Pengertian Kapasitas Working Memory (skripsi dan tesis)

Memori memiliki keterbatasan pada durasi dan kapasitasnya pada saat
mengingat informasi baru, hal itu terjadi setelah adanya penundaan selama kurang
dari 1 menit (Cowan, 2005; Paas & Kester, 2006; Rose, 2004 dalam Matlin,
2009). Keterbatasan ini terjadi pada mental arithmetic, membaca kalimat yang
kompleks, bekerja dalam tugas reasoning, atau penyelesaian masalah yang
kompleks (Gathercole et al., 2006; Morisson, 2005 dalam Matlin, 2009).
Kapasitas working memory adalah kemampuan untuk menyimpan dan
mengolah informasi yang baru saja diterima (Baddeley, 2000). Kemampuan
mengingat berkaitan dengan kapasitas working memory. Working memory
berperan terutama pada tahap awal mempelajari sesuatu. Semakin tinggi kapasitas
working memory yang ditandai dengan rentang jumlah items yang dapat diingat
oleh seorang anak maka diprediksikan semakin baik prestasinya di sekolah (Stern,
2011). Anak yang memiliki masalah pada working memory mudah melupakan
informasi yang baru saja ia lihat atau dengar.
Berdasarkan pendekatan klasik pada working memory yang dilakukan oleh
Miller (1956) dalam buku Matlin (2009) tentang “Magical number seven” yang
menyebutkan adanya keterbatasan seseorang di dalam kapasitas pemrosesan
informasi, dia menambahkan bahwa seseorang dapat mengingat sebanyak 7 item )
kurang atau lebih 2 item) yaitu antara 5 dan 9 item. Selain itu, terdapat faktor
yang berpengaruh terhadap kapasitas working memory, yaitu pronounciation time
(waktu pelafalan) dan semantic similarity of the items (suara pada saat item itu
diterima).