Implementasi program literasi digital dalam pembelajaran tematik diharapkan dapat mendorong peserta didik dan warga sekolah lainnya dalam mendukung keterampilan abad 21. Adapun keterampilan abad 21 menurut (Danang Wahyu Puspito, 2017: 310) yaitu sebagai berikut: a) Critical thinker yaitu peserta didik didorong untuk berfikir kritis dan mampu memecahkan masalah dengan cara diberi permasalahan dalam pembelajaran, dipancing bertanya, dan berupaya mencari pemecahan masalah dengan mencari berbagai informasi melalui internet. b) Communicator yaitu peserta didik dilatih untuk memahami dan mengkomunikasikan ide. Setelah memahami apa yang dipelajari, peserta didik didorong untuk membagikan ide-ide yang telah menjadi gagasan-gagasan sebagaimana apa yang telah diperolehnya melalui proses pembelajaran. c) Collaborator yaitu kemampuan bekerjasama dalam melakukan pekerjaan bersama orang lain, oleh karena itu dengan literasi digital perserta didik dilatih untuk bekerja sama dengan orang lain, kelompok lain, bidang lain, dengan cara berbagi informasi dan pengalaman melalui media komputer. d) Creator yaitu kemampuan menjadi kreator sangat diperlukan untuk menghasilkan pekerjaan dengan kualitas tinggi. Kegiatan literasi sekolah sekarang sudah mulai bergeser dari literasi baca tulis konvensional dengan menggunakan media cetak ke media elektronik yang lazim disebut literasi digital. Sebagai contoh banyak guru mengajar di sekolah sudah 20 membiasakan peserta didiknya yang membawa smartphone dengan memberi tugas yang bisa dicari sumbernya dari digital yaitu dengan mengakses google. Soal yang diberikan dijawab dengan menggunakan aplikasi quiper atau menjawab di Grup WA (Whatsapp) yang telah dibuat sebelumnya. Pemberian tugas dan kegiatan literasi digital ini dilakukan selain untuk menghemat penggunaan kertas yang bisa mengganggu lingkungan hidup karena penggunaan kertas bisa diganti kebentuk digital, juga untuk mengalihkan perhatian anak yang membawa Smartphone dari kebiasaan bermain game di gadgetnya ke kegiatan browsing (mencari) jawaban dari persoalan yang yang diberikan guru yang disesuaikan dengan Jadwal pelajaran, Tema-Sub Tema-pembelajaran waktu itu. Tetapi hal ini tentunya memang belum bisa dilaksanakan disemua sekolah, dikarenakan tidak semua sekolah memperbolehkan siswanya membawa smarthphone. Oleh karena itu, literasi digital disini tidak hanya menggunakan smartphone tapi bisa memanfaatkan sarana prasarana seperti leptop/komputer di sekolah yang ada. Agar penggunaan leptop komputer ataupun smartphone disalahgunakan, tentunya guru lebih bijak dengan memberikan arahan situs apa saja yang bisa membantu pembelajaran. Selain itu, situs-situs yang tidak berhubungan dengan pembelajaran bisa di block terlebih dahulu. Kita mengubah baca tulis konvensional dengan menggunakan media elektronik yang ada sesuai dengan perkembangan zaman.
