Pengertian produktivitas kerja

Menurut Dewan Produktivitas Nasional dalam Sedarmayanti
(2016), dijelaskan bahwa produktivitas mengandung pengertian sikap
mental yang selalu mempunyai pandangan “mutu kehidupan hari ini harus
lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini”.
Produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai (output)
dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (Sedarmayanti, 2016).
Produktivitas adalah suatu ukuran sejauh mana sumber-sumber
daya digabungkan dan dipergunakan dengan baik sehingga dapat
mewujudkan hasil-hasil tertentu yang diinginkan. Produktivitas
dibedakan menjadi beberapa tingkatan, yaitu produktivitas tingkat
individu (tenaga kerja), satuan (kelompok kerja) dan organisasi
perusahaan (produktivitas sub sistem, sistem dan supra sistem) (Ambar
Silastuti, Sri Rahayu Utami, 2013). Produktivitas bersumber dari
individu yang melakukan kegiatan,dimana individu tersebut sebagai
tenaga kerja yang memiliki kualitas kerja yang memadai (Sri Rahayu
Utami,2013).
Menurut (Kusriyanto, 2016), mengemukakan bahwa produktivitas
adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga
kerja per satuan waktu, peran serta tenaga kerja di sini adalah penggunaan
sumber daya produktivitas. Berdasarkan evaluasi ekonomi terhadap
kinerja yang dicapai dalam proses produksi, produktivitas, efisiensi, dan
efektivitas merupakan kriteria yang paling sering dipakai dalam bidang
ekonomi. Efisiensi dan efektivitas seringkali dianggap sebagai suatu yang
saling berhubungan tetapi secara konsep keduanya sebenarnya berbeda.
Dari berberapa uraian teori para tokoh diatas dapat ditegaskan
bahwa produktivitas kerja dalam bentuk penelitian ini adalah hasil atau
ukuran yang menjadi pembanding antara input seperti sumber daya, tenaga
kerja terhadap output yang dihasilkan oleh kinerja karyawan pada suatu
industri seperti tindakan kontruktif, percaya diri, bertanggung jawab,
memiliki rasa cinta terhadap pekerjaan, mempuyai pandangan ke depan,
mampu mengatasi peroalan dengan lingkungan yang berubahubah,
mempuyai kontrobusi yang positif terhadap lingkunganya, memiliki
kekuatan untuk mewujudkan potensinya.
Sumber Daya Manusia yang baik harus memiliki kinerja dan
produktivitas yang baik, ketika Sumber Daya Manusia tersebut semangat
dalam bekerja maka kontribusi yang diberikan kepada perusahaan dapat
maksimal. Namun sebaliknya jika Sumber Daya Manusia yang telah
diberdayakan dalam suatu perusahaan atau organisasi tidak mendapatkan
imbalan yang sesuai dengan harapan, maka output yang dihasilkan tidak
maksimal.