Setiap individu mempunyai kecemasannya sendiri. Banyak hal yang
dicemaskan oleh setiap individu, misalnya pada kesehatan, relasi sosial, ujian,
karir, kondisi lingkungan adalah beberapa hal yang dapat menjadi sumber
kecemasan seseorang. Hal tersebut dianggap normal apabila seorang individu
sedikit cemas dengan aspek-aspek hidup tersebut. Kecemasan tersebut dapat
bermanfaat apabila mendorong individu agar melakukan pemeriksaan medis
ataupun memotivasi diri untuk melakukan hal yang positif (Nevid, Rathus, &
Greene, 2006).
Kecemasan adalah suatu kejadian yang mudah terjadi pada seseorang
karena suatu faktor tertentu tidak spesifik (Sari & Batubara, 2017).
Anxietas/kecemasan adalah suatu keadaan aprehensi atau keadaan khawatir yang
mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Kecemasan merupakan
respon yang tepat terhadap ancaman, tetapi kecemasan dapat menjadi abnormal
apabila tingkatannya tidak sesuai dengan porsi ancamannya ataupun datang tanpa
adanya sebab tertentu (Nevid, Rathus, & Greene, 2006).
Syamsu Yusuf menyatakan anxiety (cemas) yaitu ketidakmampuan
neurotic, merasa terganggu, tidak matang dan ketidakberdayaan dalam
menghadapi kenyataan yang ada (lingkungan), kesulitan dan tekanan kehidupan
sehari-hari. Sependapat dengan pernyataan tersebut, Kartini Kartono menjelaskan
bahwa kecemasan adalah suatu bentuk ketakutan dan kerisauan dengan hal-hal
tertentu tanpa kejelasan yang pasti. Dikuatkan oleh Sarlito Wirawan bahwa
kecemasan merupakan ketakutan yang tidak jelas pada suatu objek dan tidak
memiliki suatu alasan tertentu (Annisa & Ifdil, 2016).
Spielberger (1971) mendefinisikan kecemasan sebagai suatu bentuk emosi
yang berdasarkan oleh simbol-simbol, kewaspadaan, dan unsur-unsur yang tidak
pasti. Selanjutnya dijelaskan bahwa konsep ancaman yaitu penilaian dari orang
lain yang bersifat negatif sehingga mengancam diri individu tersebut. Kecemasan
juga merupakan keadaan yang mana pola tingkah laku direpresentasikan dengan
keadaan emosional yang dihasilkan dari pikiran-pikiran dan perasaan yang tidak
menyenangkan (Purnamarini, Setiawan & Hidayat, 2016)
Setelah dipaparkan definisi kecemasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa
kecemasan adalah suatu bentuk emosi yang tidak dapat dikontrol oleh diri
individu sehingga membuat individu tersebut tidak nyaman, meruakan
pengalaman yang samar dan merasa memiliki ketidakmampuan yang irasional
