Definisi Auditing (skripsi dan tesis)

Mengenai auditing, ada beberapa definisi yang dipaparkan menurut
para ahli. Menurut ASOBAC (A Statement of Basic Auditing Concepts) dalam
buku Halim (2015) yang mendefinisikan auditing adalah suatu proses sistematis
untuk menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti secara obyektif mengenai
asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi untuk
menentukan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria
yang lebih ditentukan dan menyampaikan hasilnya kepada para pemakai yang
berkepentingan.
Definisi tersebut dalam buku Halim (2015) dapat diuraikan menjadi
tujuh elemen yang harus diperhatikan dalam melaksanakan audit, yaitu:
1. Proses yang sistematis
Auditing merupakan rangkaian proses dan prosedur yang bersifat logis,
terstruktur dan terorganisir.
2. Menghimpun dan mengevaluasi bukti secara obyektif
Proses sistematis dilakukan menghimpun bukti-bukti yang mendasari
asersi-asersi yang dibuat oleh individu atau entitas, kemudian bukti-bukti
tersebut akan dievaluasi oleh auditor yang bersifat obyektif. Obyektif
artinya mengungkapkan fakta apa adanya yang senyatanya, tidak bias atau
tidak memihak dan tidak berprasangka buruk terhadap individu atau entitas
yang membuat representasi tersebut.
3. Asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi
Asersi-asersi meliputi informasi yang terkandung dalam laporan keuangan,
laporan operasi internal, dam laporan biaya maupun pendapatan berbagai
pusat pertanggungjawaban pada suatu perusahaan. Jadi, asersi atau
pernyataan tentang tindakan dan kejadian ekonomi merupakan hasil proses
akuntansi. Proses akuntansi merupakan proses pengidentifikasian,
pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomi yang dinyatakan dalam
satuan uang.
4. Menentukan tingkat kesesuaian (degree of correspondence)
Hal ini berarti penghimpunan dan pengevaluasian bukti-bukti dimaksudkan
untuk menentukan sesuai tidaknya asersi-asersi tersebut dengan kriteria
yang ditetapkan. Tingkat kesesuaian tersebut bisa dalam bentuk kuantitatif
dan kualitatif.
5. Kriteria yang ditentukan
Hal ini merupakan standar-standar pengukuran untuk mempertimbangkan
(judgement) asersi-asersi atau reprensentasi-representasi yang berupa
prinsip akuntansi yang berterima umum atau Standar Akuntansi Keuangan,
aturan-atura spesifik yang ditentukan oleh badan legislatif atau pihak
lainnya, anggaran atau ukuran lain kineja manajemen.
6. Menyampaikan hasil-hasilnya
Hasil ini berarti hasil-hasil audit dikomunikasikan melalui laporan tertulis
yang mengindikasikan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi dan kriteria
yang telah ditentukan.
7. Para pemakai yang berkepentingan
Para pemakai berkepentingan merupakan para pengambil keputusan yang
menggunakan dan mengandalkan temuan-temuan yang diinformasikan
melalui laporan audit dan laporan lainnya. Para pemakai tersebut adalah
investor, pemegang saham, kreditor, badan pemerintahan, manajemen, dan
publik pada umumnya.
Menurut Arens dkk (2010) Auditing adalah pengumpulan dan
evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat
kesesuaian antara informasi itu dan kriteria yang telah ditetapkan. Auditing
seharusnya dilakukan oleh seorang yang kompeten dan independen.
Menurut Mulyadi (2010), auditing adalah suatu proses yang
sistematik untuk mendapatkan bukti-bukti yang obyektif mengenai kegiatan
dan kejadian ekonomi serta mengevaluasi apakah hal tersebut telah sesuai
dengan beberapa kriteria yang telah ditetapkan, kemudian hasilnya akan
disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Menurut Agoes (2012), auditing adalah Suatu pemeriksaan yang
dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen terhadap
laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan
pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk memberikan
pendapat mengenai kewajiban laporan keuangan tersebut.
Dari beberapa definisi atau pengertian auditing di atas penulis
menyimpulkan bahwa auditing adalah suatu proses dalam mengevaluasi dari
bukti-bukti yang ditemukan secara obyektif berdasarkan asersi yang ada untuk
disampaikan kepada pihak yang berkepentingan.