Perilaku Individu dalam Perilaku Organisasi (skripsi dan tesis)

Perilaku individu dalam organisasi adalah bentuk interaksi antara
karakteristik individu dengan karakteristik organisasi. Setiap individu dalam
organisasi, semuanya akan berperilaku berbeda satu sama lain, dan perilakunya adalah ditentukan oleh masing-masing lingkungannya yang memang berbeda.
Individu membawa ke dalam tatanan organisasi kemampuan, kepercayaan pribadi, pengharapan kebutuhan dan pengalaman masa lalunya. Karakteristik yang dipunyai individu ini akan dibawanya manakala memasuki lingkungan baru yaitu oraganisasi atau yg lainnya. Organisasi juga merupakan suatu lingkungan yang mempunyai karakteristik seperti keteraturan yang diwujudkan dalam susunan hirarki, pekerjaan, tugas, wewenang, tanggung jawab, sistem penggajian, sistem pengendalian, dan sebagainya (Sopiah, 2008:44).
Perilaku individu juga dapat dipahami dengan mempelajari karakteristik
individu. Nimran (2009:45) menjelaskan karakteristik yang melekat pada individu yang terdiri dari ciri-ciri biografis, kepribadian, persepsi, sikap, kemampuan, dan belajar. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing karakteristik tersebut.
1. Ciri-ciri biografis adalah ciri-ciri yang melekat pada individu, antara lain:
umur, jenis kelamin, status perkawinan, jumlah tanggungan, dan masa kerja.
2. Kepribadian.

Robbins dalam Sopiah (2008:52) mengemukakan bahwa
kepribadian sebagai pengorganisasian yang dinamis dari sistem psikofisik
dalam diri individu yang menentukan penyesuaian diri dengan lingkungannya.
Dinyatakan pula bahwa kepribadian sebagai keseluruhan cara bagaimana
individu beraksi dan berinteraksi dengan orang lain. Adapun karakteristik
kepribadian yang popular diantaranya adalah agresif,malu, pasrah, malas,
ambisius, setia, dan jujur. Semakin konsisten karakteristik tersebut disaat
merepons lingkungan, hal itu menunjukkan faktor keturunan atas pembawaan (traits) merupakan faktor yang penting dalam membentuk kepribadian
seseorang.
3. Sikap (Attitude).

Sikap merupakan satu faktor yang harus dipahami kita dapat
memahami perilaku orang lain. Dengan saling memahami individu maka
organisasi akan dapat dikelola dengan baik. Definisi sikap dapat dijelaskan
dalam tiga komponen sikap, yaitu afektif, kognitif dan psikomotorik. Afektif
berkenaan dengan komponen emosional atau perasaan sesorang. Komponon
kognitif ini berkaitan dengan proses berfikir yang menekankan pada
rasionalitas dan logika. Komponen psikomotorik merupakan kecenderungan
seseorang dalam bertindak terhadap lingkungannya.
4. Kemampuan.

Yang dimaksud dengan istilah kemampuan adalah kapasitas
seseorang untuk melaksanakan beberapa kegiatan dalam satu pekerjaan.
Pencapaian tujuanorganisasi atau manajemen yang berhasil adalah
kemampuan seorang pemimpin untuk mengeksploitasikan kelebihan sebesarbesarnya dan menekankan kekurangannya dari berbagai orang untuk
bersama-sama meningkatkan produktifitas. Kategori dikelompokkan menjadi
dua yaitu kemampuan intelektual dan kemampuan phisik.Kemampuan
intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan
mental. Untuk mengungkap kemampuan ini digunakan tes IQ yang berusaha
mengeksplorasi dimensi kecerdasan numeris yaitu kemampuan berhitung
dengan cepat dan tepat, pemahaman verbal yaitu kemampuan memahami apa
yang dibaca dan didengar serta relasinya satu sama lain, kecepatan perseptual
yaitu kemampuan mengenali kemiripan dan beda visual dengan cepat dan
tepat, penalaran induktif yaitu kemampuan mengenali suatu urutan secara
logis dalam suatu masalah dan kemudian memecahkan masalah tersebut,
penalaran deduktif yaitu kemampuan menggunakan logika dan menilai
implikasi dari suatu argumen, visualisasi ruang yaitu kemampuan
membayangkan bagaimana suatu objek akan tampak seandainya posisinya
dalam ruang dirubah, ingatan (memory) yaitu kemampuan menahan dan
mengenang kembali pengalaman masa lalu. Untuk pekerjaan yang
memerlukan rutinitas tinggi dan tidak memerlukan intelektualitas tinggi, IQ
tinggi tidak ada relevansinya dengan kinerja. Namun pemahaman verbal,
kecepatan persepsi, visualisasi ruand dan ingatan banyak diperlukan di
berbagai bidang pekerjaan. Sehingga tes IQ tetap diperlukan. Kemampuan
fisik adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang
menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan keterampilan.Karyawan yang
mempunyai kemampuan intelektual dan fisiknya tidak sesuai dengan tuntutan
pekerjaan, sipastikan akan merupakan penghambat pencapaian tujuan kinerja
atau produktifitas. Seorang pilot misalnya harus berkualitas tinggi
kemampuan visualisasi ruangnya, penjagapantai harus kuat kemampuan
visualisasi dan koordinasi tubuhnya.
5. Persepsi.

Persepsi merupakan suatu proses memperhatikan dan menyeleksi, mengorganisasikan, dan menafsirkan stimulus lingkungan. Dia menambahkan bahwa ada sejumlah faktor yang mempengaruhi persepsi, diantaranya: ukuran, intensitas, frekuensi, kontras, gerakan, perubahan, baru, dan unik.

6 Belajar.

Skinner (2010:88) menjelaskan bahwa belajar merupakan suatu
proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara
progressif. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan
pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa
dimanapun ia berada.