Berzonsky (dalam Rahmaningsih, 2014) mengemukakan bahwa aspekaspek konsep diri meliputi:
a. Aspek fisik (physical self)
Penilaian individu terhadap segala sesuatu yang dimiliki individu seperti
tubuh, pakaian, benda miliknya, dan sebagainya. Seperti contohnya apakah
individu merasa puas atau tidak dengan apa yang dimiliki oleh individu
tersebut.
b. Aspek sosial (sosial self)
Bagaimana peranan sosial yang dimainkan oleh individu dan sejauh mana
penilaian individu terhadap perfomannya. Seperti peranan individu dalam
lingkup peran sosialnya dan penilaian individu terhadap peran tersebut.
c. Aspek moral (moral self)
Merupakan persepsi individu mengenai dirinya dilihat dari standar
pertimbangan nilai moral dan etika. Menyangkut kepuasan hidup akan nilainilai keagamaan dan moral yang dipegangnya yang menyangkut atasan baik
dan buruk.
d. Aspek psikis (psychological self)
Aspek psikis meliputi pikiran, perasaan, dan sikap-sikap individu terhadap
dirinya sendiri. Bagaimana individu akan berpikir tentang dirinya sndiri dan
juga melihat bagaimana sikap-sikap individu sendiri.
Selanjutnya, aspek-aspek konsepdiri dikemukakan oleh Fitts (dalam
Burns, 1979), yaitu:
a. Diri fisik (physical self)
Aspek ini menggambarkan bagaimana individu memandang kondisi
kesehatannya, badannya, dan penampilan fisiknya. Indivu mampu menerima
kondisi fisiknya.
b. Diri moral-etik (moral-ethical self)
Aspek ini menggambarkan bagaimana individu memandang nilai- nilai moraletik yang dimilikinya. Hal tersebut meliputi sifat – sifat baik atau sifat – sifat jelek yang dimiliki induvidu tersebut dan penilaian dalam hubungannya
dengan Tuhan-nya.
c. Diri sosial (sosial self)
Aspek ini mencerminkan sejauh mana perasaan yang dimiliki indivu mampu
dan berharga dalam lingkup interaksi sosial dengan orang lain. Indivu merasa
mampu untuk berinteraksi dengan cara yang dimilikinya sendiri tanpa ada
perasaan cemas.
d. Diri pribadi (personal self)
Aspek ini menggambarkan perasaan mampu sebagai seorang pribadi, dan
evaluasi terhadap kepribadiannya atau hubungan pribadinya dengan orang
lain. Individu merasa dapat menilai diri sendiri dengan positif.
e. Diri keluarga (family self)
Aspek ini mencerminkan perasaan berarti dan berharga dalam kapasitasnya
sebagai anggota keluarga. Dukungan dari anggota keluarga dapat membantu
individu untuk lebih dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Berdasarkan pada uraian di atas dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek
konsep diri menurut Berzonsky (dalam Rahmaningsih, 2014) yaitu fisik (physical self), sosial (sosial self), aspek moral (moral self), dan psikis (psychological self), sedangkan aspek-aspek konsep diri menurut Fitts (dalam Burns, 1979) yaitu diri fisik (physical self), diri moral-etik, (moral-ethical self), diri sosial (sosial self), diri pribadi (personal self) dan diri keluarga (family self
