Pengaruh Biaya Pencegahan terhadap Efisiensi Biaya Produksi (skripsi dan tesis)

William K. Carter dialih bahasakan oleh Krista (2013:221) mengatakan bahwa : “Pendekatan paling baik untuk perbaikan mutu adalah untuk berkonsentrasi pada pencegahan yaitu mencari penyebab-penyebab dari pemborosan dan inefesiensi, kemudian mengembangkan rencana sistematis untuk menghilangkan penyebab-penyebab tersebut. Pendekatan mutu ini didasarkan pada keyakinan bahwa dengan meningkatnya biaya pencegahan, akan lebih sedikit produk defektif yang dihasilkan, dan biaya mutu secara total akan menurun.” Garrison Norren dan Brewer dalam Kartika dewi (2013:80) mengemukakan bahwa: “Cara paling efektif untuk meminmumkan biaya kualitas tetapi tetap mempertahankan kualitas yang tinggi adalah menghindari masalah berkaitan dengan kualitas sedini mungkin. Inilah tujuan dari biaya pencegahan. Biaya pencegahan (preventive cost) berkaitan dengan aktivitas untuk mengurangi jumlah produk atau jasa yang cacat. Perusahaan akan mengeluarkan biaya yang jauh lebih rendah apabila terjadinya cacat dibandingkan dengan menemukan dan memperbaiki cacat yang telah terjadi.”

Teori ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Dwi Pratiwi Bawon, Jullie J. Shondak dan Lidia Mawikere (2013) yang menyatakan bahwa dengan perusahaan melakukan pencegahan terhadap timbulnya produk cacat dengan melakukan pengujian awal dan evaluasi pemasok, maka diharapkan biaya kegagalan dapat ditekan. Hal ini membuat biaya produksi menjadi lebih efisien, karena perusahaan tidak perlu mengerjakan ulang produk cacat, sehingga bahan baku dan tenaga kerja yang ada dapat digunakan seefisien mungkin. Berdasarkan beberapa uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa. Biaya pencegahan berpengaruh terhadap efisiensi biaya produksi. Biaya pencegahan akan meminimalisir terjadinya kegagalan produk dan mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperbaiki kegagalan produk. Dengan meningkatnya biaya pencegahan akan meningkatkan juga kualitas produk.  Meningkatnya kualitas produk dapat mengurangi biaya produksi yang berdampak pada makin turunnya biaya produksi sehingga biaya produksi menjadi efisien dan pada akhirnya laba dapat meningkat.