Pada sebuah konsep usaha, nilai perusahaan merupakan nilai yang utuh dan komprehensif. Namun, dibalik itu ada nilai-nilai lain yang menjadi pendukung seperti yang dikemukakan oleh Yuhlis dan Tarigan (2007) (dalam Tamrin dan Maddatuang, 2019: 15-16). Berikut beberapa konsep nilai yang kemudian menjelaskan nilai suatu perusahaan: 1. Nilai nominal. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum secara formal dalam anggaran dasar perseroan, disebutkan secara eksplisit dalam neraca perusahaan, dan juga ditulis secara jelas dalam surat saham kolektif. 2. Nilai pasar. Nilai pasar (kurs) adalah harga yang terjadi dari proses tawarmenawar di pasar saham. Nilai ini hanya bisa ditentukan jika saham perusahaan dijual di pasar saham. 3. Nilai intrinsik. Nilai intrinsik merupakan konsep paling abstrak karena mengacu pada perkiraan nilai riil suatu perusahaan. Nilai perusahaan dalam konsep nilai intrinsik ini bukan sekedar harga dari sekumpulan aset, melainkan nilai perusahaan sebagai entitas bisnis yang memiliki kemampuan menghasilkan keuntungan di kemudian hari. 4. Nilai buku. Nilai buku adalah nilai perusahaan yang dihitung dengan dasar konsep akuntansi. Secara sederhana dihitung dengan membagi selisih antar total aset dan total utang dengan jumlah saham yang beredar. 5. Nilai likuidasi. Nilai likuidasi adalah nilai jual seluruh aset perusahaan setelah dikurangi seluruh kewajiban yang harus dipenuhi. Nilai likuidasi dapat dihitung dengan cara yang sama dengan menghitung nilai buku, yaitu berdasarkan neraca performa yang disiapkan ketika suatu perusahaan akan dilikuidasi. Dengan demikian, nilai perusahaan merupakan sebuah akumulasi secara komprehensif di antara unsur-unsur tersebut. Nilai perusahaan dapat ditentukan oleh perbandingan hasil kinerja perusahaan yang terlihat dari laporan keuangan, yakni ketika nilai perusahaan merupakan nilai sekarang (present value) dari free cash flow dimasa mendatang pada tingkat diskonto rata-rata tertimbang biaya modal. Dengan demikian ada multidimensi waktu untuk menelaah nilai sebuah perusahaan karena tidak hanya berkaitan dengan saat ini. Free cash flow yang tersedia bagi investor (kreditur dan pemilik) setelah memperhitungkan seluruh pengeluaran untuk operasional perusahaan dan pengeluaran untuk investasi serta aset lancar (Tamrin dan Maddatuang, 2019: 16)
