Arens dan Loebbecke dalam Amir Abadi (1998:14) menyatakan :
“Karena tanggungjawab yang besar merupakan hal penting bagi tenaga
ahli (auditor) yang bekerja di suatu Kantor Akuntan Publik untuk memiliki
kompetensi yang tinggi, dengan adanya kompetensi yang dimilikinya
mereka dapat melaksanakan audit dengan efisien dan efektif. Para
pembaca laporan keuangan merasa yakin akan kompetensi auditor, maka
akan mempercayai pula laporan-laporan yang meraka hasilkan/ kualitas
audit”.
Menurut M. Nizarul Alim (2007) dalam penelitiannya berhasil
membuktikan bahwa kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit,
hal ini berarti bahwa kualitas audit dapat dicapai jika auditor memiliki kompetensi
yang baik dimana kompetensi tersebut terdiri dari dua dimensi yaitu pengalaman
dan pengetahuan.
Harvita Yulian Ayuningtyas dan Sugeng Pamudji (2012) :
“Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat dibuat
kesimpulan bahwa Kompetensi mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap kualitas hasil audit”.
Justinia Castellani (2008) :
“Hasil Pengujian hipotesis mengenai pengaruh kompetensi auditor
terhadap kualitas audit, terbukti bahwa kompetensi yang diukur melalui
pendidikan formal, pengalaman sertapelatihan tekrnis secara signifikan
mempengaruhi audit baik dari segi proses maupun hasil audit”.
Joseph. F. Brazel (2004) :
“In complex AIS environments, both auditor AIS expertise and their
evaluations of CAS evidence play a critical role in determining audit
quality (POB [2000]). This study extends the literature by demonstrating
that auditor AIS expertise and CAS competence affect not only auditors’
risk assessments, but also the nature, staffing, and extent of their planned
substantive procedures. More importantly, auditors’ AIS expertise levels
appear to influence their ability to compensate for potential CAS
competence deficiencies. Under conditions of high CAS competence,
scope decision differences between high and low AIS expertise auditors
were smaller. Thus, while auditor AIS expertise plays an important role in
complex AIS environments, it is most critical when there are CAS
competence deficiencies. This may represent a significant obstacle to
firms, given practitioner concerns regarding CAS competence variability,
as well as the perceived variability in their own AIS expertise”.
Christiawan (2002) :
“Kualitas audit ditentukan oleh dua hal yaitu kompetensi dan
independensi. Kompetensi berkaitan dengan pendidikan dan pengalaman
memadai yang dimiliki akuntan publik dalam bidang auditing dan
akuntansi. Hasil penelitian empiris setidaknya memberikan refleksi
tentang kondisi kompetensi dan independensi akuntan publik. Penelitian
tentang kompetensi akuntan publik memberikan refleksi bahwa profesi
akuntansi mulai tidak menarik dan tergeser oleh profesi yang lain.
Penelitian juga memberikan bukti empiris bahwa pengalaman akan
mempengaruhi kemampuan auditor untuk mengetahui kekeliruan yang ada
di perusahaan yang menjadi kliennya dan pelatihan yang dilakukan akan
meningkatkan keahlian akuntan publik dalam melakukan audit.
Faisal (2012) :
“Kompetensi Auditor berpengaruh terhadap Kualitas Audit. Hal ini
menunjukan semakin baik kompetensi yang dimiliki auditor maka akan
semakin berkualitas laporan audit yang dihasilkan”.
Linda Flaming (2002) :
“The proposition that NAS provision beneficially affects perceived audit
quality due to the increased knowledge it provides to the audit firm about
the client is not supported by this investigation.Audit quality and
investment attractiveness perceptions were also lower when the client’s
auditors performed NAS.Regression results support the belief that
perceptions of audit quality are affected by both auditor knowledge
(competency) and auditor independence (objectivity) perceptions
(DeAngelo 1981; Eliott and Jacobsen 1998; Carmichael 1999). Results
also suggest that these two factors are approximately equally weighted,
and the weighting is not affected by the presence of NAS. For example,
student participants may have more accounting and auditing knowledge
than average individuals. On the other hand, participants in this study do
not have as much training as professional investors, another large
component of the investing community”.
Feny Ilmiyati dan Yohanes Suhardjo (2012) :
“Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan yang bertujuan mencari
bukti empiris tentang hubungan akuntabilitas dan kompetensi auditor
terhadap kualitas audit pada KAP Semarang. Dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut : 1) Pengalaman dalam melaksanakan audit berpengaruh
positif terhadap kualitas audit, sehingga semakin berpengelaman auditor
maka akan semakin baik kualitas audit yang dihasilkannya,2) Pengetahuan
seorang auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit, sehingga
semakin dalam dan luas pengetahuan seorang auditor maka akan semakin
baik kualitas audit yang dihasilkan”.
