Literasi keuangan mencakup banyak aspek yang perlu diukur.
Literasikeuangan telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir dan
mendapatkan perhatian yang lebih, khususnya pada negara-negara maju. Istilah
literasi keuangan adalah kemampuan seorang individu untuk mengambil
keputusan dalam hal pengaturan keuangan pribadinya. Chen dan Volpe (1998)
dalam Margaretha (2015) membagi literasi keuangan menjadi empat aspek,
yaitu:
a. Pengetahuan keuangan dasar (basic financial knowledge) yang mencakup
pengeluaran, pendapatan, aset, hutang, ekuitas, dan risiko. Pengetahuan
dasar ini biasanya berhubungan dengan pengambilan keputusan dalam
melakukan investasi atau pembiayaan yang bisa mempengaruhi perilaku
seseorang dalam mengelola uang yang dimiliki.
b. Simpanan dan pinjaman (saving and borrowing), merupakan produk
perbankan yang lebih dikenal sebagai tabungan dan kredit. Tabungan
merupakan sejumlah uang yang disimpan untuk kebutuhan di masa
depan. Seseorang yang memiliki pendapatan yang lebih tinggi
dibandingkan pengeluarannya akan cenderung menyimpan sisa uangnya
tersebut untuk kebutuhan di masa depan. Bentuk simpanan bisa berupa
tabungan dalam bank atau simpanan dalam bentuk deposito. Sedangkan
pinjaman (borrowing) atau disebut juga dengan kredit merupakan suatu
fasilitas untuk melakukan peminjaman uang dan membayarnya kembali
dalam jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
c. Proteksi atau asuransi (insurance) merupakan suatu bentuk perlindungan
secara finansial yang bisa dilakukan dalam bentuk asuransi jiwa, asuransi
properti, asuransi pendidikan, dan asuransi kesehatan. Tujuan dari
proteksi adalah untuk mendapatkan ganti rugi apabila terjadi hal yang
tidak terduga seperti kematian, kehilangan, kecelakaan, atau kerusakan.
Asuransi melibatkan pihak tertanggung untuk melakukan pembayaran
premi secara berkala dalam suatu waktu tertentu yang berguna sebagai
ganti polis yang menjamin perlindungan yang diperoleh oleh pihak
tertanggung.
d. Investasi merupakan suatu bentuk kegiatan penanaman dana atau aset
dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan di waktu yang akan
datang. Bentuk investasi bisa berupa aset riil (properti atau emas), aset
keuangan (saham, deposito, obligasi, dan aset keuangan lainnya), dan
lain-lain. Keuntungan dari tiap jenis investasi berbeda-beda dan masingmasing juga disertai dengan risiko investasi yang berbeda-beda. Menurut
hukum investasi yang ada, semakin tinggi risiko investasi semakin tinggi
keuantungan yang ditawarkan (high risk high return).
Dalam The Social Research Centre (2011) dinyatakan bahwa perilaku
yang terkait dengan uang dapat menjadi indikator literasi keuangan seseorang.
Dalam analisis ini ditemukaan 5 perilaku yang menjadi indikator diantaranya:
a. Menjaga catatan keuangan, misalnya selalu memantau saldo rekening
dan pengeluaran rumah tangga.
b. Perencanaan masa depan, termasuk perilaku seperti merencanakan
pendapatan saat masa pensiun, menggunakan konsultan keuangan, penggunaaan asuransi.
c. Memilih produk keuangan, misalnya memperluas pengetahuan produk
keuangan dan jasa keuangan untuk berbelanja.
d. Staying informed (selalu terdepan terhadap perkembangan informasi),
misalnya orang orang yang menggunakan informasi keuangan untuk
membuat keputusan.
e. Pengawasan keuangan termasuk hal-hal seperti pengendalian situasi
keuangan yang umum dan hutang dan kemampuan untuk menabung.
