Kinerja keuangan bank merupakan bagian dari kinerja bank secara keselurah. Kinerja (Performance) bank secara keseluruhan merupakan gambaran prestasi yang dicapai bank dalam operasionalnya, baik menyangkut aspek keuangan, pemasaran, penghimpunan dan penyaluran dana, teknologi maupun sumber daya manusia. Penilaian aspek penghimpunan dana dan penyaluran dana dan penyaluran dana merupakan kinerja keuangan yang berkaitan dengan peran bank sebagai lembaga intermediasi. (Abdullah, 2003:108) Berkaitan dengan analisis kinerja keuangan bank menyangkut beberapa tujuan : a. Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan keuangan bank terutama kondisi likuiditas, kecukupan modal dan profitabilitas yang dicapai dalam tahun berjalan maupun tahun sebelumnya. b. Untuk mengetahui kemampuan bank dalam mendayagunakan semua asset yang dimiliki dalam menghasilkan profit secara efisien. Menurut Munawir (2007:31) juga menjelaskan dari hasil kinerja dapat diperoleh data yang akan mendukung keputusan yang akan diambil. Kinerja juga berguna dalam perumusan pertimbangan tentang efektivitas perusahaan atau koperasi dalam memanfaatkan tambahan sumber dayanya. Analisis dari sisi kinerja keuangan akan memberikan hasil berupa pendekatan secara matematik. Menurut Warsono (2003:24), baik buruknya suatu bank dapat dilihat dari kinerjanya yang tergambar dalam laporan keuangan. Untuk itu perlu dilakukan penilaian tersebut dapat dilakukan dengan berbagai macam metode analisis. Metode analisi laporan keuangan yang dapat digunakan anatara lain : analisis rasio keuangan, analisis rasio keuangan yang dimodifikasi, analisis nilai tambah pasar (Market Value Added/ MVA), analisis nilai tambah ekonomis (economic value added/ EVA), analisis 11 capital, asset, management, equity and liquidity (CAMEL), dan Balnced Scored (BSC)
