Budaya Organisasi


Budaya organisasi memilki makna yang luas. Menurut Luthans
(2003:108), budaya organisasi merupakan norma-norma dan nilai-nilai
organisasi akan berperilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar
diterima oleh lingkungannya. Budaya organisasi dapat dipandang sebagai
sebuah sistem.
Budaya organisasi terdiri dari asumsi-asumsi dasar yang dipelajari
baik sebagai hasil memecahkan masalah yang timbul dalam proses
penyesuaian dengan lingkungannya, maupun sebagai hasil memecahkan
masalah yang timbul dari dalam organisasi, antar unit-unit organisasi yang
berkaitan dengan integrasi. Budaya timbul sebagai hasil belajar bersama
dari para anggota organisasi agar dapat tetap bertahan. Asumsi-asumsi
dasar yang di anggap absah diajarkan kepada anggota-anggota baru
sebagai cara yang tepat dalam hal mengamati, memikirkan, dan merasakan
dalam hubungannya dengan masalah-masalah tersebut. Bagian pertama
dari definisi Schein menjelaskan bagaimana budaya organisasi terbentuk
dan bagian kedua menjelaskan bagaimana budaya organisasi
dipertahankan. Dapat lebih jauh disimpulkan bahwa budaya organisasi
dapat berubah, yaitu bila asumsi dasar yang digunakan dalam
memecahkan masalah (eksternal dan internal) ternyata tidak absah dan
perlu diganti dengan asumsi dasar lain (Munandar, 2004:262).
Robbins (2003:305) menjelaskan bahwa budaya organisasi
mengacu ke suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggotaanggota yang membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi lain.
Sistem makna bersama ini, bila diamati dengan lebih saksama merupakan
seperangkat karakteristik utama yang dihargai oleh organisasi itu.