Konsep diri negatif (skripsi dan tesis)

Menurut Calhoun & Acocella (1990: 73), konsep diri negatif merupakan “perasaan yang negatif tentang dirinya”. Ia merasa pribadinya tidak cukup baik daripada orang lain. Hal ini terjadi karena individu menghadapi informasi tentang dirinya yang tidak dapat diterima dengan baik oleh dirinya. Calhoun & Acocella (1990: 73) berpendapat, bahwa “konsep diri negatif dapat mengakibatkan depresi atau kecemasan dan kekecewaan emosional”. Konsep diri negatif menurut Calhoun & Acocella (1990: 72) dibagi menjadi dua tipe yaitu tipe orang yang memilliki pandangan tentang dirinya sendiri yang benar-benar tidak teratur dan tipe orang yang kaku. Tipe orang yang tidak teratur mempunyai ciri-ciri yaitu
(1) tidak memiliki perasaan kestabilan dan keutuhan diri,
(2) tidak tahu siapa diri sendiri,
(3) tidak tahu apa kelemahan dan kekuatan diri, dan
(4) tidak tahu apa yang dihargai dalam dirinya.
Sedangkan tipe kaku mempunyai ciri-ciri yaitu terlalu stabil dan terlalu teratur. Artinya individu menciptakan konsep diri yang tidak mengizinkan adanya penyimpangan dalam hidupnya. Hal ini terjadi karena ada kemungkinan didikan orang tua yang terlalu keras.
Menurut Wiliam D. Brooks dan Philip Emmert (dalam Jalaluddin Rakhmat, 2012: 103), ada empat tanda seseorang yang mempunyai konsep diri negatif, antara lain sebagai berikut.
 a) Menganggap bahwa kritik sebagai alat untuk menjatuhkan harga dirinya. Orang yang mempunyai konsep diri negatif cenderung tidak menyukai dialog terbuka.
b) Responsif sekali terhadap pujian
 c) Bersikap hiperkritis terhadap orang lain. Ia tidak sanggup menyampaikan penghargaan dan mengakui kelebihan orang lain.
 d) Cenderung merasa tidak disenangi orang lain. Ia merasa tidak diperhatikan.
 e) Bersikap pesimis terhadap kompetisi. Misalnya ia tidak mau bersiang dengan orang lain dalam hal prestasi.
Berdasarkan uraian ciri-ciri orang yang memiliki konsep diri negatif di atas dapat disimpulkan bahwa orang yang memiliki konsep diri negatif adalah orang yang tidak tahu kekurangan maupun kelebihan dirinya. Ia menganggap informasi tentang dirinya yang diterima dari orang lain merupakan ancaman terhadap dirinya, sehingga ia akan diliputi kecemasan.