Dalam memutuskan pencantuman merek pada suatu produk seorang produsen memiliki beberapa pilihan mengenai kategori merek berdasarkan jenisnya, yang diklasifikasikan sebagai berikut (Kotler:1997:447) : – Manufacture’s brand, merupakan jenis merek yang diperoleh dari nama produsen atau dipasarkan oleh produsen dengan merek lisensinya, contohnya produk dari IBM, Revlon, Sony, Toshiba, Samsung. – Private brand, merupakan jenis merek yang diberikan oleh pedagang perantara atau distributor produk-produk dari produsen lain untuk diperdagangkan, contohnya Oriflame, High Dessert. Universitas Kristen Petra 7 – Mixed brand, merupakan jenis merek dimana produsen menghasilkan produk dengan merek pabrik dan sebagai lagi dengan merek sendiri. Contohnya adalah Whirl Pool, Toto, American Standard (produk bath tub) yang memproduksi dan menjual produknya dengan merek pabrik maupun merek distributor. Sebuah merek yang baik tidaklah dibangun hanya semalam saja di benak konsumen, namun dibangun dengan jerih payah untuk memberinya kekuatan di pasar persaingan yang ada. Kekuatan merek terbesar adalah pada kemampuannya untuk mempengaruhi perilaku pembelian dari para konsumen targetnya (Ries dan Trout (1986:4). Dalam memutuskan pencantuman merek pada suatu produk seorang produsen memiliki beberapa pilihan mengenai kategori merek berdasarkan jenisnya, yang diklasifikasikan sebagai berikut (Kotler:1997:447) : – Manufacture’s brand, merupakan jenis merek yang diperoleh dari nama produsen atau dipasarkan oleh produsen dengan merek lisensinya, contohnya produk dari IBM, Revlon, Sony, Toshiba, Samsung. – Private brand, merupakan jenis merek yang diberikan oleh pedagang perantara atau distributor produk-produk dari produsen lain untuk diperdagangkan, contohnya Oriflame, High Dessert. Universitas Kristen Petra 7 – Mixed brand, merupakan jenis merek dimana produsen menghasilkan produk dengan merek pabrik dan sebagai lagi dengan merek sendiri. Contohnya adalah Whirl Pool, Toto, American Standard (produk bath tub) yang memproduksi dan menjual produknya dengan merek pabrik maupun merek distributor. Sebuah merek yang baik tidaklah dibangun hanya semalam saja di benak konsumen, namun dibangun dengan jerih payah untuk memberinya kekuatan di pasar persaingan yang ada. Kekuatan merek terbesar adalah pada kemampuannya untuk mempengaruhi perilaku pembelian dari para konsumen targetnya (Ries dan Trout (1986:4).
