Sifat-sifat inovasi

1. Keuntungan-keuntungan relatif yaitu apakah cara-cara atau gagasan baru ini
memberikan suatu keuntungan relatif daripada inovasi sebelumnya. Sejalan
dengan hal tersebut, Mardikanto (1993) menyebutkan bahwa sebenarnya
keuntungan tersebut tidak hanya terbatas pada keuntungan dalam arti ekonomi,
tetapi mencakup:
a. Keuntungan teknis, yang berupa: produktivitas tinggi, ketahanan
terhadap resiko kegagalan dan berbagai gangguan yang menyebabkan
ketidakberhasilannya.
b. Keuntungan ekonomis, yang berupa: biaya lebih rendah, dan atau
keuntungan yang lebih tinggi.
c. Kemanfaatan sosial-psikologis, seperti: pemenuhan kebutuhan fisiologis
(pangan), kebutuhan psikologis (pengakuan/ penghargaan dari
lingkungannya, kepuasan, dan rasa percaya diri), maupun kebutuhankebutuhan sosiologis (pakaian, papan, status sosial dan lain-lain).
2. Keserasian (compatibility); yaitu apakah inovasi mempunyai sifat lebih sesuai
dengan nilai yang ada, pengalaman sebelumnya, dan kebutuhan yang
diperlukan penerima.
3. Kerumitan (complexity); yakni apakah inovasi tersebut dirasakan rumit, mudah
untuk dimengerti dan disampaikan manakala cukup sederhana, baik dalam arti
mudahnya bagi komunikator maupun mudah untuk dipahami dan dipergunakan
oleh komunikasinya.
4. Dapat dicobakan (triability); yaitu suatu inovasi akan mudah diterima apabila
dapat dicoba dalam ukuran kecil.
5. Dapat diamati (observability); jika suatu inovasi dapat disaksikan dengan
mata