Teori motivasi menurut (Farida & Hartono, 2016) adalah :
1) Teori Hierarki (Abraham Maslow)
Teori ini dipelopori oleh Maslow yang mengungkapkan
bahwa kebutuhan manusia dapat diklasifikasikan ke dalam lima
hierarki kebutuhan sebagai berikut:
a. Kebutuhan fisiologis (Physiological) merupakan kebutuhan
berupa sandang, pangan, papan dan kesejahteraan individu.
b. Kebutuhan Rasa Aman (Safety) merupakan kebutuhan akan
rasa aman dan keselamatan.
c. Kebutuhan hubungan sosial (Social Needs) merupakan
kebutuhan untuk bersosialisasi dengan orang lain.
d. Kebutuhan akan Harga Diri (Esteem Needs) merupakan
kebutuhan akan penghargaan prestise diri.
e. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self Actualization) merupakan
kebutuhan puncak yang menyebabkan seseorang bertindak
bukan atas dorongan orang lain, tetapi karena kesadaran dan
keinginan diri sendiri.
2) Teori motivasi Herzberg
Menurut Herzberg faktor motivasi ada dua yaitu faktor
intrinsik yang mana memotivasi seseorang untuk keluar dari
ketidak puasan, faktor ekstrinsik yang mana memotivasi
seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan.
3) Teori Kebutuhan (McClelland)
Berikut penjabaran teori kebutuhan (McClelland)
a. Kebutuhan berprestasi (Need for achievment) yang meliputi
indikator berusaha melakukan sesuatu dengan cara-cara baru
yang kreatif,mengambil tanggung jawab pribadi atas
perbuatannya dan mencari feedback tentang perbuatannya.
b. Kebutuhan berafiliasi (Need for affiliation) yang meliputi
mencari persetujuan atau kesepakatan dari orang lain dan
lebih suka melakukan kerja sama dan berusaha menghindari
konflik.
c. Kebutuhan untuk menguasai sesuatu (Need for power) yang
meliputi menyukai pekerjaan dimana mereka diberikan
beban tugas yang lebih seperti menjadi pemimpin atau
mereka sangat aktif dalam menentkan arah kegiatan dari
sebuah organisasi.
4) Teori Pencapaian Sosial (Goal Setting Theory)
Teori ini berasumsi bahwa individu dimotivasi untuk
menguasai potensi kekuatan dirinya yaitu percaya bahwa dirinya
dapat bekerja sesuai dengan standar performa dan target dalam
menyelesaiakan tugas.
5) Teori Keadilan
Teori ini menjelaskan bahwa setiap individu di dalam
melaksanakan pekerjaannya selalu membandngkan antara input
tugas dan hasilnya, beserta yang lainnya di dalam pertanggung
jawabannya, serta berusaha mengatasi ketidakseimbangan beban
tugasnya. Perbandingan tersebut meliputi perbandingan dari
dalam dan luar dirinya, perbandingan dengan kelompok atau
organisasi lain
