Keterkaitan Antara Fee Audit dengan Kualitas Audit (skripsi dan tesis)

Menurut Sukrisno Agoes (2012:46) menyatakan sebagai berikut : “Anggota KAP tidak diperkenankan mendapat klien dengan menawarkan fee yang dapat berakibat pada kualitas audit yang dihasilkan”. Diperjelas dengan pernyataan GAO dalam Theodorus Tuanakotta (2010:234) : “Kadang-kadang ditengarai adanya auditor yang menawarkan low-ball fee untuk menarik audit client baru, dengan resiko terhadap kualitas audit”. Menurut Hoitash (2007) mengenai Hubungan Fee dengan Kualitas Audit : “Hypothesise that the fees paid to auditors can affect audit quality in two principal ways. First, large fees paid to auditors may increase the effort exerted by auditors and thereby increase audit quality. Alternatively, large fees paid to auditors, particularly those that are related to NAS, make auditors more economically dependent on their clients. Such financial reliance may induce a relationship whereby the auditor becomes reluctant to make appropriate inquiries during the audit process for fear of losing highly profitable fees”. Berdasarkan hasil penelitian Ramy Elitzur & Haim Falk dalam Nasrullah Jamil (2008) menyatakan bahwa : “Audit fees yang lebih tinggi akan merencanakan audit kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan audit fees yang lebih kecil”. Bambang Hartadi (2009) menyatakan : “Terbukti bahwa fee audit berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sementara rotasi dan reputasi audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit”. Takiah Mohd. Iskandar, dkk (2010) menyatakan : “For example, audit fees charged to clients are determined based on formula prescribed by MIA, which is based on total revenue, total assets or total expenses. Consequently, auditors are less motivated to apply their expertise, ie to improve audit quality, in order to gain higher audit fees (Mohd-Mohid & Takiah 2004)”. Rita Yuniarti (2011) menyatakan : “And audit fees significantly affect the quality of audits. Higher fees will increase audit quality, improved audit quality is due to audit fees earned in one year and the estimated operational costs needed to implement the audit process”. Viska Anggraita, dkk (2012) menyatakan : “Peningkatan persaingan menyebabkan kesetaraan antara KAP (auditor) dan klien sehingga dapat mengurangi fee audit. Di sisi lain peningkatan persaingan juga menyebabkan penurunan kualitas audit karena KAP (auditor) tidak ingin kehilangan klien sehingga menjadi kaki tangan klien dan menurunkan kualitas audit yang dihasilkan (Kallapur, Sankaraguruswamy, dan Zang, 2008)”. Hey dan Davis (2002) menyatakan Fee merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas audit. Berdasarkan penjelasan diatas bahwa pembayaran fee kepada auditor dapat mempengaruhi audit yang berkualitas, pembayaraan dengan fee yang besar dapat meningkatkan usaha yang digunakan auditor dengan demikian dapat meningkatkan kualitas audit, sebagai alternatif pembayaran fee yang besar kepada auditor, membuat auditor lebih ekonomis tergantung kepada klien mereka, seperti itu kepercayaan keuangan boleh mempengaruhi suatu hubungan sebagaimana auditor menjadi segan untuk membuat pemeriksaan sesuai sepanjang proses audit karena takut kehilangan pembayaran yang sangat menguntungkan (Hoitash, 2007).