Uji Normalitas (skripsi dan tesis)

Uji normalitas berguna pada tahap awal dalam metode pemilihan analisis data. Jika data normal, maka digunakan statistik parametrik dan jika data tidak normal digunakan statistik nonparametrik. Tujuan uji normalitas data ini adalah untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Pengujian ini diperlukan karena untuk melakukan uji t dan uji F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal (Drapper dan Smith, 1992). Untuk pengujian normalitas, pada pengujian ini dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov Smirnov. Uji Kolmogorov-Smirnov menggunakan hipotesis:
Ho : Data residual berdistribusi norma
l H1 : Data residual tidak berdistribusi normal
Konsep dasar dari uji normalitas Kolmogorov Smirnov adalah dengan membandingkan distribusi data (yang akan diuji normalitasnya) dengan distribusi normal baku. Distribusi normal baku adalah data yang telah ditransformasikan ke dalam bentuk Z-Score dan diasumsikan normal. Jadi sebenarnya uji Kolmogorov Smirnov adalah uji beda antara data yang diuji normalitasnya dengan data normal baku. Seperti pada uji beda biasa, jika signifikansi di bawah 0,05 berarti terdapat perbedaan yang signifikan dan jika signifikansi di atas 0,05 maka tidak terjadi perbedaan yang signifikan. Penerapan pada uji Kolmogorov Smirnov adalah bahwa jika signifikansi di bawah 0,05 dengan α = 5% berarti data yang akan diuji mempunyai perbedaan yang signifikan dengan data normal baku, berarti data 9 tersebut tidak normal (H1 diterima ). Lebih lanjut, jika signifikansi di atas 0,05 dengan α = 5% maka berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara data yang akan diuji dengan data normal baku, artinya data yang kita uji normal (H0 diterima).