Demikian pula, dengan rendahnya harga diri dipandang sebagai sinyal tingkat tertentu dari “pengecualian sosial”, merek terkenal dapat dipilih atau disukai sebagai cara bagi konsumen dengan harga diri rendah untuk mendapatkan persetujuan sosial (Giovannini et al., 2015).
Menurut penelitian (Peters et al., 2011) kebutuhan untuk memiliki harga diri tinggi yang membuat generasi Y konsumen lebih cenderung sadar merek. Kebutuhan konsumen generasi Y untuk harga diri dapat membantu pemasar untuk lebih memasarkan merek mereka ke kelompok konsumen ini. Pesan iklan yang menggunakan pendekatan peer-to-peer, akan mendukung hubungan yang kuat antara kebutuhan harga diri dan kesadaran merek yang tinggi.
