1) Manajemen Laba Akrual
Manajemen laba akrual adalah salah satu teknik pengelolaan laba yang
biasa digunakan. Manajemen laba akrual ditunjukkan dengan adanya
discretionary accrual (diskresioner akrual). Penggunaan diskresioner akrual
digunakan untuk menjadikan laporan keuangan lebih informatif yaitu laporan
keuangan yang dapat mencerminkan keadaan yang sesungguhnya (Ningsih,
2015). Berikut ini dua kategori akrual yang umum digunakan dalam penelitian:
1) Akrual Non Diskresioner
Menurut Sulistiyanto (2008) dijelaskan bahwa akrual non diskresioner adalah
komponen akrual yang berasal secara alamiah dari pencatatan dasar akrual
dengan mengikuti standar akuntansi umum. Akrual ini tidak dapat
dipengaruhi oleh kebijakan manajemen.
2) Akrual Diskresioner
Menurut Sulistiyanto (2008) dijelaskan bahwa akrual diskresioner adalah
komponen akrual hasil kebijakan manajerial dimana manajemen dapat
memilih metode dan standar akuntansi yang digunakan.
Secara teori manajemen laba akrual yang bisa dijadikan indikator praktik dan
kebijakan manajemen laba dalam sebuah perusahaan adalah akrual
diskresioner. Dalam akrual diskresioner manajemen perusahaan memiliki
keleluasaaan dan kebebasan dalam memilih dan menerapkan standar
akuntansi untuk mencapai hasil akhir dan dijalankan dalam kerangka praktik
secara umum dan masih dapat diperdebatkan
