Menurut Robbins (2006), budaya menjalankan sejumlah fungsi di
dalam suatu organisasi. adapun fungsi budaya organisasi tersebut adalah :
- Budaya mempunyai peran menetapkan tapal batas, artinya
budaya menciptakan pembeda yang jelas antara satu
organisasi dengan yang lain. - Budaya memberikan rasa identitas ke anggota-anggota
organisasi. - Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu
yang lebih luas daripada kepentingan diri pribadi seseorang. - Budaya itu meningkatkan kemantapan sistem sosial.
- Budaya berfungsi sebagai mekanisme pembuat makna dan
mekanisme pengendali yang memandu dan membentuk sikap
serta perilaku para karyawan.
Sedangkan Fungsi budaya organisasi menurut Pabundu (2010: 14)
adalah sebagai berikut:
1) Sebagai batas pembeda terhadap lingkungan, organisasi
maupun kelompok.
2) Sebagai perekat bagi karyawan dalam suatu organisasi
sehingga dapat mempunyai rasa memiliki, partisipasi dan rasa
tanggung jawab atas kemajuan perusahaan.
3) Mempromosikan stabilitas sistem sosial, sehingga lingkungan
kerja menjadi positif, nyaman dan konflik dapat diatur secara
efektif.
4) Sebagai mekanisme kontrol dalam memandu dan membentuk
sikap serta perilaku karyawan. Sebagai integrator karena
adanya sub budaya baru.
5) Dapat mempersatukan kegiatan para anggota perusahaan yang
terdiri dari sekumpulan individu yang berasal dari budaya yang
berbeda.
6) Membentuk perilaku karyawan, sehingga karyawan dapat
memahami bagaimana mencapai tujuan organisasi.
7) Sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah-masalah pokok
organisasi.
8) Sebagai acuan dalam menyusun perencanaan perusahaan.
9) Sebagai alat komunikasi antara atasan dengan bawahan atau
sebaliknya, serta antar anggota organisasi.
10) Sebagai penghambat berinovasi. Hal ini terjadi apabila budaya
organisasi tidak mampu mengatasi masalah-masalah yang
menyangkut lingkungan eksternal dan integritas internal.
