Menurut Sarwono pada tahun 2000, ada tiga tahap perkembangan remaja,
yaitu remaja awal, remaja madya dan remaja akhir.
a. Masa Remaja Awal / Early Adolescense (11–13 tahun)
Merupakan remaja yang berusia berkisar 11-13 tahun, dimana pada
masa ini adalah masa yang paling penting untuk mengetahui pendidikan
seks, karena pada masa ini remaja cepat tertarik dengan lawan jenis dan
mudah terangsang secara erotis. Oleh karena itu, anak remaja penting untuk
mengetahui pendidikan seks sejak dini (Soetjiningsih, 2004)
b. Masa Remaja Pertengahan / Middle Adolescene (14-16 tahun)
Merupakan remaja yang berusia berkisar 14-16 tahun, masa ini adalah
masa mengenal diri sendiri, menjauhkan diri dari keluarga dan lebih senang
bergaul dengan temannya. Remaja mungkin tidak mau berbagi perasaan
mereka dengan orang tuanya, jika tidak ditangani secara serius dapat
menimbulkan kesenjangan dalam komunikasi dan hilangnua rasa percaya
terhadap orang lain. Pada masa ini remaja memerlukan informasi mengenai
penyakit menular seksual (Soetjiningsih, 2004).
c. Masa Remaja Akhir / Late Adolescene (17-20 tahun)
Merupakan remaja yang berusia berkisar 17-20 tahun, masa ini adalah
masa yang sudah lebih terkontrol oleh karena masa ini adalah masa menuju
periode dewasa. Pada masa ini remaja mengenal dirinya sendiri, tahu apa
yang menjadi minatnya, mau bersosialisasi dengan orang lain, tidak terlalu
egois terhadap keinginannya sendiri, dan dapat membedakan antara hal
yang pribadi dengan hal yang umum (Soetjiningsih, 2004)
