Teori Pertumbuhan Rostow (skripsi dan tesis)

Menurut Rostow, perubahan dari keterbelakangan menuju
kemajuan ekonomi dapat dijelaskan dalam suatu seri tahapan yang harus
dilalui oleh semua negara. Rostow membagi proses pembangunan
ekonomi suatu negara menjadi lima tahap, yaitu:
1. Tahap Perekonomian Tradisional
2. Tahap Prakondisi Tinggal Landas
3. Tahap Tinggal Landas
4. Tahap Menuju Kedewasaan
11
5. Tahap Konsumsi Tinggi (Kuncoro, 2006)
– Tahap I. Perekonomian Tradisional
Perekonomian pada masyarakat tradisional cenderung bersifat
subsisten. Pemanfaatan teknologi dalam sistem produksi masih sangat
terbatas. Dalam perekonomian semacam ini sektor pertanian memegang
penting. Kemampuan penguasaan sumberdaya yang ada sangat
dipengaruhi oleh hubungan darah dan keluarga.
– Tahap II. Prakondisi Tinggal Landas
Tahap ini merupakan suatu proses transisi masyarakat dari agraris
menjadi industri. Sektor industri mulai berkembang di samping sektor
pertanian yang masih memegang peran yang penting dalam suatu
perekonomian. Pada tahap ini, perekonimian mulai bergerak dinamis,
industri-industri mulai bermunculan, perkembangan teknologi maju
semakin pesat, dan lembaga keuangan resmi sebagai penggerak dana
masyarakat mulai bermunculan, serta terjadinya investasi besar-besaran
terutama pada industri manufaktur.
– Tahap III. Tinggal Landas
Tinggal landas merupakan tahap yang menentukan dalam
keseluruhan proses pembangunan bagi kehidupan masyarakat. Tahap ini
memiliki waktu yang cukup pendek. Dalam tahap ini pun akan terjadi
suatu revolusi industri yang berhubungan erat dengan revolusi metode
produksi.
– Tahap IV. Tahap Menuju Kedewasaan
Tahap ini ditandai dengan penerapan secara efektif teknologi modern
terhadap sumberdaya yang dimiliki. Tahapan ini merupakan tahapan
jangka panjang secara swadaya. Tahapan ini pun ditandai dengan
muculnya beberapa sektor penting yang baru. Pada saat negara berapa
pada tahap kedewasaan teknologi, terdapat tiga perubahan penting yang
terjadi, yaitu:
1. Tenaga kerja berubah dari yang tidak terdidik menjadi terdidik
2. Perubahan watak pengusaha dari pekerja keras dan kasar menjadi
manager efisien yang halus dan sopan.
3. Masyarakat jenuh terhadap industrialisasi dan menginginkan
perubahan yang jauh lebih baik.
– Tahap V. Konsumsi Masa Tinggi
Pada tahap ini ditandai oleh akan ditandai dengan terjadinya
migrasi besar-besaran daro masyarakat perkotaan ke pinggiran kota, akibat
pembangunan pusat di perkotaan sebagai sentral bagi tempat bekerja. Pada
tahap ini pula terjadi perubahan orientasi dari pendekatan penawaran
(supply side) menjadi ke pendekatan permintaan (demand side) dalam
sistem produksi yang dianut. Sementara itu terjadi pula pergeseran
perilaku ekonomi yang semula lebih banyak menitik beratkan pada sisi
produksi, kini mulai beralih ke sisi konsumsi.