian mana sajakah yang
    memerlukan perbaikan akibat dari terlalu tingginya atau terlalu rendahnya
    beban kerja karyawan pada bagian-bagian dalam organisasi.
  7. Pengukuran waktu kerja dan melakukan penentuan standar waktu dalam
    menyelesaikan tugas.
    Dalam menjalankan operasional organisasi, penentuan standar waktu dalam
    menyelesaikan tugas akan menjadi salah satu hal yang mutlak dijadikan
    tolak ukur apakah suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik atau
    tidak. Minimnya penyelesaian pekerjaan yang sesuai dengan target waktu
    akan berimbas pada produktivitas organisasi. Namun, pada penetapan
    standar waktu kerja tentunya akan disesuaikan dengan kompetensi
    karyawan.
  8. Penentuan jumlah kebutuhan pelatihan (training needs) bagi karyawan.
    Dengan adanya analisis beban kerja, organisasi dapat menentukan jumlah
    kebutuhan pelatihan bagi karyawan. Penentuan jumlah kebutuhan pelatihan
    bagi karyawan dengan cara mengidentifikasi waktu normal tiap karyawan
    nilainya lebih besar dibandingkan dengan waktu standar yang digunakan
    untuk melakukan suatu pekerjaan/aktivitas. Dengan mengimplementasikan
    analisis beban kerja, organisasi/perusahaan akan dapat melakukan prediksi,
    menetapkan perhitungan komposisi jumlah karyawan, komposisi
    kualifikasi karyawan dan komposisi pekerjaan.