Dalam model trade-off theory, struktur modal merupakan asumsi dari hasil trade-off antara keuntungan pajak dengan menggunakan hutang dan biaya agensi yang akan terjadi. Penggunaan hutang akan meningkatkan nilai perusahaan tapi hanya sampai pada titik tertentu. Setelah titik tersebut,penggunaan hutang justru akan menurunkan nilai perusahaan. Dengan model ini, struktur modal yang optimal dapat ditemukan dengan menyeimbangkan keuntungan penggunaan hutang dengan biaya financial distress dan agency problem (Atmaja, 2013).Trade-Off Theory memiliki asumsibahwa perusahaan akan menetapkan target dari hutang (debt ratio) yangkemudian akan berjalan sesuai dengan yang ditargetkan tersebut, tujuannyaadalah untuk memaksimalkan nilai pasar. Target hutang inilah yang disebutdengan trade-off dari bankruptcy cost dan tax benefit. Jika perusahaanmenambah target debt ratio-nya, maka perusahaan akan mendapatkankeuntungan pajak, karena pajak yang dibayarkan lebih sedikit dengan adanyapembayaran bunga dari hutang atau adanya interest tax shield, namun denganmeningkatnya nilai hutang perusahaan maka perusahaan akan terpapar denganadanya risiko kebangkrutan yang akan menimbulkan bankruptcy cost yanglebih tinggi jika perusahaan menambah hutang ke dalam struktur pendanaanjangka panjangnya.Menggunakan hutang artinya perusahaan akan membayarkan sejumlahbunga. Bunga merupakan pengurang dari pajak (tax deductible), artinya akanmengurangi kewajiban perusahaan untuk membayar pajaknya dan efeknyaadalah akan meningkatkan nilai arus kas setelah pajak. Perusahaan akan selaluberusaha untuk meningkatkan cash flow dan market value-
nya, dalam usahauntuk mendapatkan keduanya dan perusahaan akan banyak menggunakanhutang (debt). Kondisi ini memberikan informasi bahwa tax rate berkolerasipositif dengan leverage.Perusahaan yang menggunakan hutang melebihi titik optimalnya akanmengalami exposure terhadap bankruptcy cost karena perusahaan akanmenghadapi risiko tidak mampu untuk melunasi bunga maupun principal darihutangnya yang besar. Karena adanya kemungkinan dari financial distressyang disebabkan oleh tingginya penggunaan leverage, perusahaan akanmenghadapi dua tipe bankruptcy cost, yaitu biaya langsung dan tidaklangsung. Tipe bankruptcy cost biaya langsung adalah sepertibiayaadministrasi dari proses kebangkrutan, misalnya biaya yang terjadi di dalampenjualan aset perusahaan yang dijaminkan atas hutang. Sementara itu tipebankruptcy cost biaya tidak langsung adalah biaya yang timbul karena adanyaperubahan dalam keputusan investasi yang menyebabkan terjadinya financialdistress. Untuk menghindari kebangkrutan, perusahaan akan berusaha untukmemotong pengeluarannya pada biaya penelitian, pendidikan dan pelatihandari pegawai, dan biaya iklan. Karena semua hal itu terjadi maka konsumendari perusahaan akan berpikir apakah perusahaan akan mengalamikemunduran. Pemikiran ini terjadi karena adanya kemungkinan jatuhnyaharga saham dari perusahaan karena kinerja perusahaan yang menurun. Pajakdan bankruptcy cost memberikan gambaran dari keuntungan dan kerugiandari penggunaan leverage yang melebihi batas optimal dari kemampuanperusahaan.
