Menurut Aaker (1996, p. 121), langkah awal untuk bisa memahami branding harus menjelaskan terlebih dahulu konsep brand. “A brand is a distinguishing name or symbol designed to: identify the origins of a good or service, differentiate those goods or services from those of the competition, protect the consumer and producer from competitors who would attempt to provide products that appear to be identical. Nama adalah bagian dari merek yang mampu memberi tanda pada konsumen mengenai sumber produk, dan melindungi konsumen maupun produsen dari para kompetitor yang berusaha memberikan produk-produk yang tampak identik, sebagaimana dinyatakan oleh Aaker (1996, p.121), “Merek adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo, cap atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu, sehingga membedakannya dari barangbarang dan jasa yang dihasilkan oleh para kompetitor.” Oxford American Dictionary mendefinisikan brand sebagai : “a trademark, goods of a particular make : a mark of identification made with a hot iron, the iron used for this: a piece of burning or charred woods.” Menurut Kartajaya (2004:11): “merek bagi saya adalah indikator value yang ditawarkan kepada pelanggan. Merek merupakan aset yang menciptakan value bagi pelanggan dengan memperkuat kepuasan dan loyalitasnya..” American Marketing Association mendefinisikan brand sebagai : “name, term, sign, symbol, or design, or a combination of them intended to identify the goods or services of one seller or group of sellers and to differentiate them from those of competitors” (Kerin et al, p. 305). Menurut Kotler (2002:460), merek memiliki beberapa definisi yang dikaitkan dengan elemen-elemen sebagai berikut : Universitas Kristen Petra 6 – Atribut : merek mengingatkan pada atribut-atribut tertentu. Mercedes contohnya, memberi kesan mahal, dibuat dengan akurat dan presisi yang baik, tahan lama, dan bergengsi tinggi. – Manfaat : atribut perlu diterjemahkan menjadi manfaat fungsional dan emosional. Atribut “tahan lama” dapat diterjemahkan menjadi manfaat fungsional “saya tidak perlu membeli mobil dalam kurun waktu yang cukup lama”. Atribut “mahal” dapat diterjemahkan ke dalam manfaat emosional “mobil ini membuat saya merasa penting dan dihargai.” – Nilai : merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai produsen. Jadi, Mercedes berarti berkinerja tinggi, keamaanan, gengsi, dan lain-lain. – Budaya : merek juga mencerminkan kepribadian tertentu. Mercedes mencerminkan budaya Jerman yang terorganisir dengan baik, efisien, dan bermutu tinggi. – Kepribadian : merek juga mencerminkan kepribadian tertentu. Mercedes mencerminkan maskulinitas, ekstrovertisme, dan lain-lain. – Pemakai : merek juga menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan mobil tersebut. Kita dapat membayangkan pemakai Mercedes ini adalah seorang pria sukses pada puncak karirnya dan berumur kurang lebih 45 tahun.
