Jenis Wawancara (skripsi dan tesis)

  1. Wawancara Terstruktur

Wawancara ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. Setiap responden diberi pertanyaan sama, dan pengumpul data mencatatnya. Dalam melakukan wawancara, selain harus membawa instrumen sebagai pedoman untuk wawancara, maka pengumpul data juga dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar.

  1. Wawancara Tidak Terstruktur

Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Jenis wawancara ini sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau penelitian yang lebih mendalam tentang responden. Dalam penelitian pendahuluan, peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada obyek, sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti. Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan ceritera responden.

Pengertian Wawancara (skripsi dan tesis)

 

Wawancara menurut Satori & Komariah (2011: 130) adalah suatu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung melalui percakapan atau tanya jawab. Sugiyono (2010: 194) menjelaskan bahwa wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya kecil/sedikit. Teknik pengumpulan data mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Dalam Sugiyono (2010: 194), wawancara dibedakan menjadi wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur.

Teknik pengumpulan data dengan wawancara biasa digunakan pada penelitian kuantitatif, kualitatif, dan pengembangan. Wawancara lebih sering digunakan dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, wawancara lebih sering digunakan untuk studi pendahuluan dalam menemukan permasalahan yang akan diteliti. Dalam penelitian kualitatif, wawancara bersifat mendalam, karena ingin mengeksplorasi informasi secara holistik dan jelas dari informan.

Wawancara dalam penelitian kualitatif meliputi wawancara mendalam dan wawancara bertahap. Wawancara mendalam dilakukan dalam konteks observasi partisipasi. Peneliti terlibat secara intensif dengan setting penelitian terutama pada keterlibatannya dengan kehidupan informan (Satori & Komariah, 2011: 130). Selanjutnya Satori dan Komariah juga menjelaskan bahwa wawancara bertahap adalah wawancara yang mana peneliti melakukannya dengan sengaja dating berdasarkan jadwal yang ditetapkan sendiri untuk melakukan wawancara dengan informan dan peneliti tidak sedang observasi partisipasi. Sifat wawancara tetap mendalam, tetapi dipandu oleh pertanyaan-pertanyaan pokok.

Format Kuesioner (skripsi dan tesis)

Emory (1995) dalam bukunya Husein Umar (2005) komponen inti kuesioner menurut Emory, ada 4 komponen inti dari sebuah kuesioner yaitu :
a. Adanya subyek, yaitu individu atau lembaga yang melaksanakan riset
b. Adanya ajakan, yaitu permohonan dari peneliti kepada responden untuk turut serta mengisi secara aktif dan obyektif pertanyaan maupun pernyataan yang tersedia. Dalam kata pengantar, peneliti harus menjelaskan secara ringkas tujuan dan kegunaan penelitian, serta harapan atau permintaan
yang khusus ditujukan kepada responden.
c. Adanya petunjuk pegisian kuesioner, dimana petunjuk yang tersedia harus mudah di mengerti.
d. Adanya pertanyaan maupun pernyataan dan tempat mengisi jawaban, baik secara tertutup, semi tertutup ataupun terbuka. Dalam membuat pertanyaan yang berkaitan dengan variabel utama penelitian dan jangan lupa memberikan isian untuk identitas responden agar peneliti mengetahui karakteristik biografik, demografik, atau social responden penelitian . Walau pada awalnya hanya sekedar bersifat informatif, namun seringkali bisa digunakan sebagai bahan analisis

Jenis Skala Kuisioner (skripsi dan tesis)

1 Skala Likert
Skala Likert adalah suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuesioner, dan
merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei. Sewaktu menanggapi
pertanyaan dalam skala Likert, responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu
pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia.Ada dua bentuk pertanyaan yang
menggunakan Likert yaitu pertanyaan positif untuk mengukur minat positif , dan bentuk pertanyaan
negatif untuk mengukur minat negatif. Pertanyaan positif diberi skor 5, 4, 3, 2, dan 1; sedangkan bentuk
pertanyaan negatif diberi skor 1, 2, 3, 4, dan 5. Biasanya disediakan lima pilihan skala dengan format
seperti:
1. Sangat Tidak Setuju (STS)
2. Tidak Setuju (TS)
3. Netral atau Biasa (B)
4. Setuju (S)
5. Sangat setuju (SS)
Penskalaan ini apabila dikaitkan dengan jenis data yang dihasilkan adalah data Ordinal. Selain
pilihan dengan lima skala seperti contoh di atas, kadang digunakan juga skala dengan tujuh atau
sembilan tingkat. Suatu studi empiris menemukan bahwa beberapa karakteristik statistik hasil kuesioner
dengan berbagai jumlah pilihan tersebut ternyata sangat mirip.

2 Skala Guttman
Skala Guttman yaitu skala yang menginginkan jawaban tegas seperti jawaban benar-salah, yatidak, pernah – tidak pernah.Untuk jawaban positif seperti setuju, benar, pernah dan semacamnya diberi
skor 1; sedangkan untuk jawaban negatif seperti tidak setuju, salah, tidak, tidak pernah, dan
semacamnya diberi skor 0. Dengan skala ini, akan diperoleh jawaban yang tegas yaitu Ya – Tidak,
Benar – Salah dan lain-lain. Skala ini dapat pula dibentuk dalam bentuk checklist atau pilihan
ganda.Skor 1 untuk skor tertinggi dan skor 0 untuk terendah.

3 Skala Rating
Skala rating adalah data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan dalam
pengertian kualitatif.
Contoh :
Seberapa baik televisi merek X?
Berilah jawaban angka :
4 bila produk sangat baik
3 bila produk cukup baik
2 bila produk kurang baik
1 bila produk sangat tidak baik
1.3.4 Skala Semantik Defferensial
Skala defferensial yaitu skala untuk mengukur sikap dan lainnya, tetapi bentuknya bukan pilihan
ganda atau checklist tetapi tersusun dalam satu garis kontinum.Skala Semantik defferensial disusun
dalam suatu garis dimana jawaban sangat positif terletak dibagian kanan garis, sedangkan jawaban
sangat negatif terletak dibagian kiri garis atau sebaliknya.
Data yang diperoleh adalah data interval dan baisanya skala ini digunakan untuk mengukur
sikap/karakteristik tertentu yang dipunyai oleh seseorang.Responden dapat memberi jawaban pada
rentang jawaban yang positif sampai dengan negatif

Kelebihan dan Kekurangan Kuesioner Dengan Jawaban Tertutup (skripsi dan tesis)

Salah satu keuntungannya untuk kuesioner ini adalah sebagai berikut:
i. Jawaban-jawaban bersifat standar dan bisa dibandingkan dengan jawaban orang lain;
ii. Jawaban-jawabannya jauh lebih mudah dikoding dan dianalisis, bahkan sering secara langsung dapat dikoding dari pertanyaan yang ada, sehingga hal ini dapat menghemat tenaga dan waktu;
iii. Responden lebih merasa yakin akan jawaban-jawabannya, terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak yakin;
iv. Jawaban-jawaban relatif lebih lengkap karena sudah dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti; dan
v. Analisis dan formulasinya lebih mudah jika dibandingkan dengan model kuesioner dengan
jawaban terbuka
Meskipun demikian, ada juga kelemahannya, yakni:
i. Sangat mudah bagi responden untuk menebak setiap jawaban, meskipun sebetulnya mereka tidak memahami masalahnya;
ii. Responden merasa frustrasi dengan sediaan jawaban yang tidak satu pun yang sesuai dengan keinginannya;
iii. Sering terjadi jawaban-jawaban yang terlalu banyak sehingga membingungkan responden untuk memilihnya;
iv. Tidak bisa mendeteksi adanya perbedaan pendapat antara responden dengan peneliti karena responden hanya disuruh memilih alternatif jawaban yang tersedia.

Jenis-Jenis Variabel (skripsi dan tesis)

Sekaran (1992) membagi variabel menjadi 4 jenis berdasarkan hubungan antar variabelnya sebagai berikut :
1) Variabel dependen (variabel kriteria): merupakan variabel yang menjadi fokus utama untuk menjelaskan atau memprediksikan variabilitas variabel dependen. Melalui analisis terhadap variabel dependen, dapat ditemukan jawaban atau solusi dari suatu masalah.
2) Variabel independen (variabel penduga): merupakan variabel yang mempengaruhi variabel dependen secara negatif ataupun positif. Apabila variabel independen muncul, maka variabel dependen juga akan muncul. Naik turunnya nilai variabel independen akan menyebabkan naik
turunnya nilai variabel dependen.
3) Variabel moderator: merupakan variabel yang memiliki pengaruh kontingen yang kuat terhadap hubungan variabel independen – variabel dependen. Keberadaan variabel moderator akan memodifikasi hubungan yang diharapkan dari variabel independen dan variabel dependen. Pada
kasus lain, hubungan antara variabel independen dan variabel dependen akan terjadi dengan adanya variabel moderator.
4) Variabel intervening: merupakan variabel yang muncul diantara waktu munculnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Variabel intervening merupakan fungsi dari variabel independen, yang membantu menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen.

Perceptual Mapping (Pemetaan Persepsi) (skripsi dan tesis)

Pemetaan persepsi adalah salah satu cara untuk menampilkan atau
membuat grafik, dalam dua atau lebih dimensi, dari lokasi-lokasi produk, merekmerek atau kelompok-kelompok produk dalam benak pelanggan. Pemetaan persepsi adalah diagram yang menggambarkan persepsi konsumen, biasanya dalam dua dimensi dan tiga dimensi sehingga manajer dapat dengan mudah mengetahui dimana mereknya diposisikan dalam benak konsumen dan dalam hubungannya dengan merek lain.
Menurut Ratnawati (2004:37), pemetaan persepsi (perceptual mapping)
menunjukan tempat dimana konsumen lebih suka menempatkan produk sesuai dengan yang mereka rasakan. Dengan peta persepsi, tiap-tiap merek atau produk menempati tempat (titik) khusus. Produk atau merek yang memiliki kesamaan akan saling berdekatan, sedangkan yang memiliki banyak perbedaan akan berjauhan. Schiffman dan Kanuk (2002:165) berpendapat, “ Suatu teknik pemetaan persepsi dapat membantu pemasar untuk mengetahui produk atau jasa yang ditawarkan pada konsumen dalam hubungannya untuk suatu persaingan merek atau karakteristik lain yang lebih relevan”.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa dari masing-masing persepsi
dipilah-pilah dalam suatu peta untuk dapat dilihat apa yang mempengaruhi
kapasitas penjualan dan peluang terjadinya persaingan yang sangat menonjol atau ketat.

Macam-Macam Atribut Produk (skripsi dan tesis)

Menurut Kotler dan amstrong (1997:279) dalam permanasari (2009),
manfaat suatu produk disampaikan dan dikomunikasikan oleh atribut produk dan keputusan mengenai atribut tersebut amat mempengaruhi reaksi konsumen terhadap suatu produk. Atribut-atibut produk yang dimaksud adalah :
a. Mutu Produk
Mutu adalah salah satu alat penting bagi pemasar untuk menetapkan posisi.
Mutu mempunyai dua dimensi, yaitu tingkat dan konsistensi. Ketika
mengembangkan suatu produk, pemasar mula-mula harus memilih tingkat
mutu yang akan mendukung posisi produk di pasar sasaran. Di sini, mutu
produk berarti kemampuan produk untuk melaksanakan fungsinya. Termasuk
didalamnya keawetan, keandalan, ketepatan, kemudahan dipergunakan dan
diperbaiki, serta atribut bernilai yang lain. Walaupun beberapa dari atribut ini
dapat diukur secara obyektif dari sudut pandang pemasaran, mutu harus diukur dari persepsi pembeli.
b. Sifat-Sifat Produk
Suatu produk dapat disampaikan dengan berbagai sifat. Sebuah model
“polos”, produk tanpa tambahan apapun, merupakan titik awal. Perusahaan
dapat menciptakan model dari tingkat lebih tinggi dengan menambahkan
beberapa sifat. Sifat adalah alat bersaing untuk membedakan produk
perusahaan dengan produk pesaing. Menjadi produsen pertama yang
memperkenalkan sifat baru yang dibutuhkan dan dinilai tinggi oleh pelanggan
adalah salah satu cara paling efektif untuk bersaing.
c. Rancangan Produk
Cara lain menambah nilai bagi pelanggan adalah lewat rancangan produk yang
membedakan. Perusahaan yang tidak memberikan “sentuhan desain” pada
produknya akan membuat produk tersebut tidak menarik atau terlihat biasa
dibandingkan produk-produk pesaing dengan rancangan yang lebih baik.
Berdasarkan wujudnya, atribut produk terdiri dari 2 jenis, yaitu :
a. Atribut yang berwujud (tangiable)
Adalah sesuatu ciri produk yang bewujud, contohnya harga, kemasan,
kualitas, desain produk,label dan warna.
b. Atribut yang tidak berwujud (intangiable)
Adalah ciri suatu produk yang tidak berwujud, contohnya nama baik dan
popularitas dari perusahaan penghasil produk tersebut. Seringkali atribut yang
tidak berwujud juga terdapat pada pandangan atau image konsumen terhadap
merek yang diberikan perusahaan.

Definisi Atribut Produk (skripsi dan tesis)

Kotler (2002:72) menyatakan bahwa “atribut produk adalah suatu
komponen yang merupakan sifat-sifat produk yang menjamin agar produk
tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang diterapakan oleh
pembeli”. Dengan adanya atribut yang melekat pada suatu produk, konsumen dapat menilai dan mengukur kesesuaian karakteristik produk dengan kebutuhan dan keinginan. Bagi perusahaan, dengan mengetahui atribut-atribut apa saja yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian maka dapat ditentukan strategi untuk mengembangkan dan menyempurnakan produk agar lebih memuaskan konsumen.

Kesalahan-kesalahan Positioning (skripsi dan tesis)

 

Menurut Kotler (2004:343) kesalahan-kesalahan dalam melakukan positioning adalah sebagai berikut :

  1. Penentuan posisi yang kurang (Underpositioning)

Produk tersebut tidak memiliki posisi yang jelas sehingga di anggap sama saja

dengan kerumunan produk lainnya di pasar. Masalahnya konsumen tidak bisa

membedakan dengan merek lainnya.

  1. Penentuan posisi yang berlebihan (Overpositioning)

Pemasar terlalu sempit memposisikan produknya sehingga mengurangi minat

konsumen yang masuk dalam segmen pasarnya.

  1. Penentuan posisi yang membingungkan (Confused Positioning)

Pemasar terlalu banyak menekankan atribut yang terlalu banyak pada

produknya sehingga konsumen mengalami keraguan.

  1. Penentuan posisi yang meragukan (Doubtful Positioning)

Positioning diragukan kebenarannya karena tidak didukung bukti yang

memadai. Konsumen tidak percaya karena selain tidak didukung bukti yang

kuat atau marketing mix yang ditetapkan tidak konsisten dengan keberadaan

produk.

 

Dasar Positioning (skripsi dan tesis)

Perusahaan menggunakan berbagai dasar dalam melakukan positioning,
antara lain : (Lamb, et.al. 2003:309).
a. Atribut. Sebuah produk dikaitkan dengan satu atribut, ciri produk atau
manfaatnya bagi konsumen. Sepatu Rocksport selalu diposisikan sebagai
merek sepatu yang menyenangkan, yang tersedia dalam bermacam – macam
merek, mulai dari sepatu bekerja sampai ke sepatu santai.
b. Harga dan kualitas. Dasar positioning dapat menekankan pada harga yang
tinggi sebagai tanda kualitas atau menekankan pada harga yang rendah
sebagai indikasi nilai. Neimus Marcus menggunakan strategi harga tinggi;
22
Kmart sukses mengikuti harga rendah dan nilai. Cunard yaitu perusahaan
Inggris yang bergerak di bidang pelayaran yang mengalami kegagalan pada
masa – masa sulit ini, telah mampu bangkit kembali dengan mereposisi
mereknya untuk bersaing dalam pasar kelas atas. Perusahaan tersebut
meliputi identitas perusahaan yang baru, serangkaian iklan yang elegan, dan
peningkatan jasa pelanggan.
c. Pemakaian atau implikasi. Selama beberapa tahun yang lalu, perusahaan jasa telepon AT&T dalam iklannya menekankan pada komunikasi dengan orang yang dikasihi, dengan kata – kata “Menjangkau dan Menyentuh Seseorang”. Penekanan pada pemakaian atau implikasi dapat efektif dalam memposisikan produk tersebut pada pembeli. Slogan iklan “Jus Jeruk tidak hanya untuk sarapan saja” merupakan suatu upaya untuk mereposisi produk, dalam pengertian waktu dan tempat pemakaian, sebagai minuman di segala suasana.
d. Pemakai produk. Dasar positioning terletak kepribadian atau tipe para
pemakai. Zale Corporation memiliki beberapa konsep toko perhiasannya,
masing – masing diposisikan untuk pemakai yang berbeda – beda. Toko Zale
membidik konsumen menengah dengan gaya tradisional. Toko Gordon milik
mereka menampilkan gaya kontemporer untuk menarik para pelanggannya
yang berumur lebih tua. Guild diposisikan untuk konsumen kelas atas dengan
usia lima puluh tahunan.
e. Kelas produk. Tujuan disini adalah untuk memposisikan produk tersebut
sebagai produk yang berkaitan dengan kategori produk tertentu. Misalnya,
memposisikan merek margarin dengan mentega.
f. Pesaing. Positioning terhadap para pesaing merupakan bagian dari setiap
strategi positioning. Avis, perusahaan penyewaan mobil, memposisikan
dirinya sebagai nomor dua untuk menjelaskan posisinya di hadapan para
pesaing tertentu.

Posisi Produk (Product Positioning) (skripsi dan tesis)

Banyaknya informasi yang ada mengenai suatu produk dan jasa tertentu
membuat konsumen tidak dapat mengevaluasi ulang produk setiap mereka harus membuat keputusan untuk membeli. Maka untuk menyederhanakan proses pembelian konsumen mengorganisasikan produk menjadi kategori dengan memposisikan produk, jasa dan perusahaan dalam ingatan mereka. Menurut Kotler (2004:184), “Product positioning (posisi produk) adalah cara produk ditetapkan oleh konsumen berdasarkan beberapa atribut penting dan tempat yang diduduki produk dalam ingatan konsumen dalam hubungannya dengan produk pesaing”.
Posisi suatu produk adalah perangkat kompleks dari persepsi, kesan dan
perasaan yang diingat konsumen untuk suatu produk dibandingkan dengan produk pesaing. Dan pemasar harus dapat merencanakan posisi produk agar memberikan manfaat besar bagi produknya. Menurut Kotler (2004:184), ada tiga langkah dalam memposisikan suatu produk, yaitu :
a. Perusahaan harus menentukan perbedaan produk, jasa dan citra terhadap
pesaingnya.
Diferensiasi produk, misalnya desain dan rancangan produk, keawetan produk,
kinerja, sifat produk. Contohnya Volvo menawarkan keamanan yang baru dan
lebih baik. Diferensiasi jasa, misalnya waktu penyerahan yang cepat, jasa
pemasangan dan perbaikan yang bermutu tinggi dan juga jasa konsultasi
gratis. Contohnya adalah GE (General Electric) tidak hanya menjual dan
memberikan jasa pemasangan produk tetapi juga memberikan jasa pelatihan
kepada pelanggan untuk mengoperasikan produknya.Diferensiasi personil,
misalnya keramahan, kehormatan, kesopanan, pengetahuan yang luas, dan
profesional dari karyawan. Contohnya pramugari dan pramugara Singapore
Airlines terkenal dengan keramahannya, dan juga IBM mempunyai karyawan
yang professional dan berpengetahuan luas. Diferensiasi citra, misalnya
simbol atau logo, mutu produk,promosi, dan mutu kemasan. Contohnya citra
darisuatu produk makanan beku hilang karena produknya sering diobral.
b. Memilih keunggulan bersaing yang tepat, dimana untuk itu perlu mengetahui
berapa banyak perbedaan yang akan dipromosikan dan perbedaan mana yang
akan dipromosikan. Suatu perbedaan dikatakan bernilai bila memenuhi kriteria
berikut :
1) Penting : perbedaan memberikan suatu manfaat yang sangat bernilai bagi
pembeli sasaran.
2) Khas : pesaing tidak menawarkan perbedaan itu, atau perusahaan dapat
menawarkan dengan cara yang lebih khas.
3) Superior : perbedaan itu superior terhadap cara lain yang mungkin
memberikan manfaat yang sama kepada pelanggan.
4) Dapat dikomunikasikan : perbedaan itu dapat dikomunikasikan dan dapat
dilihat oleh pembeli.
5) Mendahului : pesaing tidak dapat meniru perbedaan itu.
6) Terjangkau harganya : pembeli dapat membayar perbedaan itu.
Mendatangkan laba : perusahaan dapat memperkenalkan produk itu dan
meraih laba.
c. Mengkomunikasikan kepada pasar sasarannya, bagaimana perusahaan
berbeda dari pesaingnya. Untuk dapat menghasilkan strategi pemosisian yang
baik memang lebih mudah dibandingkan dengan pelaksanaannya. Menetapkan
suatu posisi atau mengubah posisi biasanya membutuhkan waktu yang cukup
lama, sebaiknya posisi yang sudah dibina bertahuntahun dapat hilang dengan
cepat. Maka dari itu, setelah perusahaan berhasil membangun posisi yang
dikehendaki, perusahaan harus mampu mempertahankan, menjaga posisi itu
lewat prestasi dan komunikasi yang konsisten

Proses Positioning (Positioning Process) (skripsi dan tesis)

Setelah pemasar memutuskan untuk menawarkan produk pada pasar sasaran maka ada beberapa tahapan positioning yang diterapkan. Menurut Walker, Boyd dan Larrache (dalam Kasali Rhenald ,2005:199), terdapat delapan tahapan untuk melakukan positioning yang dapat dilakukan, yaitu :
a. Mengidentifikasi hal-hal yang berhubungan dengan produk-produk yang
bersaing (Identifying a relevant set of competitive products).
Tahap ini berkaitan dengan mengidentifikasi himpunan produk yang relevan.
Analisis penentuan posisi dilakukan pada kategori produk (product category)
atau tingkat merek (level brand). Jika kategori produk, analisis ini menelaah
persepsi konsumen mengenai jenis-jenis produk yang mereka anggap sebagai
subtitusi untuk memuaskan kebutuhan dasar yang sama. Jika tingkat merek,
pemasar perlu mengetahui bagaimana mereknya dilihat dibandingkan merek
pesaing. Analisis tingkat merek ini sangat berguna bagi pemasar untuk
memahami kekuatan dan kelemahan kompetitif merek dan untuk menentukan apakah merek itu seharusnya diposisikan kembali untuk mendeferensiasi dan memperkuat posisi.
b. Mengidentifikasi atribut penentu (Identify a set of determinant attribute)
Pemasar seharusnya menggunakan atribut penentu untuk mendefinisikan
ruang produk dalam analisis penentuan posisi. Pertanyaannya adalah,
bagaimana pemasaran dapat mengetahui dimensi produk manakah yang
merupakan atribut penentu. Hal ini tergantung pada teknik analisis yang
digunakan pemasar. Memilih teknik statistik yang tepat dapat membantu
pemasar menentukan apakah atribut yang penting benar-benar merupakan
penentu dalam membimbing pilihan pelanggan.
c. Menentukan persepsi konsumen (Determining consumers perception)
Para pemasar bisa menggunakan beberapa teknik untuk mengumpulkan dan
menganalisis persepsi pelanggan tentang penentuan posisi kompetitif produk
atau merek alternatif. Ini mencakup analisis faktor, analisis diskriminan,
model-model gabungan multiatribut dan penentuan skala multidimensi.
d. Menganalisis intensitas posisi produk sekarang (Analyzing the intensity of a
product’s current position)
Posisi suatu merek lenyap dari benak konsumen atau bervariasi dalam
intensitasnya. Merek yang tidak diketahui konsumen tidak dapat menempati
posisi dalam benak konsumen. Jadi langkah awal dalam memperoleh posisi
kuat dalam sebuah merek adalah membangun kesadaran merek (brand
awareness). Selain itu, merek perlu dikaitkan dengan beberapa konsep yang
berhubungan dengan keputusan pembelian. Posisi yang paling kuat dan paling
baik dicapai yaitu dengan cara mengembangkan hubungan yang kuat antara
merek dengan jumlah atributnya. Terdapat bermacam-macam tingkatan brand awareness berkaitan dengan posisi-posisi yang berbeda, yang dinilai dengan cara-cara berikut ini :
1) Unaided brand recall
Dilakukan dengan memberikan pertanyaan dengan menyebutkan merekmerek yang diketahui konsumen dalam kategori produk dengan
pembatasan dan pengendalian waktu.
2) Aided brand recall
Pengukuran ini dilakukan dengan memberikan daftar merek dan
menanyakan kepada konsumen tentang merek yang ada.
3) Spontanity of brand recall
Konsumen diminta menyebutkan nama merek yang pertama kali diingat
secara spontan.
e. Menentukan posisi produk sekarang (Analyzing the product’s current relative position)
Bagaimana seorang pemasar mengetahui apakah sebuah merek menempati
posisi yang kuat pada atribut tertentu ?. Satu-satunya cara untuk mengetahui
adalah mengumpulkan informasi melalui riset pemasaran dan menganalisisnya dengan menggunakan teknik analisis statistik. Melalui analisis atribut tersebut dapat diketahui posisi relatif suatu produk terhadap produk lain. Namun masih terdapat masalah yang belum terjawab, yaitu posisi yang bagaimana yang paling menarik konsumen. Untuk menjawab permasalahan ini dapat menggunakan market positioning analysis.
f. Menentukan kombinasi atribut yang paling disukai pelanggan
(Determining customers most preferred combination of attributes)
Pemasar bisa mengukur preferensi pelanggan dan memasukannya dalam
analisis penentuan posisi dalam beberapa cara. Sebagai contoh, respondenresponden survei dapat diminta untuk memikirkan produk atau merek ideal di dalam kategori produk. Pendekatan alternatif adalah meminta respoden tidak hanya menilai tingkat kesamaan di antara pasangan merek-merek yang ada tapi juga menunjukan preferensinya masing-masing.
g. Mendefinisikan penentuan posisi pasar dan segmentasi pasar (Defining
market positioning and market segmentation)
Kriteria yang penting dalam mendefinisikan segmen-segmen pasar adalah
perbedaan dalam manfaat yang dicari oleh pelanggan yang berbeda.Karena
perbedaan-perbedaan antara titik ideal pelanggan mencerminkan variasi dalam
manfaat yang mereka cari. Analisis penentuan posisi pasar dapat secara
simultan mengidentifikasi segmen-segmen pasar yang unik seperti halnya
posisi-posisi yang dilihat dari merek-merek yang berbeda.
h. Memilih strategi penentuan posisi (Selecting positioning strategies)
Keputusan akhir tentang di mana memposisikan merek atau memposisikan
kembali merek yang ada seharusnya didasarkan pada analisis penentuan pasar
sasaran. Posisi yang telah dipilih seharusnya sesuai dengan preferensi segmen
pasar tertentu dan memperhitungkan posisi sekarang dari setiap merek-merek
pesaing. Posisi yang telah dipilih seharusnya juga mencerminkan daya tarik
sekarang juga masa depan pasar sasaran (ukuran, prospek pertumbuhan dan
hambatan lingkungan) dan kekuatan dan kelemahan relatif pesaing.

Pendekatan-Pendekatan Dalam Melakukan Positioning (skripsi dan tesis)

Menurut Kotler (2004:345) terdapat tujuh pendekatan dalam melakukan
positioning, yaitu :
a. Penentuan posisi berdasarkan atribut
Penempatan dilakukan dengan jalan perusahaan memposisikan diri menurut
atribut, seperti ukuran, lama keberadaannya. Disney dapat mengiklankan
dirinya sebagai taman hiburan yang terbesar di dunia.
b. Penentuan posisi menurut manfaat
Produk diposisikan sebagai pemimpin pasar dalam suatu manfaat tertentu.
Misalnya, Knotts Berry Farm dapat memposisikan diri sebagai taman hiburan
16
bagi orang-orang yang mencari pengalaman fantasi seperti hidup di jaman
koboi.
c. Penentuan posisi menurut penggunaan/penerapan
Memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah penggunaan atau
penerapan. Misalnya, Japanese Deer Park memposisikan dirinya untuk
wisatawan yang hanya mempunyai waktu satu jam dan ingin memperoleh
hiburan singkat.
d. Penentuan posisi menurut pemakai
Memposisikan produk sebagai yang terbaik dari sejumlah kelompok pemakai.
Taman Safari dapat mengiklankan diri sebagai taman tempat rekreasi
keluarga.
e. Penentuan posisi menurut pesaing
Produk memposisikan dirinya lebih baik dari pesaing. Misalnya, Honda
menyatakan dirinya lebih baik dari Suzuki.
f. Penentuan posisi menurut kategori produk
Produk diposisikan sebagai pemimpin suatu kategori produk. Teh Botol Sosro
sebagai pemimpin pasar minuman teh dalam kemasan botol.
g. Penentuan posisi berdasarkan mutu/harga
Produk diposisikan menawarkan nilai terbaik. Komputer IBM diposisikan
sebagai produk berkualitas dengan harga mahal.
Untuk membangun suatu positioning yang tepat menurut Kartajaya
(2004:4), ada empat hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
a. Positioning harus dapat dipersepsisecara positif oleh para konsumen sehingga
akan menjadi reason to buy (alasan untuk membeli) konsumen.
b. Positioning seharusnya mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif
perusahaan.
c. Positioning haruslah bersifat unik sehingga dapat dengan mudah
mendiferensiasikan diri dari para pesaing.
d. Positioning harus berkelanjutan dan selalu relevan dangan berbagai perubahan
dalam lingkungan bisnis

Pengertian Hipotesis (skripsi dan tesis)

Hipotesis Penelitian adalah jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian. Oleh karena itu, perumusan hipotesis sangat berbeda dari perumusan pertanyaan penelitian. Perumusan hipotesis penelitian yang benar harus memenuhi ciri-ciri hipotesis berikut :
1. Hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan deklaratif (declarative statements), bukan kalimat pertanyaan.
2. Hipotesis berisi pernyataan mengenai hubungan antara paling sedikit dua variabel.
3. Hipotesis harus dapat diuji (testable). Hipotesis yang dapat diuji akan secara spesifik menunjukkan bagaimana variabel-variabel penelitian itu diukur dan bagaimana prediksi hubungan antar variabel-variabel termaksud

Langkah-Langkah Dalam Analisis Analytical Hierarchy Process/AHP (skripsi dan tesis)

Menurut Suryadi and Ramdhani (2002) langkahlangkah dalam metode AHP adalah sebagai berikut: 1. Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi/tujuan yang diinginkan

2. Membuat struktur hierarki, yang diawali dengan tujuan umum, dilanjutkan dengan sub-sub tujuan, kriteria dan kemungkinan alternatif pada tingkatan kriteria yang paling bawah.

3. Membuat matriks perbandingan berpasangan yang menggambarkan kontribusi relatif pengaruh setiap elemen terhadap masing-masing tujuan kriteria yang setingkat diatasnya. Perbandingan dilakukan berdasarkan “judgment” dari pengambil keputusan dengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen dibandingkan elemen lainnya.

4. Melakukan perbandingan berpasangan sehingga diperoleh judgment seluruhnya sebanyak n x [(n1)/2] buah dengan n adalah banyaknya elemen yang dibandingkan.

5. Menghitung nilai eigen dan menguji konsistensinya, jika tidak konsisten maka pengambilan data diulangi.

6. Mengulangi langkah 3, 4 dan 5 untuk seluruh tingkat hierarki.

7. Menghitung vektor eigen dari setiap matriks perbandingan berpasangan. Nilai vektor eigen merupakan bobot setiap elemen. Langkah ini untuk mensintesis judgment dalam penetapan prioritas elemen-elemen pada tingkat hirarki terendah sampai pencapaian tujuan.

8. Menguji konsistensi hierarki. Jika nilainya lebih dari 10% maka penilaian data judgment harus diperbaiki.

Suatu matriks yang dihasilkan dari perbandingan yang dilakukan secara acak merupakan suatu matriks yang mutlak tak konsisten. Dari matriks acak tersebut didapatkan pula nilai Consistency Index (CI), yang disebut dengan Random Index (RI). Dengan membandingkan CI dengan RI maka didapatkan acuan untuk menentukan tingkat konsistensi suatu matriks, yang disebut dengan Consistency Ratio (CR), melalui persamaan (1): ………… (1) Saaty (1995) menerapkan bahwa suatu matriks perbandingan adalah konsisten bila nilai CR tidak lebih dari 0,1 atau 10%. Dengan naluri, manusia dapat memperkirakan besaran sederhana melalui inderanya. Proses yang mudah adalah dengan membandingkan dua hal dengan keakuratan perbandingan yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk menilai perbandingan tingkat kepentingan elemen, Saaty (1995) menetapkan skala kuantitatif 1 (satu) sampai 9 (sembilan)

Pelaksanaan Tahapan Survei (skripsi dan tesis)

Secara umum tahapan survei yang perlu dilakukan untuk mendapat kualitas data yang baik adalah sebagai berikut:

1. Perumusan tujuan pelaksanaan survei

Hal yang pertama kali dilakukan dalam survei adalah menyusun tujuan dan topik yang akan diteliti. Dari kejelasan tujuan tersebut dapat diketahui sasaran/objek dari survei serta data-data apa saja yang ingin diketahui dari responden untuk mencapai tujuan survei, sehingga proses survei yang akan dilakukan dapat lebih terarah.

2.  Pemilihan metode survei

Metode survei yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan dari survei. Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan dalam survei, yaitu melalui metode pengisian kuesioner secara langsung, wawancara personal, wawancara melalui telepon, surat, email, atau internet. Dengan adanya pemilihan metode survei, maka dapat diestimasi berapa jumlah responden sehingga dapat diestimasi pula berapa orang pelaksana survei dan berapa biaya yang dikeluarkan. Hal-hal yang dijadikan pertimbangan dalam pemilihan metode survei adalah ketersediaan sumber daya, sensitivitas pertanyaan, banyaknya waktu yang diperlukan, kompleksitas pertanyaan, dan karakteristik responden.

3. Pelaksanaan survei awal

Pelaksanaan survei awal dilakukan untuk mengetahui kondisi umum daerah penyebaran kuesioner sehingga dapat mengefektifkan pelaksanaan survei. Beberapa hal yang perlu diketahui pada survei awal ini adalah waktu yang dapat digunakan responden untuk pengisian kuesioner/wawancara, tingkat ekonomi dan pendidikan responden, bahasa yang digunakan responden, kebiasaan atau karakter responden yang terkait dengan survei, serta mencari orang yang berpengaruh pada populasi responden sehingga mempermudah perizinan pelaksanaan survei dan pelaksanaan surveinya.

4. Pembuatan design kuesioner

Terdapat tiga jenis pertanyaan dalam kuesioner, yaitu multiple choice, numeric open end, dan text open end. [16] Untuk jenis multiple choice, terdapat pertanyaan yang mengandung skala, yaitu skala kualitas dan skala pernyataan kesetujuan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam men-design kuesioner adalah:

  • Pertanyaan yang diajukan terurut sesuai grup topik pertanyaan dengan memposisikan grup terpenting pada posisi awal setelah penjelasan survei.
  • Kuesioner dilengkapi dengan penjelasan mengenai tujuan survei sehingga responden dapat memfokuskan jawaban sesuai dengan tujuan.
  • Untuk jenis pertanyaan pilihan ganda, berikan pilihan jawaban dengan jelas dan singkat serta memuat pilihan bebas (contoh: dan lain-lain, tidak tahu) sehingga memudahkan responden dalam mengisi.
  • Design kuesioner dibuat semenarik mungkin dengan jenis, ukuran, dan spasi tulisan yang tidak menimbulkan rasa enggan responden untuk mengisinya.
  • Setiap jenis pertanyaan diberikan petunjuk cara pengisian secara jelas.
  • Pertanyaan dan pilihan jawaban tidak memuat kata yang sulit dimengerti dan atau memiliki makna ganda (ambigu).
  • Setiap pertanyaan bebas, tidak terkait dengan pertanyaan selanjutnya.
  • Rentang waktu maksimal pengisian kuesioner antara 10-15 menit.
  • Berikan ucapan terima kasih pada akhir kuesioner.

5. Pelaksanaan dan evaluasi pilot survei (pre-test)

Pilot survei dilakukan untuk melihat apakah responden dapat memahami isi dari kuesioner sesuai dengan yang diharapkan peneliti. Sampel yang digunakan dalam pilot survei tidak harus banyak tetapi cukup dianggap mewakili karakteristik responden. Selain itu, pilot survei pun dapat dijadikan bahan masukan bagi tim survei mengenai bagaimana karakteristik responden. Dari pilot survei yang telah dilakukan, harus dievaluasi untuk melihat apakah kuesioner yang telah dibuat dapat dipahami responden sesuai dengan tujuan peneliti sehingga menghasilkan data yang valid. Jika terdapat hal-hal yang menyebabkan perbedaan persepsi maka harus dilakukan pengubahan isi kuesioner agar dapat dipahami. Setelah itu, dilakukan kembali pilot survei untuk memastikan kuesioner yang digunakan menghasilkan data yang valid.

6. Pembekalan tim survei

Sebelum melakukan survei, tim survei hendaknya diberi pembekalan mengenai teknik-teknik melakukan survei, seperti bagaimana cara berkomunikasi terhadap responden, sopan santun dan etika bertanya, penjelasan mengenai isi wawancara/kuesioner, dan hal-hal teknis lain yang terkait dengan pelaksanaan survei di lapangan.

7. Pelaksanaan survei

8. Entri dan pengolahan data

Hasil data yang didapat dari survei kemudian di-entri dan diolah dengan metode pengolahan data yang tepat sehingga dapat dihasilkan interpretasi data yang jelas sesuai dengan tujuan survei.

9. Analisis data

Melakukan analisis terhadap hasil pengolahan data sehingga dapat diperoleh informasi yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan survei.

10.  Penyajian hasil survei

Hal terakhir yang dilakukan dalam survei adalah menyajikan hasil pengolahan data beserta analisisnya kepada pihak-pihak terkait agar dapat dijadikan referensi data untuk mengambil suatu kebijakan atau solusi pada masalah yang terkait dengan survei.

Penelitian Kualitatif (skripsi dan tesis)

Pendekatan penelitian kualitatif sering disebut dengan naturalistic inquiry (inkuiri alamiah). Apapun macam, cara atau corak analisis data kualitatif suatu penelitian, perbuatan awal yang senyatanya dilakukan adalah membaca fenomena. Setiap data kualitatif mempunyai karakteristiuknya sendiri. Data kualitatif berada secara tersirat di dalam sumber datanya. Sumber data kualitatif adalah catatan hasil observasi, transkrip interviu mendalam (depth interview), dan dokumen-dokumen terkait berupa tulisan ataupun gambar.

Karakteristik Penelitian Kualitatif

Setting/latar alamiah atau wajar dengan konteks utuh (holistik).

  1. Instrumen penelitian berupa manusia (human instrument).
  2. Metode pengumpulan data observasi sebagai metode utama.
  3. Analisis data secara induktif.
  4. Proses lebih berperanan penting daripada hasil.
    1. Penelitian dibatasi oleh fokus.
    2. Desain penelitian bersifat sementara.
    3. Laporan bernada studi kasus.
    4. Interpretasi ideografik.

Metode Pengumpulan Data

  1. Pengamatan dengan berpartisipasi (Participant Observation)
  2. Wawancara Mendalam (Indepth Interview)
  3. Penyelidikan Sejarah Hidup (Life Historical Investigation)
  4. Analisis Konten (Content Analysis

Ukuran Sampel Untuk Uji Validitas (skripsi dan tesis)

Salgado (1998) dalam kajiannya menyebutkan bahwa ukuran sampel merupakan masalah pertama dalam melakukan proses validasi karena kesulitan dalam memperoleh sampel dengan jumlah yang sesuai. Nunnally (1994) merekomendasikan 10 x jumlah item untuk penggunaan analisis faktor.  Sapnas dan Zeller (2002) berpendapat bahwa ukuran sampel 50 cukup memadai untuk mengevaluasi sifat psikometrik pada ukuran konstruk sosial. Thompson, (2004) menyebutkan bahwa setidaknya 200 responden yang dijadikan  sampel untuk mencapai stabilitas melalui analisis faktor. Meyers, Gamst, Guarino, (2006) menunjukkan bahwa ukuran sampel yang sesuai tergantung pada jumlah item yang tersedia yaitu untuk 10 item diperlukan 200 sampel, 25 item diperlukan 250 sampel, 90 item dibutuhkan 400 sampel, dan seterusnya.

Review yang dilakukan oleh Anthoine, dkk (2014) pada sebuah instrumen di bidang kesehatan menyebutkan bahwa Validitas isi, validitas konstruk, validitas kriteria dan konsistensi internal yang paling umum digunakan dalam studi validasi. Dari 114 artikel yang direview,  sekitar 92% dari artikel melaporkan rasio sampel dan jumlah variabel lebih besar dari atau sama dengan 2, sedangkan 25% memiliki rasio lebih besar dari atau sama dengan 20. Sekitar 90% dari artikel memiliki ukuran sampel yang lebih besar dari atau sama dengan 100, sedangkan 7% memiliki ukuran sampel yang lebih besar dari atau sama dengan 1000

Tahap perancangan kuesioner (skripsi dan tesis)

Dalam pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner, pertanyaan sama pentingnya dengan jawaban/tanggapan. Pertanyaan yang salah dapat menyebabkan jawaban yang tidak diinginkan. Pertanyaan yang ambigu atau tidak jelas dapat menyebabkan jawaban yang tidak tepat. Pertanyaan yang bersifat pribadi, bila diajukan dengan tidak tepat, dapat menyebabkan keengganan untuk menjawab. Pertanyaan yang bias, dapat menyebabkan jawaban yang terarah atau tidak netral. Untuk mencegah hal-hal tersebut, kuesioner perlu dirancang dengan baik. Berikut lima tahap perancangan kuesioner:

  1. Materi: Penentuan apa yang ditanyakan. Pertimbangan utama dalam hal ini adalah relevansi dan akurasi. Relevansi berarti tidak memasukkan pertanyaan yang tidak perlu, sedangkan akurasi berarti penggunaan kata-kata yang tepat dan tidak mengarahkan untuk menyampaikan pesan yang tepat kepada responden.
  2. Kalimat: Penentuan kalimat pertanyaan yang tepat. Pertanyaan dapat diajukan baik sebagai pertanyaan terbuka maupun pilihan ganda. Pertanyaan terbuka digunakan untuk eksplorasi gagasan, tapi biasanya sulit untuk disimpulkan. Di sisi lain, pertanyaan pilihan ganda hanya sedikit memberikan peluang eksplorasi, tetapi mudah untuk disimpulkan.
  3. Urutan: Disarankan untuk mencantumkan pertanyaan yang menarik pada bagian awal untuk mendorong responden mengisi kuesioner.
  4. Tata letak: Usahakan untuk membuat tata letak yang rapi dan sederhana. Dalam bentuk cetak, usahakan agar kuesioner tidak melebihi panjang 7 halaman.
  5. Pengujian: Lakukan pengujian untuk mendapatkan masukan tentang relevansi, akurasi, kalimat, urutan, dan tata letak.

PENELITIAN KUANTITATIF (skripsi dan tesis)

 

Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk mengungkapkan gejala secara holistik-konstektual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kuantitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif lebih menonjol disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh dengan nilai-nilai otentik.

Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menitikberatkan pada pengukuran dan analisis hubungansebab-akibat antara bermacam-macam variabel, bukan prosesnya, penyelidikan dipandang berada dalam kerangka bebas nilai

Tujuan Penelitian (skripsi dan tesis)

Apapun jenis penelitian pastinya memiliki sebuah tujuan penelitian, penelitian tanpa adanya sebuah tujuan maka tidak ada hasil dan juga kesimpulan. Jadi, tujuan dari penelitian merupakan rumusan hasli dari penelirian yang sudah di rumuskan oleh para peneliti sejak awal, dengan cara analisis latar belakang permasalahan di dalam penelitian.

Tujuan- tujuan secara umum dari penelitian:

  • Agar bisa mendapatkan sebuah pengetahuan maupun penemuan yang baru.
  • Untuk bisa membuktikan dan menuji dari kebenaran dari bidang ilmu yang telah ada.
  • Supaya dapat mengembangkan ilmu yang telah ada.

Untuk tiga poin di atas memang sudah di ulas pada paragraph sebelumnya, sedangkan untuk tujuan dari penelitian yang lebih rinci lagi terbagi menjadi 2 bagian. yakni:

  • Tujuan penelitian secara teoritis

Tujuan penelitian secara teoritis adalah sebuah usaha agar dapat mengetahui suatu hal. Namun, pengetahuan yang di dapatkan dari sebuah penelitian tidak akan di gunakan secara langsung dan secara praktis. Penelitian juga memiliki nama lain yakni pure research dan basic research.

  • Tujuan penelitian secara praktis

Tujuan penelitian secara praktis ialah mencari serta menemukan ilmu yang bisa di gunakan langsung di dalam kehidupan. Penelitian yang sepert ini sering di sebuat dengan applied research. Tujuan penelitian secara parktis juga ada beberapa hal yang di perlu di ketahui, yakni:

  • Tujuan eksploratif, yakni merupakan kegiatan dari penelitian yang di lakukan karena memiliki tujuan agar bisa menemukan pengetahuan yang baru dan juga belum ada penelitian sebelumnya.
  • Tujuan verifikatif, maksudnya adalah kegiatan penelitian ini memiliki sebuah tujuan untuk menguji dan membuktikan dari sebuah kebenaran ilmu pengetahuan yang telah ada.
  • Tujuan pengembangan, yaitu kegiatan penelitian yang di laksanakan dengan tujuan agar bisa mengembangkan dan menggali lebih dalam dari sebuah penelitian dan pengetahuan yang sudah di lakukan sebelumnya

Ciri Metode Penelitian (skripsi dan tesis)

Berikut beberapa ciri khas berbagai metode penelitian:

Ciri Metode Penelitian Kualitatif

  1. Proses pengumpulan data menggunakan kondisi real atau alamiah.
  2. Proses pengumpulan data dilakukan langsung oleh peneliti sendiri, sehingga dalam hal ini peneliti terlibat langsung ketika melakukan pengumpulan data, baik itu ketika proses pengamatan maupun wawancara.
  3. Bukan hasil melainkan proses merupakan hal yang diutamakan dalam metode peneltian kualitatif.

Ciri Metode Penelitian Kuantitatif

  1. Umumnya digunakan untuk menguji teori yang sebelumnya telah ada.
  2. Instrumen yang digunakan umumnya menggunakan kuisioner juga angket.
  3. Topik yang diangkat umunya tentang keterkaitan antara satu hal dengan lainnya. Oleh karenanya metode penelitian kuantitatif bekerja dengan basis variable atau membutuhkan parameter sebagai objek penelitiannya.

Jenis Metode Penelitian (skripsi dan tesis)

Jenis Metode Penelitian : Kualitatif

Metode Penelitian Kualitatif adalah suatu metode penelitian yang berfokus pada pemahaman terhadap fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Pada metode penelitian ini, peneliti menggunakan perspektif dari partisipan masyarakat sebagai gambaran yang diutamakan dalam memperoleh hasil penelitian.

Perlu diketahui bahwa penelitian ini berangkat dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas dan berakhir dengan sebuah teori. Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam – dalamnya dengan cara pengumpulan data yang sedalam – dalamnya juga, yang menunjukkan pentingnya kedalaman serta detail suatu data yang akan diteliti.

Pada penelitian ini, semakin mendalam, teliti, dan tergali suatu data yang didapatkan, maka dapat diartikan bahwa semakin baik kualitas pada penelitian tersebut. Maka dari itu segi besarnya responden atau objek penelitian dengan menggunakan metode ini memiliki objek yang lebih sedikit dibandingkan dengan penelitian kuantitatif, karena lebih mengedepankan kedalaman data, bukan kuantitas data.

Jenis Metode Penelitian : Kuantitatif

Sedangkan pada penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang bersifat sistematis dan menggunakan model – model yang bersifat matematis. Teori – teori yang digunakan serta hipotesis yang diajukan juga biasanya berkaitan dengan fenomena alam.

Bisa juga penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui.
Kebalikan dengan kualitatif, penelitian dengan menggunakan metode ini memiliki objek yang lebih banyak dibandingkan dengan penelitian kualitatif, karena lebih mengedepankan kuantitas data, bukan kualitas data.

Pengertian Abstrak (skripsi dan tesis)

Pengertian abstrak adalah tulisan singkat yang berisi gambaran secara menyeluruh mengenai aktivitas / kegiatan penelitian yang dilakukan. Abstrak biasanya diletakkan di bagian awal sebuah karya ilmiah atau pun laporan hasil penelitian sebagai informasi awalan bagi para pembaca.

Abstrak biasanya dibuat dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris (bahasa general) dan bahasa ibu tempat laporan penelitian atau pun karya ilmiah tersebut dibuat. Penggunaan dua bahasa ini dimaksudkan agar karya ilmiah atau pun laporan penelitian dapat digunakan baik oleh orang-orang yang berasal dari negara tempat laporan penelitian tersebut dibuat, maupun oleh orang-orang yang berasal dari negara di luar tempat laporan penelitian tersebut dibuat

Fungsi Abstrak (skripsi dan tesis)

 

Dalam dunia penelitian, abstrak memiliki beberapa fungsi dasar sebagai berikut :

  1. Komponen Utama Laporan Hasil Penelitian

Dalam setiap laporan hasil penelitian, abstrak berfungsi sebagai salah satu komponen yang harus ada di bagian awal laporan hasil penelitian. Tanpa keberadaan abstrak, sebuah laporan hasil penelitian menjadi tidak lengkap sehingga sulit lebih sulit untuk dipelajari.

  1. Gambaran Umum Mengenai Isi Laporan Penelitian

Fungsi abstrak dalam penelitian yang kedua adalah sebagai gambaran umum mengenai isi laporan penelitian. Seperti yang telah dijelaskan di atas, abstrak merupakan tulisan singkat yang isinya adalah gambaran umum mengenai isi laporan penelitian. Tanpa abstrak, sebuah laporan penelitian menjadi lebih sulit untuk dipelajari (untuk mempelajarinya harus melihat seluruh bagian isi laporan penelitian terlebih dahulu).

  1. Bahan Pertimbangan bagi Pembaca

Fungsi abstrak yang ketiga adalah sebagai bahan pertimbangan bagi para pembaca laporan penelitian. Sebelum membaca keseluruhan isi, pembaca laporan penelitian dapat membaca abstrak terlebih dahulu untuk mengetahui apakan isi atau pun bahasan laporan penelitian sesuai atau tidak dengan apa yang dicari oleh pembaca.

Jenis-Jenis Observasi (skripsi dan tesis)

Jenis-jenis obervasi berdasarkan pelaksanaanya terbagi ke dalam dua jenis yaitu:

Observasi Partisipasi
Observasi Pastisipasi merupakan observasi dimana peneliti atau observer turut terlibat langsung dalam kegiatan observasi di tempat kejadian. peneliti bertindak menjadi observer dan menjadi komponen dari kelompok yang ditelitinya.
Kelebihan dari jenis ini ialah peneliti menjadi komponen integral dari berbagai keadaan yang dipelajari dilapangan, alhasil kehadirannya juga tidak mempengaruhi keadaan di tempat kejadian.

Observasi Non Partisipasi
observasi Non partisipasi merupakan observasi yang saat pelaksanaannya tidak melibatkan peneliti selaku observer atau kelompok yang diteliti, penelitian jenis ini banyak dilakukan di masa sekarang, hanya saja kelemahannya ialah keberadaan pengamat dikhawatirkan bisa mempengaruhi tingkah laku atau perilaku orang yang diamati.

Karakteristik Karya Ilmiah (skripsi dan tesis)

Sebuah karya tulis disebut sebagai karya ilmiah apabila karya tersebut memenuhi beberapa karakteristik. Davis dan Cosenza (1993) menyebutkan enam karakteristik yang meliputi: (1) logis, (2) konseptual-teoritis, (3) kritis-analitis, (4) obyektif, (5) empiris, dan (6) sistematis. Sedangkan Sekaran (2003) mengidentifikasikan delapan karakteristik, terdiri dari (1) kejelasan tujuan (purposiveness), (2) tingkat kehati-hatian (rigor), (3) teruji (testability), (4) kemampuan untuk diulang (replicability), (5) ketepatan dan kepercayaan (precision and confidence), (6) objektif (objectivity), (7) kemampuan untuk digeneralisasi (generalizability) dan (8) penyederhanaan (parsimony).

Definisi Karya Ilmiah (skripsi dan tesis)

Penelitian menurut Sekaran (2003) didefinisikan sebagai upaya yang terorganisir dan sistematis untuk menginvestigasi masalah spesifik yang membutuhkan suatu solusi. Penulis lainnya mendefinisikan penelitian sebagai sebuah proses investigasi ilmiah terhadap sebuah masalah yang dilakukan secara terorganisir, sistematik, berdasarkan pada data yang terpercaya, bersifat krtikal dan objektif yang memiliki tujuan untuk menemukan jawaban atau pemecahan atas satu atau beberapa masalah yang diteliti. Hasil dari penelitian tersebut dituangkan dalam karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah atau tulisan akademik atau tulisan argumentasi merupakan gabungan narasi, deskripsi, dan eksposisi yang penulisannya didasarkan pada suatu penalaran atau logika tertentu, didukung bukti (evidence), dan disertai dengan argumen. Penalaran atau logika berhubungan dengan keabsahan penarikan kesimpulan, sedangkan argumen berhubungan dengan kebenaran premis yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan. Tulisan argumentasi bertujuan untuk mengubah sikap dan pendapat orang lain dengan menggunakan prinsip-prinsip logika sebagai alat bantu utama. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh penulis dalam membuat tulisan argumentasi: (1) mendasarkan pada fakta/informasi, bukti, dan konstelasi faktual/informasi; (2) mempertimbangkan pandangan-pandangan atau pendapat-pendapat yang bertentangan; (3) mengemukakan pokok persoalan dengan jelas; (4) menyelidiki persyaratan-persyaratan yang masih diperlukan; (5) mengandung kebenaran; (6) menghindari penggunaan istilah yang dapat menimbulkan prasangka; (7) memberikan batasan pada istilah yang dapat menimbulkan ketidaksepakatan.

Pengertian Tujuan Penelitian (skripsi dan tesis)

Tujuan penelitian adalah suatu indikasi ke arah mana penelitian itu dilakukan atau data-data serta informasi apa yang ingin dicapai dari penelitian itu. Tujuan penelitian dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang konkret, yang dapat diamati dan dapat di ukur. Jadi bukan kalimat tanya.

Tujuan penelitian ini ada tiga macam. Penelitian pada umumnya bertujuan untuk menemukan ilmu yang baru, mengembangkan pengetahuan yang sudah ada dan yang terakhir untuk menguji pengetahuan yang ada.

Sedangkan menurut beberapa ahli mengatakan bahwa tujuan penelitian di bedakan menjadi:

  1. Eksploratif ialah penelitian yang bertujuan untuk menemukan suatu pengetahuan baru yang belum pernah ada.
  2. Verifikasi yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguji suatu teori yang sudah ada. Sehingga di temukannya suatu hasil penelitian yang dapat menggugurkan atau memperkuat pengetahuan atau teori yang sudah ada.
  3. Development yaitu penelitian yang memiliki tujuan untuk mengembangkan penelitian yang sudah ada.

Biasanya juga tujuan penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah tujuan penelitian secara keseluruhan dari yang ingin dicapai dalam penelitian itu sendiri. Tujuan khusus adalah tujuan yang lebih spesifik. Umumnya tujuan khusus menggunakan kata-kata operasional sehingga lebih jelas untuk dicapai. Dan tujuan khusus pada hakikatnya penjabaran dari tujuan umum. Apabila tujuan umum suatu penelitian tidak bisa atau tidak perlu di spesifikasikan lagi maka tidak perlu adanya tujuan umum dan tujuan khusus, cukup dibuat tujuan penelitian saja.

Dalam merumuskan suatu tujuan penelitian, kita harus berpedoman pada rumusan masalahnya. Tujuan yang keluar dari rumusan masalah dapat menyesatkan kita dalam membuat penelitian. Karena rumusan masalah dapat berbentuk deskriptif, komparatif dan asosiatif, maka tujuan umum dan khusus penelitian harus berbentuk dan sesuai dengan rumusan masalah tadi. Meskipun seperti itu dalam sebuah penelitian atau penulisan karya tulis ilmiah tidak harus ada tujuan umum dan tujuan khusus. Jika tujuan umum yang dibuat sudah spesifik maka tidak perlu membuat tujuan khususnya. Begitu pun sebaliknya jika kita sudah membuat tujuan yang spesifik maka tidak perlu membuat tujuan umum. Cukup menuliskan dengan tujuan penelitian saja.

Pengertian penelitian survey (skripsi dan tesis)

Penelitian Survey adalah jenis penelitian yang mengumpulkan informasi tentang karakteristik, tindakan, pendapat dari sekelompok responden yang representative yang dianggap sebagai populasi. Penelitian Survei adalah suatu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok, lazimnya dengan menguji hipotesis..

Karakteristik Ilmiah Penelitian Survei (skripsi dan tesis)

Logic. Dilandasi dengan kerangka pikiran yang nalar, runtut, dan sistematis

Deterministic. Bukan saja melukiskan fakta secara deskriptif, namun dapat pula melalui analisis ausalitas.

General. Hasilnya dapat digeneralisasikan pada wilayah yang lebih luas

Parsimonious. Dalam waktu singkat, dapat menghasilkan banyak informasi dan dapat dimanfaatkan untuk banyak tujuan.

Spesifik. Berasal dari permasalahan yang dipilih secara spesifik.

Proses penelitian survey (skripsi dan tesis)

Penjelasan bahwa penelitian semestinya dimulai dengan niat dan minat adalah penjelasan untuk memotivasi peneliti agar selalu konsisten dalam penelitiannya. Dari minat, proses penelitian berkembang ke munculnya gagasan, kemudian teori, memilih metode atau bagaimana penelitian dilakukan, dan seterusnya. Proses tersebut memang normatif. Saya tidak perlu menjelaskan secara panjang lebar. Pembaca bisa menemukan motivasinya dari dalam diri.

Apa yang tidak kalah penting tentu saja proses teknis penelitian ilmiah, khususnya penelitian survey. Beberapa langkah teknis sederhana namun ideal yang bisa ditempuh dalam metode penelitian survey, antara lain:

1)      Merumuskan masalah penelitian dan menuliskan tujuan penelitian survey.

2)      Menuliskan manfaat penelitian survey secara akademik dan atau secara praktis.

3)      Menentukan konsep dan hipotesis penelitian jika diperlukan.

4)      Mengumpulkan informasi dari hasil penelitian-penelitian terkait yang sudah dilakukan sebelumnya.

5)      Menentukan sampel penelitian.

6)      Membuat angket atau kuesioner.

7)      Mengumpulkan data, termasuk pula memberi penjelasn pada asisten peneliti yang mengumpulkan data bila punya asisten peneliti.

8)      Mengolah dan menganalisis data secara manual atau dengan komputer.

9)      Melaporkan hasil penelitian secara tertulis.

Jenis-jenis metode penelitian survey (skripsi dan tesis)

Metode eksplorarif

Metode ini bisa disebut pula metode penjajagan. Artinya, survey dilakukan untuk mencari informasi awal yang masih samar-samar. Peneliti menerapkan metode survey eksploratif karena pengetahuan tentang masalah yang hendak diteliti masih dangkal. Sebagai contoh, penelitian tentang partisipasi politik anak muda. Oleh karena peneliti belum memiliki cukup informasi untuk melakukan studi secara komprehensif, maka pertanyaan yang diajukan dalam metode ini seperti: ”menurut Anda, seperti apa tingkat partisipasi politik anak muda saat ini?”

Metode deskriptif

Metode ini dilakukan untuk melakukan pengukuran terhadap fenomena sosial tertentu, kemudian dijelaskan secara deskriptif atau naratif. Misalnya, penelitian tentang menyebarluasnya berita hoax di media sosial. Peneliti melakukan survey untuk mengetahui apakah pengguna sosmed yang dijadikan sampel selalu tabayyun atau menguji terlebih dahulu keberanan setiap berita yang diterimanya melalui sosmed. Penyebarluasan hoax bisa diukur dengan berapa jumlah berita palsu yang menyebar dalam kurun waktu tertentu, berapa share dalam satu postingan, dan sebagainya.

Metode penjelasan atau eksplanatori

Metode ini hampir sama dengan metode deskriptif. Bedanya, metode survey eksplanatori menekankan pada pencarian hubungan kausalitas atau sebab-akibat antara variabel-variabel yang diteliti. Ambil contoh yang sama dengan sebelumnya, yaitu penyebarluasan berita hoax di sosmed. Peneliti menerapkan metode penjelasan ketika ingin menguji hipotesisnya yang mengatakan bahwa penyebarluasan berita hoak disebabkan oleh minimnya upaya untuk menguji kebenaran berita yang diterima melalui sosmed. Di sini kita bisa membedakan antara metode deskriptif dan metode penjelasan. Metode deskripsi menekankan pada deskripsi hasil analisis datanya. Sedangkan metode eksplanatori menekankan pada hubungan kausalitas dari hasil analisis datanya.

Metode evaluasi

Metode ini digunakan untuk penelitian evaluatif. Umumnya, metode survey evaluasi diterapkan pada riset untuk evaluasi program. Pertanyaan penelitian yang bisa dirumuskan misalnya, apakah program yang dilaksanakan sudah mencapai target? Penelitian survey untuk tujuan evaluasi umumnya adalah rangkaian dari penelitian yang lebih komprehensif atau bagian dari program tertentu.

Metode prediksi

Metode ini dilakukan untuk memprediksi tren fenomena sosial ke depan. Contoh mudah dari metode survey prediksi adalah penelitian yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survey menjelang pemilu atau pilkada. Hasil penelitian metode survey preditif selalu menunjukkan tren atau gambaran masa depan yang mungkin terjadi. Misalnya, elektabilitas bakal calon presiden baru lebih tinggi daripada incumbent.

Metode operasional

Metode survey operasional digunakan untuk mendeteksi variabel-variabel operasional dari suatu program yang diteliti. Sebagai contoh, mengapa implementasi program ’satu orang satu suara’ dalam pelaksanaan pilkada serentak berbeda tiap daerah. Variabel operasional diteliti satu-persatu untuk mendeteksi apa yang mendorong munculnya perbedaan hasil tersebut. Misalnya, hasilnya adalah di beberapa daerah, pemimpin informal seperti ketua adat lebih dihormati ketimbang pemimpin formal seperti pejabat daerah.

Metode pengembangan

Metode survey untuk pengembangan umumnya dilakukan untuk mengembangkan indikator-indikator sosial. Contoh penyelenggaraan penelitian menggunakan metode survey ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS). Secara berkala, BPS melakukan survey tentang angkatan kerja, kondisi sosial ekonomi, bahkan sensus penduduk untuk mengetahui indikator-indikator sosial yang bisa dikembangakan ke depan

Langkah-Langkah Dalam Penelitian Survei (skripsi dan tesis)

Scott (1967) menyatakan bahwa terdapat sepuluh langkah yang perlu diperhatikan agar suvai dapat dilakukan dengan baik. Kesepuluh langkah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Mempelajari situasi dan masalah

Sebelum menentukan tujuan yang pasti mengenai survei yang akan dilakukan, peneliti perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang terkait dengan situasi local dan mempelajari masalah yang kemungkinan terjadi pada lokasi dimana survei akan dilaksanakan.

  1. Menetapkan tujuan

Penetapan tujuan survasi dilakukan dalam rangka menunjukkan focus perhatian dan upaya yang akan dilakukan. Dalam tahap ini juga perlu diperhatikan sumber informasi, arahan terhadap laporan yang akan dibuat, dasar interprestasi, dan sifat rekomendasi yang akan diberikan.

  1. Mempertimbangkan tipe, ruang lingkup dan karakteristik komunitas

Peneliti perlu memahami secara mendalam tentang tipe, ruang lingkup dan karakteristik komunitas yang akan menjadi lokasi survei. Hal ini diperlukan sebagai pertimbangan peneliti dalam rangka mengatasi masalah yang akan dihadapi dan persiapan teknik operasional kegiatan survei menyangkut personil, keuangan, perlengkapan, akomodasi, dan sebagainya. Perencanaan yang akurat mengenai berbagai aspek tersebut akan sangat membantu peneliti dan memperlancar survei yang akan dilaksanakan.

  1. Menggalang kerjasama

Sebagaimana jenis penelitian lainnya, survei juga memerlukan kerjasama dengan sejumlah orang. Selain perlu melibatkan para pakar atau tenaga ahli dari luar lokasi, alangkah baiknya jika dalam kegiatan survei dilibatkan pula personil dari lokasi setempat yang memenuhi syarat kualifikasi tertentu sesuai dengan kebutuhan penelitian.

  1. Menyeleksi personil yang akan dilibatkan dalam kegiatan survei

Personil yang akan dilibatkan dalam kegiatan survei perlu diseleksi sesuai dengan tingkat kepakaran yang dimilikinya. Misalnya kemampuan dan pengalaman mereka mengenai teknik survei, penguasaan teknik pengumpulan data dari lokasi survei melalui wawancara, observasi dan sebagainya. Untuk personil lokasi, selain perlu memiliki kemampuan juga harus dapat diterima oleh orang-orang setempat.

  1. Mencari sumber data

Peneliti perlu mencari sumber data yang akurat, otentik dan sesuai dengan kebutuhan penelitian yang dilakukan. Penelitian survei terkadang memerlukan sumber data atau informasi yang begitun luas mencakup sumber dokumen (arsip, laporan, film, dokumen tercetak), manusia (siswa, pengajar, pimpinan), fasilitas dan perlengkapan, serta unsur alami (topografi, iklim, tanah, air, dan sebagainya).

  1. Mengumpulkan data

Jika sumber data untuk penelitian survei sudah ditetapkan maka selanjutnya perlu dipilih teknik yang tepat untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Teknik pengumpulan data mungkin bisa melalui observasi, studi dokumen, wawancara, kuesioner, tes, pengujian, analisis kerja, studi kasus, dan teknik lainnya. Dalam kaitan pengumpulan data ini, peneliti harus mengupayakan agar instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpulan data adalah instrumen yang tepat, valid dan reliebel.

  1. Menafsirkan data

Salah satu langkah kunci dalam kegiatan survei adalah menafsirkan temuan yang diperoleh dan survei tersebut. Pemilihan sumber data dan teknik pengumpulan data memang penting, namun penafsiran data dari hasil survei itu merupakan hal yang lebih penting lagi karena disinilah terjadi proses pemaknaan suatu hasil penelitian. Proses menafsirkan temuan penelitian survei dapat dimulai dan langkah mengklasifikasi data, diperlukan statistik, menguji hipotesis, menganalisis hasil temuan, menyimpulkan, menyusun implikasi hasil temuan dan menyusun rekomendasinya.

  1. Menyiapkan laporan survei

Apabila data hasil penelitian survei telah dianalisis maka selanjutnya peneliti perlu menyiapkan laporan hasil tersebut agar dapat dipublikasikan ke berbagai pihak yang berkepentingan. Hasil penelitian yang dipublikasikan diharapkan dapat memotivasi pihak lain untuk mengkaji dan menindaklanjuti hasil penelitian tersebut.

  1. Mengestimasi efektifitas survei

survei yang telah berlangsung sebaiknya dievaluasi oleh peneliti. Evaluasi terhadap survei yang telah dilakukan antara lain mencakup kesesuaian dan pencapaian tujuan yang diperoleh, efektifitas pelaksanaan survei, dampak hasil survei terhadap penerapan atau aplikasi di lapangan, dan berbagai hal lainnya yang terkait.

Jenis-Jenis Penelitian Survei (skripsi dan tesis)

Pada dasarnya, survei dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu sensus dan survei sampel. Sensus adalah survei yang meliputi seluruh populasi yang diinginkan. Sedangkan survei sampel adalah dilakukan hanya pada sebagian kecil dari suatu populasi. Kita dapat menggunakan survei untuk mentabulasi objek-objek nyata atau untuk mengukur hal-hal yang tidak nyata seperti pendapat atau pencapaian prestasi tertentu.

Berdasarkan lingkup dan pokok permasalahannya, survei dapat digolongkan menjadi empat kategori yaitu : (1) sensus objek nyata, (2) sensus hal-hal yang tidak nyata, (3) survei sampel objek nyata, dan (4) survei sampel hal-hal yang tidak nyata (Ary et al, 1979). Masing-masing jenis kategori tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Sensus hal-hl yang nyata (tangible)

Sensus hal-hal yang nyata meliputi jumlah populasi yang kecil dimana variabel-variabelnya adalah konkret (nyata). Oleh karenanya, jawaban yang diperoleh cukup sederhana dan akurat. Data kurang mengandung kontradiksi, karena variabel yang diukur telah jelas dan didefinisikan dengan baik.

  1. Sensus hal-hal yang tidak nyata (intangible)

Sensus ini mengukur konstruk-konstruk berdasarkan atas pengukuran yang tidak langsung.

  1. survei sampel hal-hal yang nyata

Bila penelitian kita membutuhkan data kelompok besar, maka dalam hal seperti ini sensus tidak disarankan untuk diterapkan, dan kita sebaiknya menggunakan teknik pengambilan sampel (sampling). Melalui survei sampel terhadap hal-hal yang nyata kita dapat memperoleh informasi dari kelompok besar dimana variabel-variabelnya adalah nyata. Inilah yang dapat kita lakukan bila tujuannya adalah membandingkan ukran kelas, sarana fisik, dan kualifikasi guru pada sejumlah sekolah disuatu negara tertentu. Kegunaan metode ini ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu kesesuaian prosedur pengambilan sampel, akuratnya metode pengumpulan data, dan relevannya informasi yang dikumpulkan untuk pemecahan masalah yang dihadapi.

  1. survei sampel hal-hal yang tidak nyata

Bila survei kita menyangkut pengukuran konstruk psikologis atau sosiologis, serta membandingkan anggota-anggota populasi yang besar dimana variabelnya tidak langsung diamati, maka kita harus melakukan survei sampel hal-hal yang tidak nyata. Jenis penelitian ini akan mengandung banyak kesulitan sebab kita akan memerlukan banyak keahlian untuk melaksanakannya. Keahlian yang diperlukan antara lain keahlian melakukan sampling yang cocok, keahlian merinci dan membuat instrumen yang sesuai untuk mengukur konstruk, juga keahlian dalam menghitung dan menafsirkan nilai. Keahlian menghitung dan menafsirkan nilai adalah perlu untuk membantu kita membuat pernyataan yang berarti tentang variabel-variabel yang diliputi dalam penelitian.

Ciri-Ciri Penelitian Survei (skripsi dan tesis)

Riyanto ( 2001 ) menyebutkan bahwa ciri-ciri penelitian survei antara lain :

(1) data survei dapat dikumpulkan dari sellluruh populasi, atau dapat pula dari haya sebagian saja dari populasi ;

(2) untuk suatu hal data yang sifatnya nyata ;

(3) hasil survei dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang sifatnya terbatas, karena data yang dikumpulkan dibatasi oleh waktu dan saat data itu dikumpulkan ;

(4) bisaanya untuk memecahkan masalah yang sifatnya insidental ;

(5) pada dsasarnya survei dapat merupakan metode cross-sectional dan longitudinal ;

(6) cenderung mengadalkan data kuantitatif ;

(7) mengandalkan teknik pengumpulan data yang berupa kuesioner dan wawancara berstruktur.

Sementara itu, Sevilla et al, ( 1993 ) menyatakan bahwa jika kita bermaksud melakukan suatu kegiatan penelitian dengan mengumpulkan data yang relatif terbatas dari sejumlah kasus yang relatif besar jumlahnya, maka metode penelitian yang dapat digunakan adalah metode survei. Pemilihan metode survei dalam hal ini dianggap lebih tepat karena metode ini lebih menekankan pada penentuan informasi tentang variabel dari pada informasi tentang individu. survei digunakan untuk mengukur gejala-gejala yang ada tanpa menyelidiki kenapa gejala-gejala tersebut terjadi. Didalam penelitian yang demikian ini, kita tidak perlu memperhitungkan hubungan antara variabel-variabel. Tujuan pokok kita adalah menggunakan data yang kita peroleh utuk memecahkan masalah, dari pada untuk menguji hipotesis.

Pengertian penelitian survei (skripsi dan tesis)

Penelitian survei merupakan penelitian yang mengumpulkan informasi dari suatu sampel dengan menanyakan melalui angket atau interview supaya nantinya menggambarkan berbagai aspek dari populasi (Faenkel dan Wallen, 1990 ). survei merupakan salah satu jenis penelitian yang banyak dilakukan oleh peneliti dalam bidang sosiologi, bisnis, politik, pemerintahan dan pendidikan.

Survei dibedakan dari percobaan (eksprimen) yang lebih banyak dilakukan dalam peneliti ilmu – ilmu pengetahuan alam (natural sciencies). Kalau dalam percobaan si peneliti dapat mengatur atau memberikan perlakuan (treatment) tertentu pada variabel, maka dalam penelitian survei si peneliti hanya bertindak sebagai pengamat dan tidak boleh sama sekali mempengaruhi terjadinya data atau variabel yang dikerjakan oleh pelaksana survei hanyalah mencatat data seperti apa adanya dan kemudian berusaha menganalisis dan menginterpretasikan data tersebut untuk kemudian mengambila kesimpulan dari padanya.

Kelebihan dan Kelemahan Penelitian Korelasional (skripsi dan tesis)

Penelitian korelasional mengandung kelebihan-kelebihan antara lain: kemampuanya untuk menyelidiki hubungan antara beberapa variabel secara bersama-sama (simultan); dan penelitian korelasional juga dapat memberikan informasi tentang derajat kekuatan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti (Abidin, 2010). Selanjutnya, Sukardi menambahkan kelebihan penelitian ini adalah penelitian ini berguna untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan bidang 23 pendidikan, ekonomi, sosial. Dengan penelitian ini juga memungkinkan untuk menyelidiki beberapa variabel untuk diselidiki secara intensif dan penelitian ini dapat melakukan analisis prediksi tanpa memerlukan sampel yang besar. Sedangkan, kelemahan penelitian korelasional, antara lain: hasilnya cuma mengidentifikasi apa sejalan dengan apa, tidak mesti menunjukkan saling hubungan yang bersifat kausal; jika dibandingkan dengan penelitian eksperimental, penelitian korelasional itu kurang tertib-ketat, karena kurang melakukan kontrol terhadap variabel-variabel bebas; pola saling hubungan itu sering tak menentu dan kabur; sering merangsang penggunanya sebagai semacam short-gun approach, yaitu memasukan berbagai data tanpa pilih-pilih dan menggunakan setiap interpretasi yang berguna atau bermakna. (Abidin,2010).

Kesalahan dalam Penelitian Korelasional

Kesalahan-kesalahan yang kadang-kadang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian korelasional adalah sebagai berikut.

a. Peneliti berasumsi bahwa korelasi merupakan bukti sebab akibat

b. Peneliti bertumpu pada pendekatan sekali tembak (shotgun approach)

c. Peneliti memilih statistik yang tidak tepat d. Peneliti menggunakan analisis bivariat ketika multivariat yang lebih tepat

e. Peneliti tidak melakukan studi validitas silang

f. Peneliti menggunakan analisis jalur atau LISER tanpa peninjauan asumsiasumsi (teori)

g. Peneliti gagal menentukan suatu variabel kausal penting dalam perencanaan suatu analisis jalur

h. Peneliti salah tafsir terhadap signifikansi praktis atau statistik dalam suatu studi

Rancangan Penelitian Korelasional (skripsi dan tesis)

Penelitian korelasional mempunyai bermacam jenis rancangan, yaitu (1) korelasi bivariat, (2) regresi dan prediksi (3) regresi jamak, (4) analisis faktor, dan (5) rancangan korelasi yang digunakan untuk membuat kesimpulan kausal. (Shaughnessy & Zechmeister,2000:2-5).

a. Korelasi Bivariat

Rancangan penelitian korelasi bivariat adalah suatu rancangan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara dua variabe;. Hubungan antara dua variabel diukur. Hubungan tersebut mempunyai tingkatan dan arah. Tingkat hubungan (bagaimana kuatnya hubungan) biasanya diungkapkan dalam angka antara -1 dan +1, yang dinamakan koefisien korelasi. Korelasi zero (0) mengindikasikan tidak ada hubungan. Koefisiensi korelasi yang bergerak ke arah -1 atau +1, merupakan korelasi sempurna pada kedua ekstrem. Arah hubungan diindikasikan bahwa semakin tinggi skor pada suatu variabel, semakin tinggi pula skor pada variabel lain atau sebaliknya. 20 Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar merupakan contoh korelasi positif. Hubungan antara sres dan sehat merupakan contoh korelasi negatif.

b. Regresi dan Prediksi

Jika terdapat korelasi antara dua variabel, dan kita mengetahui skor pada salah satu variabel, skor pada variabel kedua dapat diprediksikan. Regresi merujuk pada seberapa baik kita dapat membuat prediksi ini. Sebagaimana pendekatan koefisien korelasi baik -1 maupun +1, prediksi kita dapat lebih baik. Sebagai contoh, terdapat hubungan antara stres dan kesehatan. Jika kita mengetahui skor stres kita, kita dapat memprediksikan skor kesehatan kita dimasa yang akan datang.

c. Regresi Jamak (Multiple Regression)

Regresi jamak merupakan perluasan regresi dan prediksi sederhana dengan penambahan beberapa variabel. Kombinasi beberapa variabel ini memberikan lebih banyak kekuatan kepada kita untuk membuat prediksi yang akurat. Apa yang kita prediksikan disebut variabel kriteria (criterion variabel). Apa yang kita gunakan untuk membuat prediksi, variabel-variabel yang sudah diketahui, disebut variabel prediktor (predictor variables).

d. Analisis faktor

Prosedur statistik ini mengidentifikasi pola variabel yang ada. Sejumlah besar variabel dikorelasikan dan terdapatnya antarkorelasi yang tinggi mengindikasikan suatu faktor penting yang umum.

e. Rancangan Korelasional yang Digunakan untuk Menarik Kesimpulan Kausal

Terdapat dua rancangan yang dapat digunakan untuk membuat pernyataanpernyataan tentang sebab dan akibat menggunakan metode korelasional. Rancangan tersebut adalah rancangan analisis jalur (path analysis design) dan rancangan panel lintas-akhir (cross-lagged panel design).

f. Analisis Sistem (System Analysis)

Desain ini melibatkan penggunaan prosedur matematik yang kompleks/rumit untuk menentukan proses dinamik, seperti perubahan sepanjang waktu, jerat umpan balik, serta unsur dan aliran hubungan.

Manfaat Penggunaan Metode Korelasional (skripsi dan tesis)

Metode korelasional memungkinkan para peneliti menganalisis hubungan antara sejumlah besar variabel dalam suatu studi tunggal. Koefisien korelasi memberikan ukuran tingkat dan arah hubungan. Penggunaan metode korelasional ditujukan (1) untuk mengungkapkan hubungan antarvariabel dan (2) untuk memprediksi skor subjek pada suatu variabel melalui skor pada variabel lain.

Macam Studi Korelasional Studi Hubungan(skripsi dan tesis)

 a. Studi hubungan 

Studi korelasional dilakukan dalam suatu usaha memperoleh pemahaman faktor-faktor atau variabel yang berhubungan dengan variabel yang kompleks, Variabel yang diketahui tidak berhubungan dapar dieliminasi dari perhatian/pertimbangan selanjutnya. Identifikasi variabel berhubungan membantu beberapa tujuan utama. Dengan demikian studi  ini dapat memberikan arah untuk melanjutkan studi kausal-komparatif atau eksperimental. Studi eksperimental mahal dalam lebih dari satu cara; studi korelasional merupakan cara yang efektif mengurangi studi eksperimental yang tidak menguntungkan dan menyarankan sesuatu yang secara potensial produktif. Dalam studi kausal-komparatif dan eksperimental, peneliti juga berkonsentrasi terhadap pengontrolan variabel selain variabel bebas yang mungkin berhubungan dengan variabel terikat dan menyingkirkan pengaruhnya yang tidak akan bercampur dengan variabel bebas. Studi hubungan membantu peneliti mengidentifikasi variabel-variabel seperti itu untuk mengontrol, dan selanjutnya menyelidiki pengaruh variabel yang sesungguhnya.

 b. Studi Prediksi

Jika variabel mempunyai hubungan yang signifikan, skor pada satu variabel dapat digunakan untuk memprediksikan skor pada variabel yang lain. Studi prediksi sering ilakukan untuk memudahkan pengambilan kesimpulan mengenai individu atau membantu pemilihan individu. Studi prediksi juga dilakukan untuk menguji hipotesis teoretis mengenai variabel yang dipercaya menjadi pediktor suatu kriteria, dan untuk menentukan validitas prediktif instrumen pengukuran individual. Sebagai contoh,hasil studi prediksi digunakan untuk memprediksikan level kesuksesan yang mungkin dicapai individu dalam mata pelajaran tertentu, seperti aljabar pada tahun pertama untuk memprediksikan individu mana yang mungkin berhasil di perguruan tinggi atau dalam suatu program pelatihan kerja. Dan untuk memprediksikan dalam bidang studi mana seseorang individu mungkin paling sukses. Dengan demikian, hasil studi prediksi digunakan oleh sejumlah kelompok disamping para peneliti, seperti konsultan dan personil perizinan. Jika beberapa variabel prediktor masing-masing mempunyai hubungan dengan suatu variabel kriteria, prediksi yang didasarkan pada kombinasi dari variabel tersebut akan lebih akurat daripada didasarkan pada salah satu darinya.

c. Korelasi dan Kausalitas

Penelitian korelasional mengacu pada studi yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antarvariabel melalui penggunaan statistik korelasional (r). Kuadrat dari koefisien korelasi menghasilkan varians yang dijelaskan (r-square). Suatu hubungan korelasional antara dua variabel kadang-kadang merupakan hasil dari sumber lain, jadi kita harus hati-hati dan ingat bahwa korelasi tidak harus menjelaskan sebab dan akibat. Jika suatu hubungan yang kuat ditemukan antara dua variabel, kausalitas dapat diuji melalui penggunaan pendekatan eksperimental (LaMar,2004;1). Berbagai rancangan penelitian korelasional didasarkan pada asumsi bahwa realitas lebih baik dideskripsikan sebagai suatu jaringan timbal balik dan 19 penginteraksian daripada hubungan kausal. Sesuatu memengaruhi -dan dipengaruhi oleh- sesuatu yang lain. Jaringan hubungan ini tidak linier, seperti dalam penelitian eksperimental (Davis, 1997:1). Dengan demikian, dinamika suatu sistem-bagaimana setiap bagian yang lainlebih penting kausalitas. Sebagai suatu kaidah, rancangan korelasional seperti analisis jalur (path analysis) dan rancangan panel lintas-akhir (cross-lagged panel designs) membolehkan pernyataan-pernyataan kausal.

Proses Dasar Penelitian Korelasional (skripsi dan tesis)

Menurut Gay (1981) sementara studi hubungan dan studi rediksi mempunyai karakteristik unik yang membedakan keduanya, proses dasar keduanya sama. Lebih lanjut ia menjelaskan prosedur dasar penelitian korelasional sebagai berikut.

a. Pemilihan Masalah

Studi korelasional dapat dirancang untuk menentukan variabel mana dari suatu daftar yang mungkin berhubungan maupun untuk menguji hipotesis mengenai hubungan yang diharapkan. Variabel yang dilibatkan harus diseleksi berdasarkan penalaran deduktif dan penalaran induktif. Dengan kata lain, hubungan yang akan diselidiki harus didukung oleh teori atau diturunkan dari pengalaman.

b. Sampel dan Pemilihan Instrumen

Sampel untuk studi korelasional dipilih dengan menggunakan metode sampling yang dapat diterima, dan 30 subjek dipandang sebagai ukuran sampel minimal yang dapat diterima. Sebagaimana suatu studi, adalah penting untuk memilih dan mengembangkan pengukuran yang valid dan reliabel terhadap variabel yang akan diteliti. Jika variabel tidak memadai dikumpulkan, koefisien korelasi yang dihasilkan akan mewakili estimasi tingkat korelasi yang tidak akurat. Selanjutnya, jika pengukuran yang digunakan tidak secara nyata mengukur variabel yang diinginkan, koefisien yang dihasilkan tidak akan mengindikasikan hubungan yang diinginkan.

c. Desain dan Prosedur

Desain korelasional dasar tidaklah rumit; dua atau lebih skor yang diperoleh dari setiap jumlah sampel yang dipilih,satu skor untuk setiap variabel yang diteliti, dan skor berpasangan kemudian dikorelasikan. Koefisien korelasi yang dihasilkan mengindikasikan tingkatan/derajat hubungan antara kedua variabel tersebut. Studi yang berbeda menyelidiki sejumlah variabel,dan beberapa penggunaan prosedur statistik yang kompleks, namun desin dasar tetap sama dalam semua studi korelasional d. Analisis Data dan Interpretasi Bila dua variabel dikorelasikan hasilnya adalah koefisien korelasi. Suatu koefisien korelasi angka desimal, antara 0,00 dan + 1,00, atau 0,00 dan – 1,00, yang mengindikasikan derajat hubungan dua variabel. Jika koefisien mendekati + 1,00; kedua variabel tersebut mempunyai hubungan positif. Hal ini berarti bahwa seseorang dengan skor yang tinggi pada suatu variabel akan memiliki skor yang tinggi pula pada variabel yang lain, suatu peningkatan pada suatu variabel berhubungan/diasosiasikan dengan peningkatan pada variabel lain. Jika koefisien korelasi tersebut mendekati 0,00 kedua variabel tidak berhubungan. Hal ini berarti bahwa skor seseorang pada suatu variabel tidak mengindikasikan skor orang tersebut pada variabel lain. Jika koefisien tersebut mendekati -1,00, kedua variabel memiliki hubungan yang sebaliknya(negatif). Hal ini berarti bahwa seseorang dengan skor tinggi pada suatu variabel akan memiliki skor yang rendah pada variabel lain; peningkatan pada suatu akan diasosiasikan dengan penurunan pada variabel lain, dan sebaliknya (Gay, 1981 : 185).

Interpretasi suatu koefisien korelasi tergantung pada bagaimana ia akan digunakan. Dengan kata lain, seberapa besar ia diperlukan agar bermanfaat tergantung pada tujuan perhitunganya. Dalam studi yang dirancang untuk menyelidiki atau hubungan yang dihipotesiskan, suatu koefisien korelasi diinterprestasikan dalam istilah signifikansi statistiknya. Dalam studi prediksi, signifikansi statistik merupakan nilai kedua dari koefisien dalam memudahkan prediksi yang akurat. Signifikansi statistik mengacu pada apakah koefisiensi yang diperoleh berbeda secara nyata dari zero (0) dan mencerminkan suatu hubungan yang benar, bukan suatu kemungkinan hubungan, keputusan berdasarkan signifikansi statistik dibuat pada suatu level kemungkinan (probability) yang diberikan. Dengan kata lain, berdasarkan ukuran sampel yang diberikan, anda tidak dapat menentukan secara positif apakah ada atau tidak ada hubungan yang benar antara dua variabel,tetapi anda dapat mengatakan secara probabilitas ada atau tidak ada hubungan. Untuk menentukan signifikansi statistik, anda hanya mengonsultasikanya pada tabel yang dapat mengatakan pada anda seberapa besar koefisiensi anda diperlukan untuk menjadi signifikan pada level probabilitas yang diberikan.

Untuk level probabillitas yang sama, atau level signifikansi yang sama, koefisien yang besar diperlukan bila sampel yang lebih kecil dilibatkan. Kita secara umum memiliki lebih banyak bukti dalam koefisien yang berdasarkan pada 100 subjek daripada 10 subjek. Dengan demikian, sebagai contoh, pada level bukti 95% dengan 10 kasus, anda akan memerlukan sekurangnya koefisien 0,6319 agar dapat menyimpulkan eksistensi suatu hubungan; di pihak lain, dengan kasus anda hanya memerlukan koefisiensi 0,1946.

Konsep ini berarti bahwa anda memerhatikan kasus tersebut ketika anda akan mengumpulkan data pada setiap anggoa populasi, bukan hanya sampel. Dalam kasus ini, tidak ada kesimpulan yang dilibatkan, dan tanpa memerhatikan seberapa kecil koefisiensi korelasi yang ada, itu akan mewakili derajat korelasi yang benar antara variabel untuk populasi tersebut. Ketika penginterprestasian suatu koefisien korelasi, anda harus selalu ingat bahwa anda hanya berbicara tentang suatu hubungan, bukan hubungan sebab-akibat. Koefisiensi korelasi yang signifikan mungkn menyarankan hubungan sebab-akibat tetapi tidak menetapkanya. Hanya ada satu cara untuk menetapkan hubungan sebabakibat, yaitu eksperimen. Bila seseorang menemukan hubungan yang dekat antara dua variabel, hal itu sering sekali menggoda untuk menyimpulkan bahwa satu menyebabkan lain. Dalam kenyataan, itu mungkin tidak saling memengaruhi; mungkin terdapat variabel ketiga yang memengaruhi kedua variabel

Pengertian Penelitian Korelasional (skripsi dan tesis)

Correlational research is a research study that involves collecting data in order to determine whether and to what degree a relationship exists between two or more quantifiable variables (Gay, 1982:430) dalam Sukardi (2008:166).

Penelitian korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini dilakukan, ketika kita ingin mengetahui tentang ada tidaknya dan kuat lemahnya hubungan variabel yang terkait dalam suatu objek atau subjek yang diteliti. Adanya hubungan dan tingkat variabel ini penting, karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian. Menurut Gay (dalam Sukardi, 2008:165) penelitian korelasional merupakan salah satu bagian penelitian ex-postfacto karena biasanya peneliti tidak memanipulasi keadaan variabel yang ada dan langsung mencari keberadaan hubungan dan tingkat hubungan variabel yang direfleksikan dalam koefesien korelasi. Penelitian korelasi mempunyai tiga karakteristik penting untuk para peneliti yang hendak menggunakannya.

Tiga karakteristik tersebut, diantaranya adalah:

a. penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan peneliti tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen

b. memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata

c. memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan. (Sukardi, 2008:166).

Di samping itu, penelitian korelasi dilakukan untuk menjawab tiga pertanyaan penelitian tentang dua variabel atau lebih. Pertanyaan tersebut yaitu:

a. Adakah hubungan antara dua variabel?

b. Bagaimanakah arah hubungan tersebut?

c. Berapa besar/jauh hubungan tersebut dapat diterangkan?

Penelitian korelasional bertujuan untuk menentukan ada tidaknya hubungan, kearah mana hubungan tersebut (positif/negatif) dan seberapa jauh hubungan ada  antara dua variabel atau lebih (yang dapat diukur). Misalnya hubungan antara kecerdasan dengan kreativitas, semangat dengan pencapaian, tinggi badan dengan umur, nilai bahasa Inggris dengan nilai statistika, dan sebagainya. Tujuan dari suatu penyelidikan korelasi adalah untuk menetapkan atau mengungkapkan suatu hubungan atau menggunakan hubungan-hubungan dalam membuat prediksi (prakiraan). Dalam penelitian korelasional, para peneliti biasanya hanya mendasarkan pada penampilan variabel sebagaimana adanya, tanpa mengatur kondisi atau memanipulasi variabel tersebut. Oleh karena itu, peneliti hendaknya mengetahui cukup banyak alasan yang kuat guna mempertahankan hasil hubungan yang ditemukan. Penelitian korelasi lebih tepat, jika dalam penelitian peneliti memfokuskan usahanya dalam mencapai informasi yang dapat menerangkan adanya fenomena yang kompleks melalui hubungan antar variabel. Sehingga, peneliti juga dapat melakukan eksplorasi studi melalui teknik korelasi parsial, di mana peneliti mengeliminasi salah satu pengaruh variabel agar dapat dilihat hubungan dua variabel yang dianggap penting.

Seorang peneliti tepat menggunakan penelitian korelasi ketika peneliti mempunyai beberapa alasan penting, di antaranya sebagai berikut.

a. Ada kebutuhan informasi bahwa ada hubungan antarvariabel dimana koefisien korelasi dapat mencapainya.

b. Penelitian korelasi perlu diperhitungkan kegunaannya apabila variabel yang muncul itu kompleks, dan peneliti tidak mungkin dapat melakukan kontrol dan memanipulasi variabel-variabel tersebut.

c. Dalam penelitian memungkinkan dilakukan pengukuran beberapa variabel dan hubungan yang ada dalam setting yang realistis. Alasan penting lain adalah  bahwa penelitian korelasi tepat dilakukan, jika salah satu tujuan penelitian adalah mencapai formula prediksi, yaitu keadaan yang menunjukkan adanya asumsi hubungan antar variabel.

Jenis – Jenis Penelitian Survey (skripsi dan tesis)

Penelitian surveydapat dikelompokkan menjadi lima macam (Sukardi, 2007), yaitu :

a. Survey Catatan

Jenis survey ini sering disebut survey of records, karena dalam kegiatan penelitian ini banyak menggunakan sumber-sumber yang berupa catatan atau informasi nonreaksi. Dalam penelitian nonreaksi ini, penelitian ini biasanya tidak banyak melibatkan jawaban langsung dari subjek orang atau subjek yang diteliti. Survey model catatan ini mempunyai keuntungan dibanding model lainnya, yaitu bahwa objektivitas informasi yang diperolah lebih objektif dan bisa dipertanggungjawabkan.

b. Survey Menggunakan Angket

Jenis kedua adalah metode survei dengan menggunakan angket atau kuisioner. Survei dengan angket biasanya didistribusikan ke responden melalui jasa pos. Dinegara-negara dimana masyarakatnya lebih maju tingkat pendidikannya, penelitian ini temasuk aman, tetapi untuk negara kita masih memerlukan pencermatan secara insentif.

c. Survey Melalui Telepon

Pada penelitian ini, peneliti dengan menggunakan buku petunjuk telepon (buku kuning) menghubungi responden, kemudian mengatakan kepada mereka maksud dan tujuannya memperoleh informasi yang diinginkan berupa jawaban dari mereka. Seiring dengan kemajuan teknologi, penelitian survey melalui telepon juga maju dan banyak digunakan baik dalam bidang pendidikan maupun pada penelitian social.

d. Survey Menggunakan Wawancara

Kelompok Teknik ini mirip dengan wawancara perorangan. Peneliti dalam menggali informasi dalam grup, memungkinkan terjadinya interaksi di antara anggota kelompok dan dengan peneliti, sehingga menghasilkan suatu gambaran yang lebih baik tentang keadaan subjek atau objek yang diteliti.

e. Survey Menggunakan Wawancara Individu

Penelitian survey jenis yang kelima ini merupakan survey dengan menggunakan pendekatan konvesional, yaitu wawancara perorangan. Pada penelitian dengan wawancara individual ini lebih berhasil apabila peneliti merasa tertantang atau challenging untuk melakukan eksplorasi permasalahan dengan informasi terbatas.

Pengertian metode penelitian survei (skripsi dan tesis)

Menurut Singarimbun dan Effendi (1989), penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Menurut Daniel dalam Balipaper (2010), survei merupakan pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap suatu persoalan tertentu di dalam daerah atau lokasi tertentu atau suatu studi ekstensif yang dipolakan untuk memperoleh informasi-informasi yang dibutuhkan. Penelitian survei adalah jenis penelitian yang mengumpulkan informasi tentang karakteristik, tindakan, pendapat dari sekelompok responden yang representative yang dianggap sebagai populasi.

Survei adalah pemeriksaan atau penelitian secara komprehensif, Survei yang dilakukan dalam melakukan penelitian biasanya dilakukan dengan menyebarkan kuesioner atau wawancara, dengan tujuan untuk mengetahui: siapa mereka, apa yang mereka pikir, rasakan, atau kecenderungan suatu tindakan. Survei lazim dilakukan dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, survei lebih merupakan pertanyaan tertutup, sementara dalam penelitian kualitatif berupa wawancara mendalam dengan pertanyaan terbuka. Survei (survey) atau lengkapnya self-administered survey adalah metode pengumpulan data primer dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden individu. Metode survei digunakan sebagai teknik penelitian yang melalui pengamatan langsung terhadap suatu gejala atau pengumpulan informasi melalui pedoman wawancara, kuisioner, kuisioner terkirim (mailed questionnaire) atau survei melalui telepon (telephone survey). Dimensi survei unit analisis data adalah, survei tidak hanya terbatas pada daftar pertanyaan saja, namun juga riset kepada orang-orang. Penganalisisan mungkin menggunakan informasi dari negara-negara, tahun, peristiwa, organisasi, dan lain sebagainya. Jika suatu analisis tersebut tidak digunakan kepada orang lain maka dapat dimanfaatkan untuk kedepannya.

Unsur Dalam Survei Survailans (skripsi dan tesis)

Menurut Lapau (2010), sistem surveilans ada beberapa unsur :

1) Tujuan sistem surveilans yaitu membandingkan tujuan sistem surveilans yang ditemui baik itu melalui wawancara dengan tujuan sistem surveilans

2) Pengolahan dan analisis data yaitu menilai apakah pengolahan dan analisis data malaria dilakukan untuk menjawab tujuan surveilans yang telah ditetapkan.

3) Ketepatan Diagnosis yaitu Bagaimana mendiagnosis penyakit tersebut. Untuk melihat ketepatan diagnosis dapat dilihat dari nilai eror rate pemeriksaan laboratorium.

4) Kelengkapan laporan malaria yaitu persentase laporan malaria yang seharusnya diterima atau dikirim dibandingkan dengan kenyataan laporan malaria diterima dalam waktu tertentu.

5) Ketepatan waktu laporan berarti waktu laporan diterima oleh puskesmas dari polindes, pustu dan pelayan kesehatan lainnya serta laporan dari puskesmas ke dinas kesehatan kabupaten sesuai dengan waktu laporan yang telah disepakati atau ditetapkan bersama.

6) Partisipasi fasilitas kesehatan Informasi tentang kesehatan juga didapatkan atau bersumber dari sarana fasilitas kesehatan baik pemerintah, swasta, maupun perorangan yang disampaikan kepada unit kerja yang bersangkutan dalam hal ini dinas kesehatan kabupaten.

7) Akses ke pelayanan kesehatan adalah perkiraan warga masyarakat yang dapat menggunakan pelayanan kesehatan, yang tergantung oleh jarak, sosial ekonomi, budaya dan lain-lain

. 8) Konsistensi yaitu data yang dimuat di dalam laporan tersebut adalah data yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaran pengisiannya oleh petugas pada sumber data terutama di puskesmas dan rumah sakit.

Elemen dan Jenis Surveilans (skripsi dan tesis)

Dalam melaksanaan kegiatan surveilans epidemiologi ada empat hal pokok (elemen) yang dilakukan yaitu pengumpulan data, pengolahan, analisa dan intepretasi serta desiminasi data. Empat hal ini merupakan suatu satu kesatuan atau sistem, sehingga dalam pelaksaannya harus dilakukan secara berkesinambungan dan berurutan. Jenis Surveilans dibagi menjadi dua, yakni aktif dan pasif. Surveilans secara aktif yakni data dikumpulkan sendiri oleh petugas surveilans berdasarkan aturan yang ada, organisasi  pelaksana melaksanakan surveilans dengan prosedur tertentu berinisiatif mendapatkan data. Sedangkan surveilans secara pasif berarti bahwa petugas surveilans menunggu data disampaikan oleh pengumpul data yang berasal dari berbagai sektor (menunggu laporan) Pendekatan ini menjadikan batasan yang kaku dalam menghasilkan suatu laporan

Ruang Lingkup Surveilans (skripsi dan tesis)

 Ruang lingkup surveilans epidemiologi meliputi: 1.

1)      Surveilans Epidemiologi Penyakit Menular, merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap penyakit menular dan faktor risiko untuk mendukung upaya  pemberantasan penyakit menular. Contoh : DBD (Demam Berdarah Dengue), Malaria.

2)      Surveilans Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap penyakit tidak menular dan faktor risiko untuk mendukung upaya  pemberantasan penyakit tidak menular. Contoh : Hipertensi, Penyakit Jantung Koroner. 3.

3)      Surveilans Epidemiologi Kesehatan Lingkungan dan Perilaku, merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap penyakit dan faktor risiko untuk mendukung program  penyehatan lingkungan. Contoh : Vektor Nyamuk, Keberadaan Rodent/Tikus, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) 4.

4)      Surveilans Epidemiologi Masalah Kesehatan, merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhadap masalah kesehatan dan faktor risiko untuk mendukung program- program kesehatan tertentu. Contoh : Cakupan Program Imunisasi, Program Pemberantasan Vektor Nyamuk.

5)      Surveilans Epidemiologi Kesehatan Matra, merupakan analisis terus menerus dan sistematis terhdap masalah kesehatan dan faktor risiko untuk upaya mendukung program kesehatan matra (kesehatan lapangan, kesehatan kelautan dan bawah air, kesehatan kedirgantaraan). Contoh : Kegiatan Ibadah Haji, Kegiatan Penyelaman, Kesehatan Militer.

Tujuan Surveilans (skripsi dan tesis)

Surveilans bertujuan memberikan informasi tepat waktu tentang masalah kesehatan  populasi, sehingga penyakit dan faktor risiko dapat dideteksi dini dan dapat dilakukan respons  pelayanan kesehatan dengan lebih efektif. Tujuan khusus surveilans:

1)      Memonitor kecenderungan (trends) penyakit;

2)      Mendeteksi perubahan mendadak insidensi penyakit, untuk mendeteksi dini outbreak;

3)      Memantau kesehatan populasi, menaksir besarnya beban penyakit (disease burden) pada  populasi;

4)      Menentukan kebutuhan kesehatan prioritas, membantu perencanaan, implementasi, monitoring, dan evaluasi program kesehatan

5)      Mengevaluasi cakupan dan efektivitas program kesehatan;

6)      Mengidentifikasi kebutuhan riset

Dalam pelaksanaan surveilans epidemiologi ada terminologi atau istilah yang cukup  populer yaitu “Garbage In Garbage Out ”, dengan pengertian bahwa jika data yang diolah sampah maka keluarnya juga sampah. Buat apa kita mengolah data yang tidak mempunyai arti atau tidak dapat digunakan untuk bahan pengambilan keputusan, padahal esensi kegiatan surveilans adalah memberikan informasi yang valid dan tepat waktu jadi sangat disayangkan  bila kita melakukan pekerjaan yang tidak mempunyai nilai pada hal sudah banyak energi yang kita keluarkan

Surveilans Epidemiologi (skripsi dan tesis)

Terminologi surveilans adalah penerapan pengumpulan data, analisa, interpretasi data dan diseminasi data kepada mereka yang memerlukan. Kemudian perkembangan surveilans menjadi pengumpulan data secara sistematis, terus menerus, analisis dan interpretasi data untuk dipergunakan dalam perencanaan, implementasi dan evaluasi upaya kesehatan masyarakat. Surveilans adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data secara sistematik dan terus menerus serta penyebaran informasi kepada unit yang membutuhkan untuk dapat mengambil tindakan (WHO, 2004). Menurut Kepmenkes RI No. 1116 Tahun 2003, untuk lebih menekankan pada aspek analisisnya surveilans epidemiologi adalah kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut, agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses  pengumpulan data, pengolahan dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara  program kesehatan (Depkes RI, 2003

Data runtun waktu (time series)

Time series merupakan data yang terdiri atas satu objek tetapi meliputi beberapa periode waktu misalnya harian, bulanan, mingguan, tahunan, dan lain-lain. Kita dapat melihat contoh data time series pada data harga saham, data ekspor, data nilai tukar (kurs), data produksi, dan lain-lain sebagainya. Jika kita amati masing-masing data tersebut terkait dengan waktu (time) dan terjadi berurutan. Misalnya data produksi minyak sawit dari tahun 2000 hingga 2009, data kurs Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat dari tahun 2000 – 2006, dan lain-lain. Dengan demikian maka akan sangat mudah untuk mengenali jenis data ini.

Data time series juga sangat berguna bagi pengambil keputusan untuk memperkirakan kejadian di masa yang akan datang. Karena diyakini pola perubahan data runtun waktu beberapa periode masa lampau akan kembali terulang pada masa kini. Data time series juga biasanya bergantung kepada lag atau selisih. Katakanlah pada beberapa kasus misalnya produksi dunia komoditas kopi pada tahun sebelumnya akan mempengaruhi harga kopi dunia pada tahun berikutnya. Dengan demikian maka akan diperlukan data lagproduksi kopi, bukan data aktual harga kopi. Tabel berikut ini akan memperjelas konsep lag yang mempengaruhi data time series

Time Series (skripsi dan tesis)

Time series atau runtun waktu adalah himpunan observasi data terurut dalam waktu (Hanke&Winchern, 2005: 58). Metode time series adalah metode peramalan dengan menggunakan analisa pola hubungan antara variabel yang akan dipekirakan dengan variabel waktu. Peramalan suatu data time series perlu memperhatikan tipe atau pola data. Secara umum terdapat empat macam pola data time series, yaitu horizontal, trend, musiman, dan siklis (Hanke dan Wichren, 2005: 158). Pola horizontal merupakan kejadian yang tidak terduga dan bersifat acak, tetapi kemunculannya dapat memepengaruhi fluktuasi data time series. Pola trend merupakan kecenderungan arah data dalam jangka panjang, dapat berupa kenaikan maupun penurunan. Pola musiman merupakan fluktuasi dari data yang terjadi secara periodik dalam kurun waktu satu tahun, seperti triwulan, kuartalan, bulanan, mingguan, atau harian. Sedangkan pola siklis merupakan fluktuasi dari data untuk waktu yang lebih dari satu tahun

Uji Normalitas (skripsi dan tesis)

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Seperti diketahui bahwa uji t dan uji F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Apabila asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak berlaku (Ghozali, 2013). Banyak jenis uji statistik normalitas yang dapat digunakan diantaranya Kolmogorov Smirnov, Lilliefors, Chi-Square, Shapiro Wilk atau menggunakan software komputer. Software komputer yang dapat digunakan misalnya SPSS, Minitab, R, dan sebagainya. Pada hakekatnya software tersebut merupakan hitungan uji statistik Kolmogorov Smirnov, Lilliefors, Chi-Square, Shapiro Wilk, san sebagainya yang teah diprogramkan dalam software komputer. Masingmasing hitungan uji statistik normalitas memiliki kelemahan dan kelebihannya, pengguna dapat memilih sesuai dengan keuntungannya. Pengujian asumsi ini menguji normalitas pada residualnya yang dihasilkan dari model regresinya. Untuk menguji normalitas ini menggunakan uji JarqueBera. Uji Jarque-Bera ini menggunakan perhitungan skewness dan kurtosis dengan hipotesis: :

H0 Residual berdistribusi normal :

H1 Residual tidak berdistribusi normal

Uji Asumsi (skripsi dan tesis)

Model Regresi Data Panel Menurut Yudiatmaja (2013), model regresi data panel dapat disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi kriteria BLUE (Best, Linear, Unbiased, dan Estimator). BLUE dapat tercapai jika memenuhi asumsi klasik. Apabila persamaan yang terbentuk tidak memenuhi kaidah BLUE, maka persamaan tersebut diragukan kemampuannya dalam menghasilkan nilai-nilai prediksi yang akurat. Tetapi bukan berarti persamaan tersebut tidak bisa digunakan dalam memprediksi. Agar suatu persamaan ersebut dapat 40 dikategorikan memnuhi kaidah BLUE, maka data yang digunakan harus memnuhi beberapa asumsi yang sering dikenal dengan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik mencakup uji normalitas, uji multikolinearitas, uji linearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Persamaaan yang terbebas dari kelima masalah pada uji asumsi klasik akan menjadi estimator yang tidak bias (Widarjono, 2007

Teknik Persamaan Struktural (skripsi dan tesis)

Teknik multivariat dependen dan interdependen masih memiliki banyak kelemahan karena belum mampu menjangkau model yang lebih sophisticated (rumit) lagi. Untuk mengatasinya, digunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM). Analisis SEM merupakan kombinasi teknik multvariat yang menganalisis hubungan secara simultan antara variabel dependen dengan independen. Menurut Raykov (2000) dalam Kurniawan dan Yamin (2011:2) metode SEM lebih valid, dan digunakan untuk memberikan informasi yang lengkap tentang hubungan antar konstruk dan indikator, serta hubungan antar konstruk yang dihipotesiskan secara simultan. Analisis SEM secara eksplisit menghitung pengukuran error yang terjadi dalam sebuah model. Model SEM merupakan generasi kedua teknik analisis multivariat yang memungkinkan peneliti menguji hubungan yang kompleks baik recurcive maupun non recurcive. Model persamaan struktural atau SEM merupakan gabungan dari analisis faktor dan analisis jalur (path analysis) menjadi metode statistik yang lebih komprehensif (Bagozzi dan Fornel:1982) dalam Ghozali (2008c:3). Menurut Waluyo (2011:1) model-model penelitian dalam ilmu sosial dan manajemen dapat dikatakan rumit (complicated) karena bersifat multidimensional, dan memiliki berbagai pola hubungan kasualitas yang berjenjang. Untuk menganalisis model yang rumit diperlukan alat analisis yang mampu memberikan solusi terbaik, yaitu SEM

Teknik Interdependen (skripsi dan tesis)

. Dalam banyak kasus, peneliti sering mengalami kesulitan dalam menentukan jenis variabel apakah dependen atau independen. Seringkali ditemukan semua variabel adalah independen. Menurut Santoso (2006:6) hubungan antar variabel yang bersifat interdependen ditandai dengan tidak adanya variabel tergantung (dependent) dan bebas (independent). Pada jenis ini, metode multivariate yangdigunakan adalah analisis faktor, analisis cluster, Multi Dimensional Scaling Analysis (MDS) dan analisis categorical. Tujuan utama analisis interdependen adalah menganalisis mengapa dan bagaimana variabel yang ada saling berhubungan. Karena peneliti kesulitan menentukan variabel dependen atau independen, maka metode interdependen ditentukan berdasarkan jenis pengukuran variabel apakah bersifat metric atau non metric

Teknik Analisis Multivariat (skripsi dan tesis)

Terdapat tiga jenis teknik dalam analisis multivariate, yaitu : (1). Teknik dependent, (2). Teknik interdependent, dan (3). Teknik persamaan structural (structural model). Teknik dependen yaitu jika variabel dependen dipengaruhi oleh variabel independen. Sedangkan teknik interdependen yaitu jika semua variabel saling berpengaruh. Dengan kata lain, dalam teknik interdependen semua variabel adalah independen. Sedangkan teknik structural model atau Structural Equation Modeling (SEM) menganalisis variabel dependen dan independen secara simultan. Untuk memilih jenis analisis multivariat yang akan digunakan dalam penelitian, peneliti terlebih dahulu memperhatikan jenis pengukuran data dari variabel yang diteliti. Jenis data dari variabel yang diteliti dengan analisis multivariat dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif. Data kuantitatif dapat langsung dihitung. Menurut Widarjono (2010:2) variabel kuantitatif adalah data yang dilaporkan dalam bentuk angka atau metrik (metric number). Variabel yang diukur dengan cara ini disebut variabel yang mempunyai data metric. Contoh beberapa data metric : jumlah mahasiswa dalam satu kelas. jumlah unit mobil yang dipajang di show room, umur seseorang, gaji pegawai, berat badan seseorang, keuntungan perusahaan, jumlah pelanggan dan harga saham. Sedangkan data kualitatif tidak dapat langsung dihitung seperti pendapat pelanggan tentang kepuasan pelayanan. Data yang berasal dari variable behavioral bersifat kualitatif. Data kualitatif diukur dengan teknik penskalaan (scaling technique). Teknik skala yang terkenal adalah Skala Likert, yang dikembangkan oleh Rensis Likert. Variabel kualitatif adalah data yang dilaporkan tidak dalam bentuk angka atau non metrik (non metric). Variabel yang diukur dengan cara ini disebut variabel yang mempunyai data non metric. Data kualitatif diukur dalam bentuk atribut atau karakteristik. Sering juga disebut data kategori, karena memiliki karakteristik beberapa kategori.

Konsep Analisis Statistik Mulivariat (skripsi dan tesis)

Menurut Widarjono (2010:1) analisis multivariat merupakan salah satu analisis statistik yang berkaitan dengan banyak variabel. Analisis statistik bisa dikelompokkan berdasarkan jumlah variable, yaitu : univariate, bivariate dan multivariate.

1. Analisis Univariate
Kata univariate terbentuk dari kata uni (satu) dan variate (variable), sehingga analisis univariat adalah analisis satu variabel. Contoh analisis univariat adalah pengukuran rata-rata (mean), standar deviasi dan varian sebagai ukuran pusat dari sekelompok data. Jadi analisis univariate lebih bersifat analisis tunggal terhadap satu variabel. Menurut Supranto (2010:7) kalau nasabah suatu bank ditanya tentang jumlah tabungannya, penghasilan per bulan, umur, tingkat pendidikan dan jumlah anggota keluarga maka diperoleh lima variabel yang berdiri sendiri dan tidak dikaitkan dengan variabel lain. Jadi analisis disebut univariat jika setiap variabel berdiri sendiri tidak terkait dengan variabel lain. Analisis terhadap variabel tunggal ini disebut univariate. Dengan demikian analisis univariat boleh saja dikatakan sebagai analisis statistik deskriptif. Dalam statistika dikenal istilah statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif berfungsi mendeskripsikan karakteristik dari sekelompok hasil data penelitian terhadap variabel tunggal. Sedangkan statistik inferensial berusaha menyimpulkan fenomena atau hubungan-hubungan antara lebih dari satu variabel pada sebuah persamaan statistik.
2. Analisis Bivariat
Kata bivariate berasal dari kata bi (dua) dan variate (variable), sehingga analisis bivariate berkaitan dengan dua variabel. Misalnya analisis korelasi yang mencari keeratan hubungan antara dua variable exogen dan endogen. Menurut Sunyoto (2007:31) pengukuran korelasi bivariat dapat dibedakan menjadi pengukuran secara linear (termasuk parsial) dan secara berganda (multiple). Yang dimaksud dengan pengukuran korelasi linear adalah pengukuran atau perhitungan korelasi yang hanya melibatkan satu variable bebas (independent atau X) dan satu variable terikat (dependent atau Y). Sedangkan pengukuran korelasi berganda adalah perhitungan korelasi dengan melibatkan lebih dari satu variabel independent (bebas) dengan satu variabel dependent (terikat). Analisis multivariate berasal kata multi (banyak) dan variate (variable), sehingga analisis multivariate adalah analisis terhadap banyak variable yang merupakan pengembangan dari analisis univariate dan bivariate.
3. Analisis multivariate
Analisis multivariate memiliki lebih dari dua variabel. Supranto (2010:18) mengilustrasikan analisis multivariate dengan adanya masalah atau gap yang disebabkan oleh tidak adanya kesesuaian antara harapan (expected) dan kenyataan (observed). Setiap masalah pasti ada BAB II 18 Analisis Multivariat faktor-faktor penyebab (pada umumnya lebih dari satu penyebab). Kalau masalah kita sebut variabel dependen (Y) dan faktor penyebab kita sebut variabel bebas (X) maka masalah (Y) adalah fungsi dari X1, X2, X3….… Xn. Fenomena ini disebut fenomena multivariate. Dengan demikian, analisis multivariate ini merujuk kepada teknik statistik tertentu yang menganalisis banyak variabel secara simultan. Contoh analisis multivariat adalah Structural Equation Modeling (SEM) yang akhir-akhir ini berkembang pesat

Produk dan Atribut Produk (skripsi dan tesis)

Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Atribut produk merupakan unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan penelitian. (Tjiptono, 2008)

Positioning berdasarkan atribut produk dari smartphone ini meliputi meliputi desain, fitur, dan layar.Pendekatan positioning selanjutnya adalah berdasarkan harga.Positioning berdasarkan aspek penggunaan dari smartphone ini meliputi kemudahan dalam penggunaan. Positioning berdasarkan manfaat dari smartphone ini meliputi kamera, processor, memori, baterai, dan masa pemakaian

Analisis Positioning (skripsi dan tesis)

Menurut Sutojo (2009) mendefinisikan positioning sebagai tindakan menempatkan diri secara tepat di setiap segmen pasar, dilakukan dengan jalan membandingkan kekuatan dan kelemahan perusahaan dengan perusahaan pesaing yang beroperasi dalam segmen pasar yang sama.

Menurut Tjiptono (2008), paling tidak ada 7 pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan positioning yaitu:

  1. Positioning berdasarkan atribut, ciri-ciri atau manfaat bagi pelanggan (attribute

positioning). Pemilihan atribut yang akan dijadikan basis positioning harus

dilandaskan pada 7 kriteria berikut:

– Derajat kepentingan (importance).

– Keunikan (distinctiveness).

– Superioritas.

– Communicability

– Preemptive.

– Terjangkau (affordability).

– Kemampulabaan (profitability).

  1. Positioning berdasarkan harga dan kualitas (price and quality positioning).
  2. Positioning yang dilandasi aspek penggunaan atau aplikasi (use/application positioning).
  3. Positioning berdasarkan pemakai produk (user positioning).
  4. Positioning berdasarkan kelas produk tertentu (product class positioning).
  5. Positioning berkenaan dengan pesaing (competitor positioning).
  6. Positioning berdasarkan manfaat (benefit positioning).

Adapun tujuan pokok analisis positioning adalah:

  1. Untuk menempatkan atau memposisikan produk di pasar sehingga produk tersebut terpisah atau berbeda dengan merek-merek yang bersaing.
  2. Untuk memposisikan produk sehingga dapat menyampaikan beberapa hal pokok kepada para pelanggan, yaitu untuk apa produk tersebut berdiri, untuk apakah produk tersebut, dan bagaimana produk tersebut menerima evaluasi dari pelanggan

Tujuan Penelitian (skripsi dan tesis)

Tujuan penelitian merupakan rumusan kalimat yang menunjukkan adanya hasil, sesuatu yang diperoleh setelah penelitian selesai, sesuatu yang akan dicapai atau dituju dalam sebuah penelitian. Rumusan tujuan mengungkapkan keinginan peniliti untuk memperoleh jawaban atas permasalahan penelitian yang diajukan. Oleh karena itu, rumusan tujuan harus relevan dengan identitas masalah yang ditemukan, rumusan masalah dan mencerminkan proses penelitian. Dalam beberapa penelitian dimana permasalahannya sangat sederhana terlihat bahwa tujuan sepertinya merupakan pengulangan dari rumusan masalah, hanya saja rumusan masalah dinyatakan dengan pertanyaan, sedangkan tujuan dituangkan dalam bentuk pernyataan yang biasanya diawali dengan kata ingin mengetahui.Tujuan dari penelitian ini yaitu:

Tetapi bila permasalahannya relatif komplek, permasalahan ini menjadi lebih jelas terjawab bila disusun sebuah tujuan penelitian yang lebih tegas yang memberikan arah bagi pelaksanaan penelitian. Misalnya, bila rumusan masalah mempertanyakan bagaimanakah penerapan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pecahan, maka jelas akan banyak penafsiran tentang jawaban yang diinginkan dari pertanyaan ini, sehingga perumusan tujuannya harus lebih tegas, misalnya ingin mengetahui langkah-langkah dalam menerapkan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pemecahan, atau ingin mengetahui bagaimanakah efek penerapan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pemecahan terhadap hasil belajar.

Tujuan penelitian yang menguraikan secara tegas dan jelas tujuan dilaksanakan penelitian di objek penelitian yang dipilih tersebut untuk objek penelitian atau organisasi. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang ditetapkan dan jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Tujuan penelitian dijabarkan, biasanya menggunakan kata-kata kerja pembuka antara lain: menemukan, menjelaskan, menganalisis, menguraikan, menilai, menguji, membandingkan, menemukan hubungan antara, memperoleh data atau pengetahuan atau keterangan tentang peneliti.

TUJUAN UMUM PENELITIAN (skripsi dan tesis)

 

Uraian di atas memperlihatkan bahwa penelitian adalah penyaluran rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu/masalah dengan melakukan tindakan tertentu (misalnya memeriksa, menelaah, mempelajari dengan cermat/sungguh-sungguh) sehingga diperoleh suatu temuan berupa kebenaran, jawaban, atau pengembangan ilmu pengetahuan. Terkait dengan ilmu pengetahuan, dapat dikemukakan tigatujuan umum penelitianyaitu:

  1. Tujuan Eksploratif,penelitian dilaksanakan untuk menemukan sesuatu (ilmu pengetahuan) yang baru dalam bidang tertentu. Ilmu yang diperoleh melalui penelitian betul-betul baru belum pernah diketahui sebelumnya.
  2. Tujuan Verifikatif, penelitian dilaksanakan untuk menguji kebenaran dari sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada. Data penelitian yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap infromasi atau ilmu pengetahuan tertentu.
  3. Tujuan Pengembangan, penelitian dilaksanakan untuk mengembangkan sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan atau memperdalam ilmu pegetahuan yang telah ada

Pengertian Metode Penelitian (skripsi dan tesis)

Metode secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti cara atau jalan menuju suatu jalan. Secara terminologi, menurut Rosady Ruslan (2008: 24) metode adalah kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya. Sedangkan menurut Kuntowijoyo metodologi atau science of methods adalah ilmu yang membicarakan jalan dan cara (Basri, 2006: 1). Sedangkan menurut Arif Subyantoro dan FX. Suwarto (2007: 65) metode adalah cara kerja untuk dapat memahami objek penelitian dengan langkah-langkah sistematis. Kumpulan metode disebut metodik, dan ilmu yang mempelajari metode-metode disebut metodologi.
Metodelogi penelitian adalah cara atu strategi menyeluruh untuk menemukan atau memperleh data yang diperlukan. Metode penelitian harus dibedakan dari teknik pengumpulan data yang merupakan teknik yang lebih spesifik untuk memperoleh data. Metdelogi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu: historic, metede survey dan metode eksperimen. Metede historik digunakan jika data yang dipergunakan terutama yang berkaiatan dengan masa lalu, sehingga teknik pengumpulan data yang digunakan terutama adalah studi dukumenter atau mungkin juga studi artifak.

KERANGKA KONSEP (skripsi dan tesis)

Kerangka konsep merupakan turunan dari kerangka teori yang telah disusun sebelumnya dalam telaah pustaka. Kerangka konsep merupakan visualisasi hubungan antara kelengkapan identifikasi berbagai variabel, yang dirumuskan oleh peneliti setelah membaca berbagai teori yang ada dan kemudian menyusun teorinya sendiri yang akan digunakannya sebagai landasan untuk penelitiannya. Pengertian lainnya tentang kerangka konsep penelitian yaitu kerangka hubungan antara konsep – konsep yang akan diukur atau diamati melalui penelitian yang akan dilakukan. Diagram dalam kerangka konsep harus menunjukkan hubungan antara variabelvariabel yang akan diteliti. Kerangka yang baik dapat  emberikan informasi yang jelas kepada peneliti dalam memilih desain penelitian

KERANGKA TEORI (skripsi dan tesis)

Kerangka teori merupakan visualisasi hubungan antara berbagai variabel untuk menjelaskan sebuah fenomena (Wibowo,2014). Hubungan antara berbagai variabel digambarkan dengan lengkap dan menyeluruh dengan alur dan skema yang menjelaskan sebab akibat suatu fenomena. Sumber pembuatan kerangka teori adalah dari paparan satu atau lebih teori yang terdapat pada tinjauan pustaka. Pemilihan teori dapat menggunakan
salah satu teori atau memodifikasi dari berbagai teori, selama teori yang dipilih relevan dengan keseluruhan substansi penelitian yang akan dilakukan.
Kerangka teori yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar dalam menyusun kerangka teori yang menghasilkan hipotesis.Di bidang rekam medis dan informasi kesehatan, teori yang berkembang belum sebanyak teori-teori di bidang kesehatan lainnya.Teori yang diadopsi masih rujukan lama untuk pendokumentasian rekam medis dan
masih dipakai hingga sekarang.Selama belum terjadi perubahan pada teori lama, maka teori tersebut masih dapat dipergunakan.

Cara membuat telaah atau tinjauan pustaka (skripsi dan tesis)

Tinjauan pustaka adalah kegiatan yang meliputi mencari, membaca dan menelah jurnaljurnal penelitian dan bahan pustaka yang memuat teori-teori yang relevan dengan penelitian
yang akan dilakukan. Berikut langkah-langkahnya:
a. Diawali dengan menentukan topik-topik dari informasi yang akan dicari atau dengan menggunakan kata kunci untuk lebih memudahkan pencarian kemudian mencari sumber yang relevan baik dari buku ajar, jurnal cetak maupun jurnal elektronik dan lain sebagainya. Biasakan segera untuk selalu menulis referensi secara lengkap di daftar
pustaka agar tidak terlewat atau kelupaan.
b. Merangkum dari setiap bacaan yang diperlukan dalam tulisan penelitian yang akan dilakukan dengan menggunakan kalimat sendiri untuk menghidari plagiarisme
c. Memperhatikan gaya bahasa penulisan apakah mudah dimengerti atau tidak dengan cara berulang ulang membaca tulisan sendiri
d. Mengelompokkan hasil temuan pustaka dalam satu topik yang sama, kemudian menganalisis content bacaan dan selanjutnya dibuat ringkasannya.
e. Menyusun semua ringkasan hasil telaahan dalam sebuah tulisan secara sistematis, berkesinambungan dan menyeluruh sehingga terbentuk kerangka berfikir ilmiah secara utuh dalam satu kesatuan. Sistematika penulisan tinjauan pustaka dapat mengacu pada judul penelitian, karena judul penelitian memberikan gambaran variabel yang akan diteliti. Dimana hasil rangkuman yang telah dikumpulkan sebelumnya tersebut kemudian dituangkan disesuaikan dengan pengelompokkan kajian atau berdasarkan
variabel

Tujuan telaah pustaka (skripsi dan tesis)

Tujuan telaah pustaka menurut Wibowo(2014) antara lain:
a. memperoleh informasi yang ilmiah dan kredibel,
b. memperoleh data dan informasi yang berguna untuk menyusun latar belakang, dimana data dan teori dalam latar belakang dapat menggambarkan besaran masalah, keseriusan masalah dan kesensitifan masalah,
c. memperoleh teori terbaru dan terkini,
d. bagi peneliti pemula, dapat membantu dalam menemukan ide atau topik
penelitian,
e. membantu dalam menemukan variabel-variabel apa saja yang masuk dalam
penelitian dan metode penelitiannya yang sesuai,
f. berlajar cara menyusun atau menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan dengan mengamati tulisan atau karya peneliti lain, dan
g. memperoleh informasi tentang keterbatasan peneliti lain sehingga dapat
dijadikan masukan dan pelajaran agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

Pendeskripsian Teori (skripsi dan tesis)

Menurut Wibowo (2014) langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut:
a. Menetapkan variabel beserta jumlah variabel yang akan diteliti.
b. Mencari referensi sebanyak banyaknya baik melalui buku, jurnal penelitian maupun laporan akhir penelitian seperti skripsi, tesis, disertasi yang relevan dengan penelitian yang akan diteliti.
c. Melihat daftar isi dan mencari topik yang relevan dengan variabel yang akan diteliti. Perhatikan bacaan dari mulai judul penelitian, permasalahan, teori yang digunakan, tempat penelitian, sampel penelitian, teknik pengumpulan data, analisis, kesimpulan dan saran.
d. Mencari referensi definisi dari setiap variabel yang akan diteliti, pilih definisi yang paling sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.
e. Membaca seluruh isi topik penelitian dari setiap sumber data yang dibaca dan kemudian menuangkannya dalam sebuah tulisan dengan bahasa sendiri. Sumber-sumber bacaan yang digunakan harus dicantumkan di daftar pustaka.

Kegunaan Teori (skripsi dan tesis)

 

Secara umum teori mempunyai tiga fungsi yaitu untuk menjelaskan (explanation), meramalkan (prediction) dan pengendalian (control). Secara lengkap Cooper and Schindler (2003) dalam Wibowo (2014), menyatakan bahwa kegunaan teori dalam penelitian adalah:

  1. Untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup penelitian, termasuk menjelaskan apa saja variabel yang akan diteliti.
  2. Sebagai prediksi dan pemandu untuk menemukan fakta dan sebagai dasar dalam menentukan hipotesis penelitian serta untuk menyusun instrumen penelitian.
  3. Digunakan dalam pembahasan antara lain sebagai penjelasan atau justifikasi terhadap hasil penelitian dan juga digunakan untuk dibandingkan dengan hasil penelitian. Hasil temuan penelitian tersebut selanjutnya dijadikan dasar untuk memberikan saran dalam upaya pemecahan masalah.
  4. Merangkum fakta yang ditemukan pada sampel penelitian dalam rangka generalisasi terhadap populasi
  5. Untuk memprediksi fakta lebih lanjut dengan mempelajari kondisi-kondisi menuju kepada kejadian itu.

PENGERTIAN TUJUAN PENELITIAN (skripsi dan tesis)

 

Tujuan penelitian merupakan arah atau acuan suatu penelitian yang memberikan arahan bagi peneliti secara jelas apa yang akan dicapai. Tujuan penelitian harus dirumuskan dalam bentuk pernyataan secara jelas dan terukur. Tujuan penelitian pada umumnya dibedakan menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

  1. Tujuan Umum Pernyataan satu tujuan dalam lingkup besar yang erat dengan pertanyaan dalam rumusan masalah.
  2. Tujuan Khusus Pernyataan tujuan dalam lingkup kecil, yang merupakan turunan dari tujuan umum. Tujuan khusus dinyatakan lebih operasional dan menjadi arahan secara detail untuk tahapan penelitian selanjutnya.

PENULISAN LATAR BELAKANG (skripsi dan tesis)

Latar belakang merupakan yang pertama kali dibahas dalam Bab I. Penjelasan yang dipaparkan dalam latar belakang sangat penting dalam rangka untuk memberikan pemahaman dan meyakinkan pembaca bahwa penelitian yang diusulkan sangat penting untuk dilakukan. Dalam latar belakang diuraikan tentang alasan (justifikasi) mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan dengan menguraikan besaran masalah, keseriusan masalah, kesensitifan masalah seperti yang telah dijelaskan di halaman sebelumnya. Berdasarkan Dicantumkannya data dukung seperti jumlah kasus atau angka proporsi kejadian diawali dari mulai data global/dunia, kemudian data nasional, data propinsi, kabupaten/kota hingga tempat/lokasi masalah tersebut terjadi. Pemaparan data dukung ditunjukkan dengan gambar segitiga menunjukkan bahwa pemaparan yang lebih sedikit pada data global atau umum dan semakin banyak dikupas tentang data di tingkat bawah atau ujung tombak dalam pelaksanaan penelitian. Masalah yang didukung dengan data menunjukkan bahwa kejadiannya valid atau kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan fakta. Fakta-fakta tersebut diuraikan dalam bentuk narasi disertai dengan justifikasi yang didasari oleh hasil penelitian orang lain, teori yang mendasari penelitian, pengalaman peneliti misalnya dalam bentuk studi pendahuluan, dampak dari permasalahan, serta alternatif pemecahan masalahnya. Uraian substansi justifikasi tersebut ditunjukkan dengan gambar segitiga terbalik artinya bahwa pemaparan data bersifat deduktif yaitu dari hal umum mengerucut ke hal khusus, semakin ke bawah uraian semakin terperinci, detail dan makin fokus serta tajam.

 

Menyusun Judul Penelitian (skripsi dan tesis)

Judul merupakan cerminan dari masalah dan tujuan penelitian serta dapat memberikan gambaran penelitian. Seseorang akan mencari atau membaca judul terlebih dahulu sebelum membaca isinya. Judul dapat membuat seseorang tertarik untuk membaca isinya walaupun sebelumnya mungkin tidak bermaksud untuk membacanya. Untuk membuat judul yang tepat sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan memerlukan beberapa persyaratan, antara lain:
1. Judul penelitian sebaiknya memberikan gambaran keseluruhan isi penelitian yang akan dilaksanakan seperti variabel-variabel yang akan diteliti dan lokasi atau tempat penelitian serta waktu penelitian.
2. Judul dibuat dalam kalimat sederhana dan tidak terlalu panjang, ada beberapa teori yang menyebutkan bahwa judul tidak boleh lebih dari 14 – 16 kata, sehingga apabila penelitian memerlukan judul yang panjang sebaiknya dibuat subjudul.
3. Judul sebaiknya tidak menggunakan singkatan, kecuali yang sudah baku.
4. Judul sebaiknya dibuat dalam kalimat netral, tidak menggunakan kalimat tanya.
5. Penulisan nama tempat atau lokasi penelitian dengan mempertimbangkan tujuan penelitian dan local specific. Apabila tujuan penelitian spesifik dan khas hanya terjadi di tempat tersebut maka nama tempat harus dicantumkan. Namun apabila penelitian tersebut dapat mewakili atau menggambarkan kejadian di tempat lainnya maka nama tempat tidak perlu dicantumkan.

6. Penulisan waktu dalam judul dengan mempertimbangkan kekhasan waktu dan tempat.Apabila masalah penelitian terjadi di tempat dan waktu yang spesifik dan khas maka sebaiknya waktu perlu dicantumkan dalam judul.

 

 

Cara Membuat Rumusan Masalah (skripsi dan tesis)

 

Penelitian Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan penelitian yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data dalam sebuah penelitian. Rumusan masalah dibuat mengacu kepada uraian masalah pada latar belakang, kemudian diidentifikasi secara spesifik sehingga rumusan masalah jelas dan fokus. Terdapat beberapa syarat dalam membuat rumusan masalah:

  1. Kalimat disusun dalam bentuk kalimat tanya, supaya pertanyaan lebih bersifat tajam dan khas
  2. Substansi yang dikemukakan pada pertanyaan penelitian lebih spesifik dan tidak bermakna ganda.
  3. Pertanyaan dikemukakan secara terpisah apabila terdapat beberapa pertanyaan atau beberapa permasalahan.

Syarat Masalah Penelitian (skripsi dan tesis)

Tidak semua masalah dapat diangkat menjadi masalah penelitian. Hulley dan Cummings dalam Satroasmoro dan Ismael (2014) mengungkapkan bahwa agar suatu masalah layak untuk diangkat menjadi masalah penelitian, maka diperlukan syarat-syarat FINER (feasible, interesting, novel, ethical, relevant):

  1. Kemampulaksanaan (feasible)

Suatu masalah penelitian dapat dijawab dengan penelitian. Dengan memperhatikan berbagai pertimbangan seperti aspek metodologi khususnya tentang besar sampel, dimana untuk penelitian kuantitatif harus memenuhi jumlah sampel minimal atau jumlah harus berdasarkan hasil perhitungan rumus besar sampel,biaya, sarana, waktu, dan lainlain.Pertimbangan-pertimbangan teknis tersebut dapat menentukan apakah masalah dapat dijawab melalui penelitian atau tidak.

  1. Menarik (Interesting)

Peneliti harus memiliki minat dan ketertarikan terhadap masalah penelitiannya. Seseorang yang tertarik terhadap sesuatu maka akan semangat untuk berupaya untuk dapat menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya dan seideal mungkin sesuai dengan tujuan atau target. Sebaliknya, apabila tidak berminat maka akan cenderung melaksanakannya dengan terpaksa atau seadanya.

  1. Memberi nilai baru (Novelty)

Penelitian yang dilakukan dapat memberikan sesuatu hal yang baru atau masalah yang diangkat kekinian sesuai dengan issue yang sedang berkembang di masyarakat. Meski demikian bukan berarti penelitian yang dilakukan tidak boleh sama dengan penelitian sebelumnya. Penelitian dapat dilakukan juga untuk membuktikan apakah hasilnya konsisten sama dengan hasil penelitian sebelumnya ataukah bertentangan. Dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda, atau dengan menambahkan variabel penelitian lainnya, apakah hasilnya akan berbeda ataukah sama.

  1. Etis (ethical)

Penelitian yang dilakukan tidak boleh bertentangan dengan etika.Etika adalah ilmu tentang benar dan salah atau tentang hak dan kewajiban, sementara etis adalah hal yang sesuai dengan etika yang telah berlaku dan disepakati secara umum.Dikatakan etis bila sudah sesuai dengan norma-norma sosial, agama dan lainnya yang diterima secara umum.Dikatakan tidak etis bila tidak sesuai dengannorma-norma sosial, agama, dan lainnya yang diterima secara umum.Khusus penelitian yang melibatkan manusia sebagai sampel penelitian, harus medapatkan telaahan dan persetujuan komisi etik terlebih dahulu sebelum melaksanakan penelitian.

  1. Relevan (relevant)

Penelitian yang dilakukan harus relevan dengan ilmu pengetahuan khususnya sesuai dengan bidang yang ditekuninya.Penelitian juga harus relevan dengan keadaan saat ini sehingga masalah penelitian harus aktual dan sesuai dengan issue yang berkembang saat ini dan berdasarkan sumber informasi atau referensi yang mutakhir.

Langkah-langkah Menemukan Masalah Penelitian (skripsi dan tesis)

Langkah-langkah dalam menemukan dan menentukan masalah penelitian adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan Area Penelitian

Area penelitian merupakan bidang ilmu atau pekerjaan yang selama ini digeluti dan dapat dijadikan patokan dalam menentukan masalah penelitian.Area penelitian menjadi batasan dalam sebuah penelitian sehingga kajiannya lebih fokus dan spesifik.Bagi profesi tertentu seperti peneliti atau dosen, melakukan penelitian yang konsisten dan kontinyu dalam satu area/bidang penelitian merupakan suatu keharusan dalam upaya pendalaman dan peningkatan pengembangan keilmuannya.

  1. Menentukan Topik Penelitian

Topik penelitian merupakan pernyataan inti setelah menentukan area penelitian terlebih dahulu. Keraf dalam Wibowo (2014) menyebutkan tiga syarat topik penelitian yaitu:

  • Topik yang ditentukan merupakan hal yang menjadi minat dan menarik bagi peneliti tersebut untuk diteliti.
  • Topik penelitian harus spesifik dan fokus.
  • Topik penelitian merupakan bidang yang dikuasai oleh peneliti. Semakin tinggi tingkat pengetahuan dan penguasaan terkait materi yang akan diteliti maka akan semakin mudah peneliti tersebut dalam merumuskan tahapan selanjutnya.
  1. Menentukan Masalah Penelitian

Menentukan area dan topik penelitian merupakan runtutan dalam menemukan masalah, tanpa mengetahui area dan topik yang akan diteliti maka akan kesulitan dalam menentukan masalah apa yang akan diangkat dalam sebuah penelitian, karena area dan topik dalam satu disiplin ilmu saja sangat banyak apalagi area dan topik yang terlalu luas atau umum. Masalah penelitian merupakan dasar penelitian dilakukan. Bila tidak ada masalah tentunya tidak ada yang perlu dilakukan. Masalah merupakan hal paling penting untuk beranjak ke tahap selanjutnya. Apapun jenis penelitiannya semua memerlukan masalah sebagai langkah awal untuk melakukan penelitian. Baik penelitian observasional desktiptif, analitik cross sectional, case control dan cohort, atau eksperimen.

Sumber Masalah Penelitian (skripsi dan tesis)

Masalah penelitian dapat dikembangkan dari berbagai sumber, antara lain:
a. Kepustakaan berupa buku teks atau bahan ajar, jurnal ilmiah, dan lain-lain. Hasil temuan ataupun teori dinyatakan dengan jelas dan terperinci baik perbedaan maupun persamaannya dengan hasil-hasil temuan terdahulu dan saat ini. Hal-hal yang masih bertentangan dari temuannya tersebut dapat dijadikan sumber masalah pada penelitian yang akan dilakukan. Selain itu, rekomendasi hasil-hasil penelitian dari jurnal atau laporan penelitian juga dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya.
b. Pengalaman sendiri ataupun orang lainyang merasakan adanya suatu
permasalahan sewaktu melakukan praktik ataupun dalam pekerjaan sehari-hari. Setiap orang mungkin memiliki pengalaman yang sama ataupun berbeda saat praktik, tergantung dari temuan masalah, sudut pandang serta kelimuannya masing-masing. Seorang yang professional atau memiliki pengetahuan yang cukup dan sesuai bidangnya akan dapat mengidentifikasi masalah dari pengalamannya tersebut.
c. Seminar-seminar yang diselenggarakan oleh organisasi profesi ataupun akademisi yang menyajikan topik-topik terkini di bidangnya dapat dijadikan sumber inspirasi dalam menemukan masalah penelitian. Pada saat sesi diskusi biasanya banyak peserta yang bertanya tentang masalah-masalah yang terkait dengan pekerjaannya masing-masing.
d. Pendapat para ahli yang sifatnya masih spekulatif. Walaupun demikian, tentunya ada dasarnya mengapa para ahli mengemukakan pendapat tertentu. Hal ini dapat dikembangkan dan dicari landasan teorinya dan dikembangkan dalam sebuah penelitian.
e. Berita terkini melalui surat kabar atau televisi bahkan dari internet,

PENGERTIAN RUMUSAN MASALAH (skripsi dan tesis)

Masalah adalah suatu kesenjangan (gap) antara teori dan kenyataan atau perbedaan antara teori dengan prakteknya. Masalah ini biasanya muncul dan ditemukan oleh mahasiswa pada saat melakukan praktikum di lahan praktik. Berbekal pengetahuan melalui praktik yang telah dipelajari sebelumnya, namun terkadang kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan apa yang telah dipelajarinya. Sebenarnya kesenjangan tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa tapi oleh semua orang yang berkecimpung dalam dunia akademik maupun praktisi di dunia kerja. Untuk mengatasi kesenjangan yang dirasakan oleh seseorang yang berkecimpung baik di dunia akademisi maupun praktisi, maka perlu dirumuskan dan ditentukan terlebih dahulu masalah apa yang layak diangkat untuk dicari jawabannya melalui sebuah penelitian

 Pengertian Penelitian Eksperimen (skripsi dan tesis)

Penelitian Eksperimen atau percobaan (Ekspeimental research) adalah suatu penelitian yang dengan melakukan kegiatan percobaan (eksperiment),yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu atau eksperimen tertentu. Ciri khusus dari penelitian eksperimen adalah adanya percobaan atau trial atau  intervensi.Percobaan ini berupa perlakuan atau intervensi terhadap suatu variable. Dari perlakuan tersebut, diharapkan terjadi perubahan atau pengaruh terhadap variable lain.

Dalam penelitian eksperimen sering digunakan kontrol. Yang dimaksudkan dengan kontrol dalam hal ini adalah suatu keolmpok atau individu yang tidak dikenai perlakuan atau percobaan. Kontrol di dalam penelitian eksperimen ini sangat penting untuk melihat perbedaan perubahan variabel terpengaruh antara kelompok yang dikenai perlakuan dengan yang tidak dikenai perlakuan atau kontrol.

Tujuan utama penelitian eksperimen adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara mengadakan intervensi atau mengenakan perlakuan kepada satu atau lebih kelompok eksperimen, kemudian hasil (akibat) dari intervensi tersebut dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Pengertian Penelitian Kohort (skripsi dan tesis)

Penelitian kohort dalah rancangan penelitian epidemiologi analitik observasional yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompok terpapar dan kelompok tidak terpapar berdasarkan status penyakit.

Penelitian kohort sering juga disebut penelitian follow up atau penelitian insidensi, yang dimulai dengan sekelompok orang (kohort) yang bebas dari penyakit, yang diklasifikasikan ke dalam sub kelompok tertentu sesuai dengan paparan terhadap sebuah penyebab potensial terjadinya penyakit atau outcome.

Penelitian dengan rancangan kohort merupakan penelitian, dimana peneliti mengelompokkan atau mengklasifikasikan kelompok terpapar dengan kelompok tidak terpapar, untuk kemudian diamati sampai waktu tertentu untuk melihat ada tidaknya fenomena. Dengan kata lain, penelitian kohort adalah penelitian yang bertujuan mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit, dengan membandingkan kelompok terpapar (faktor penelitian) dan kelompok tidak terpapar berdasarkan status penyakit.

Ciri – ciri studi kohort adalah pemilihan subyek berdasarkan status paparannya, kemudian dilakukan pengamatan atau pencatatan apakah subyek dalam perkembangannya mengalami penyakit yang diteliti atau tidak.

PengertianPenelitian Case Control (skripsi dan tesis)

Penelitian case control atau kasus control adalah suatu penelitian (survei) analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Dengan kata lain efek (penyakit atau kasus kesehatan) diidentifikasi pada saat ini, kemudian faktor resiko diidentifikasi ada atau terjadinya pada waktu yang lalu.

Pengertian lain menyebutkan bahwa penelitian kasus kontrol adalah rancangan epidemiologis yang mempelajari hubungan antara paparan (amatan penelitian) dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status paparannya.

Ciri penelitian ini adalah pemilihan subyek berdasarkan status penyakitnya, untuk kemudian dilakukan pengamatan apakah subyek mempunyai riwayat terpapar atau tidak. Subyek yang didiagnosis menderita penyakit disebut Kasus berupa insidensi yang muncul dan populasi, sedangkan subyek yang tidak menderita disebut Kontrol. Jenis penelitian ini dapat saja berupa penelitian restrospektif bila peneliti melihat ke belakang dengan menggunakan data yang berasal dari masa lalu. Rancangan ini dikenal dengan sifat retrospektif yaitu rancangan yang melihat kebelakang tentang suatu kejadian yang berhubungan dengan kejadian yang diteliti.

Pengertian Penelitian Cross Sectional (skripsi dan tesis)

Survey cross sectional adalah penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara factor risiko dengan efek, melalui pendekatan, observasi serta pengumpulan data sekaligus pada waktu yang bersamaan (point time approach). Artinya, tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variable subjek pada saat pemeriksaan. Hal ini tidak berarti bahwa semua subjek penelitian diamati pada waktu yang sama. Penelitian cross sectional ini sering juga disebut penelitian transversal, dan sering digunakkan dalam penelitian-penelitian epidemiologi. Atau dengan kata lain cross sectional adalah suatu penelitian dimana variable-variabel yang termasuk factor risiko dan varibel-variabel yang termasuk  efek di observasi sekaligus pada waktu yang sama.

Pengertian Penelitian Studi Korelasi (skripsi dan tesis)

Penelitian korelasional bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel walaupun tidak diketahui apakah hubungan tersebut merupakan hubungan sebab–akibat atau bukan. Yang dimaksud hubungan korelatif adalah hubungan yang menyatakan adanya adanya perubahan pada satu variabel yang diikuti oleh perubahan pada variabel yang lain. Dalam hubungan korelatif dilihat keeratan hubungan antara kedua variabel, oleh karenanya dalam penelitian ini harus melibatkan paling sedikit dua variabel.

Untuk uji statistik, menggunakan analisis korelasi. Dalam analisis ini nantinya akan didapatkan suatu angka yang dinamakan koefisien korelasi. Angka korelasi yang mendekati angka 1 ditafsirkan sebagai korelasi yang sangat kuat. Sedangkan angka koefisien korelasi yang mendekati nol ditafsirkan sebagai korelasi yang tidak kuat (lemah), dan angka korelasi sama dengan nol (= 0) ditafsirkan sebagai tidak ada korelasi.

Disamping itu, dikenal juga Korelasi Positif dan Korelasi Negatif.

Korelasi positif: Diperoleh hubungan yang setara, artinya: kenaikan nilai satu variabel diikuti dengan kenaikan nilai variabel yang lain.

Korelasi negatif: Diperoleh hubungan yang bertolak belakang, artinya kenaikan nilai pada satu variabel diikuti Penurunan nilai variabel lain.

 Pengertian Penelitian Comparative study (studi perbandingan) (skripsi dan tesis)

Penelitian dengan menggunakan metode studi perbandingan (Comparative Study) dilakukan dengan cara membandingkan persamaan dan perbedaan sebagai fenomena untuk mencari faktor–faktor apa/situasi bagaimana yang dapat menyebabkan timbulnya suatu peristiwa tertentu. Studi ini dimulai dengan mengadakan pengumpulan fakta tentang faktor – faktor yang menyebabkan timbulnya suatu gejala tertentu, kemudian dibandingkan. Setelah mengetahui persamaan dan perbedaan penyebab, selanjutnya ditetapkan bahwa sesuatu faktor yang menyebabkan munculnya suatu gejala pada objek yang diteliti, itulah yang sebenarnya yang menyebabkan munculnya gejala tersebut. Atau dengan memperbandingkan faktor atau variabel mana yang paling berpengaruh terhadap perubahan yang terjadi pada hasil penelitian yang sedang dilakukan. Perlu ditekankan di sini, bahwa dalam desain penelitian ini tidak ada perlakuan atau intervensi sama sekali dari peneliti.

Pengertian Case Study (Studi Kasus) (skripsi dan tesis)

Merupakan penelitian / penyelidikan yang mendalam (indepth study) tentang suatu aspek lingkungan sosial termasuk manusia didalamnya yg dilakukan sedemikian rupa sehingga menghasilkan gambaran yang terorganisasikan dengan baik dan lengkap. Case study dapat dilakukan terhadap seorang individu; sekelompok individu (keluarga, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, manula, balita dsb); segolongan manusia (guru, bidan, perawat, suku Batak dsb) lingkungan hidup manusia (desa, kota, Pesisir dsb); atau lembaga sosial (perkawinan–perceraian, pendidikan, agama dsb).

Case Study dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang dimaksud dapat berarti satu orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah, atau sekelompok masyarakat di suatu daerah. Unit yang menjadi kasus tersebut secara mendalam dianalisis, baik dari segi yg berhubungan dengan keadaan kasus itu sendiri, faktor-faktor yang mempengaruhi, kejadian-kejadian khusus yang muncul sehubungan dengan kasus, maupun tindakan dan reaksi kasus terhadap suatu perlakuan tertentu. Meskipun dalam case study ini yang diteliti hanya berbentuk unit tunggal, namun dianalisis secara mendalam meliputi aspek yang cukup luas, serta penggunaan berbagai teknik secara integratif.

Namun demikian, hasil penelitian case study ini masih perlu dikaji ulang dengan menggunakan jumlah Sampel yang lebih banyak agar data yang dianalisa semakin representatif sehingga lebih dapat digeneralisasikan.

Pengertian Penelitian  Survei (skripsi dan tesis)

Survei adalah suatu cara penelitian deskriptifyang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang cukup banyak dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya adalah untuk membuat suatu penilaian terhadap suatu kondisi atau penyelenggaraan program di masa sekarang, dan hasilnya digunakan untuk membuat suatu perbaikan di masa yang akan datang. Survei tidak dilaksanakan untuk melihat deskripsi dari suatu keadaan saja, tetapi juga untuk menjelaskan hubungan antar variabel yang diteliti. Mutu dari survei tergantung atas jumlah sampel, taraf perwakilan tiap sampel, dan tingkat kepercayaan informasi yang didapat dari sampel itu.

Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk Perumusan Strategi (skripsi dan tesis)

Tahap penentuan prioritas kebijakan dan perumasan strategi pengelolaan budidaya air payau  berkelanjutan, yaitu menyusun skenario pengelolaan dan strategi pengelolaan budidaya air payau berkelanjutan dengan menggunakan atribut/faktor yang paling sensitif pada masing-masing dimensi terhadap status keberlanjutan pengembangan budidaya air payau (hasil analisis laverage dan pareto). Hasil ini sebagai bahan untuk melakukanperumusan kriteria dan alternatif strategi kebijakan pengelolaan kawasan pengembangan budidaya air payau berkelanjutan yang kemudian dianalisis dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang berbasis pada expertise judgement (Nasution, 2001), sehingga pemilihan responden ditujukan pada responden yang benar-benar memahami permasalahan pengembangan kawasan budidaya air payau berkelanjutan.

Sedangkan untuk kepentingan penentuan prioritas kebijakan diambil beeberapa responden dengan teknik secara sengaja (purposive sampling). Responden yang dipilih memiliki kepakaran terhadap bidang sesuai dengan penelitian ini. Beberapa pertimbangan dalam menentukan pakar yang dijadikan responden adalah: (a) mempunyai pengalaman yang kompeten sesuai dengan bidang yang dikaji; (b) memiliki reputasi, kedudukan/jabatan dalam kompetensinya dengan bidang yang dikaji; dan (c) memiliki kredibilitas yang tinggi, bersedia, dan atau berada pada lokasi yang dikaji (Marimin, 2004). Responden pakar mewakili unsur pemerintah, praktisi, pembudidaya ikan laut, pelaku usaha, pedagang pengumpul, eksportir, akademisi, peneliti, lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Data kuisioner hasil penilaian responden tentang prioritas kriteria dan alternatif strategi pengelolaan kawasan pengembangan budidaya air payau berkelanjutan selanjutnya diolah menggunakan analisis AHP secara manual untuk menentukan pilihan kriteria dan alternatif strategi yang terbaik menurut para pakar/ahli. Data hasil penelitian kriteria dan alternatif strategi pengelolaan kawasan pengembangan budidaya air payau berkelanjutan dianalisis secara deskriptif untuk merumuskan rekomendasi kebijakan pengelolaan dan pengembangan budidaya air payaudi pesisir Teluk Semarang Provinsi Jawa Tengah sebagaimana tujuan penelitian.

Adapun langkah-langkah metode AHP sebagai berikut :

  1. Merumuskan tujuan berdasarkan permasalahan yang ada serta menentukan solusi yang diharapkan. Hal tersebut dilakukan melalui kajian referensi dan diskusi dengan para pakar/ahli, sehingga dihasilkan konsep alternatif strategi penyelesaian masalah yang relevan.
  2. Menyusun kerangka hierarki yang terdiri dari tujuan, kriteria, dan alternatif penyelesaian yang sesuai berdasarkan permasalahan yang dihadapi kemudian menyusun kuisioner.
  3. Menyebar kuisioner kepada para pakar/ahli berkompeten untuk menentukan pengaruh masing-masing elemen terhadap kriteria denga membuat matriks perbandingan berpasangan. Pengisian matriks bilangan/skala yang menggambarkan kepentingan suatu elemen dibandingkan elemen yang lain.

Pengertian Penelitian Eksperimen (skripsi dan tesis)

Penelitian eksperimen atau percobaan adalah rancangan penelitian dimana peneliti dengan sengaja memberikan suatu perlakuan atau intervensi (variabel bebas) kepada subjek penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan tersebut terhadap variabel terikat (variabel yang diteliti). Faktor penelitian dalam eksperimen lazim disebut perlakuan (treatment), atau intervensi. Unit eksperimen, unit pengamatan, dan unit analisis dalam
eksperimen dapat merupakan individu atau agregat individu (kelompok).
Pada kasus tertentu, misalnya bidang eksakta, penelitian-penelitian yang paling mampu mengetahui pengaruh faktor penelitian dapat diakomodir melalui penelitian eksperimen. Hal ini disebabkan variabel-variabel dalam proses eksperimen itu dapat dikontrol secara ketat.

Tahap-tahap pemecahan masalah dengan AHP Analytical Hierarchy Process (AHP) (skripsi dan tesis)

Misalkan kita akan memilih lokasi pabrik baru dengan tiga alternatif pilihan A, B dan C maka terlebih dahulu kita harus menetapkan kriteria pengambilan keputusan terhadap alternatif – alternatif tersebut, misalkan harga, jarak dan tenaga kerja. Maka struktur hirarki lengkap dari masalah pemilihan lokasi pabrik yang disederhanakan ini ditunjukkan seperti pada gambar berikut.

Tingkat 1

Fokus :

Pemilihan lokasi pabrik

Tingkat 2

Kriteria :

Harga

Jarak

Tenaga

Tingkat 3

Alternatif

A                        B                        C

Gambar 2.1 Contoh hirarki lengkap pilihan lokasi pabrik

Langkah-langkah penyelesaian masalah selanjutnya adalah (Leo. 2014):

  1. Membuat matrik hubungan perbandingan berpasangan antara tiap alternatif untuk setiap kriteria keputusan. Perbandingan dilakukan berdasarkan pilihan dari pembuat keputusan dengan menilai tingkat kepentingan / preference level suatu alternatif dibandingkan alternatif lainnya.

 Harga

A          B          C A        1          3          2

B      1/3         1         1/5

C      1/2         5           1

Jarak

A          B          C A        1          6          1/3

B      1/6        1         1/9

C      3           9             1

Tenaga Kerja

A          B          C A       1          1/3       1

B      3            1            7

C      1          1/7           1

Gambar 2.2 Contoh matrik  alternatif vs preferensi untuk tiap kriteria

  1. Untuk setiap matriks kriteria, dilakukan penjumlahan nilai tiap kolom.
  1. Membagi setiap nilai alternatif berpasangan dengan hasil penjumlahan  pada kolom terkait, hasil pembagian kemudian dijumlahkan searah kolom, hasilnya seharusnya sama dengan 1 untuk menunjukkan konsistensinya.
  1. Merubah nilai ke bilangan desimal dan mencari nilai rata-rata pada tiap baris,

sehingga dari seluruh kriteria akan didapat matriks baru sebagai berikut.

Lokasi            Harga          Jarak         Tenaga Kerja

A               .5012          .2819              .1790

B               .1185          .0598               .6850

C               .3803          .6583               .1360

Gambar 2.3 Contoh matriks nilai Alternatif vs kriteria

  1. Membuat matriks nilai untuk kriteria, misalnya,
Kriteria Harga Jarak Tenaga Kerja
Harga 1 1/5 3
Jarak 5 1 9
Tenaga Kerja 1/3 1/9 1

Gambar 2.4 Contoh matriks nilai kriteria

  1. Mengulangi langkah 2 sampai dengan 4 untuk matriks baru ini. Nilai akkhir yang didapat dari matriks baru ini merupakan eigen vector (vektor pengali) untuk matriks pada langkah 4.
Lokasi Harga Jarak
A .5012 .2819
B .1185 .0598
C .3803 .6583

Tenaga Kerja

.1790               X

.6850

.1360

Kriteria

Harga              .1993

Jarak                .6535

Tenaga Kerja  .0860

Gambar 2.5 Perkalian matriks akhir

  1. Mengalikan kedua matriks pada Gambar 2.5 diatas. Alternatif dengan nilai terbesar merupakan alternatif yang harus dipilih.

Prinsip-Prinsip Penelitian Eksperimen (skripsi dan tesis)

Ada tiga prinsip dasar dalam pelaksanaan rancangan penelitian eksperimen yaitu:
1.  Replikasi, pengulangan dari eksperimen dasar. Hal ini berguna untuk memberikan estimasi yang lebih tepat terhadap (kesalahan) error eksperimen dan memperoleh estimasi yang lebih baik terhadap rata-rata pengaruh yang ditimbulkan dan  perlakuan.

  1. Randomisasi, bermanfaat untuk meningkatkan validitas dan mengurangi bias      utamanya dalam hal pembagian kelompok dan perlakuan.
  1. Kontrol internal, melakukan penimbangan. Bloking, pengelompokan, dan        unit-unit percobaan yang digunakan.

Fungsi Penelitian Eksperimen (skripsi dan tesis)

Penelitian eksperimen pada era kini, penggunaannya ditandai dengan:

  • Behaviorisme, yang menekankan pada studi mengenai pengukuran tingkah lakusebagai ekspresi mental seseorang.
  • Kuantifikasi, yang menekankan penghitungan fenomenasosial dengan angka-angka. Dalam ilmu sosial, penghitungan berbasis angka banyak diterapkan dalamstatistika sosial. Perubahan dalam subjek penelitian. Penelitian eksperimen pada awalnya menekankan peneliti professional sebagai subyek dari penelitian tersebut. Namun dalam perkembangannya, subjek penelitian eksperimen berupa orang-orang awam yang belum dikenalnya, sehingga obyektifitas dari hasil penelitian tersebut lebih terjamin.
  • Aplikasipraktis. Penelitian eksperimen diterapkan secara praktis dalam berbagai hal untuk menguji hubungan sebab akibat.

Karakteristik Penelitian Eksperimen (skripsi dan tesis)

          Danim (2002) menyebutkan beberapa karakteristik penelitian eksperimental, yaitu:
1)   Variabel-variabel penelitian dan kondisi eksperimental diatur secara tertib dan

       ketat (rigorous management), baik dengan menetapkan kontrol, memanipulasi

      langsung, maupun random.

2)   Adanya kelompok kontrol sebagai data dasar (base line) untuk dibandingkan dengan kelompok eksperimental.

3)   Penelitian ini memusatkan diri pada pengontrolan variansi, untuk memaksimalkan variansi variabel yang berkaitan dengan hipotesis penelitian, meminimalkan variansi variabel pengganggu yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen, tetapi tidak menjadi tujuan penelitian. Dengan demikian, penelitian ini meminimalkan variansi kekeliruan, termasuk kekeliruan pengukuran. Untuk itu, sebaiknya pemilihan dan penentuan subjek, serta penempatan subyek dalarn kelompok-kelompok dilakukan secara acak.

4)   Validitas internal (internal validity) mutlak diperlukan pada rancangan penelitian eksperimental, untuk mengetahui apakah manipulasi eksperimental yang dilakukan pada saat studi ini memang benar-benar menimbulkan perbedaan.

5)   Validitas eksternalnya (external validity) berkaitan dengan bagaimana kerepresentatifan penemuan penelitian dan berkaitan pula dengan penggeneralisasian pada kondisi yang sama.

6)   Semua variabel penting diusahakan konstan, kecuali variabel perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi

Jenis-Jenis Penelitian Kualitatif

Metode kualitatif secara garis besar dibedakan dalam dua macam, kualitatif interaktif dan non interaktif. Metode kualitatif interaktif, merupakan studi yang mendalam menggunakan teknik pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiahnya.

a. Studi Etnografik

Studi etnografik (ethnographic studies) mendeskripsikan dan menginterpretasikan budaya, kelompok social atau sistem. Proses penelitian etnografik dilaksanakan di lapangan dalam waktu yang cukup lama, berbentuk observasi dan wawancara secara alamiah dengan para partisipan, dalam berbagai bentuk kesempatan kegiatan, serta mengumpulkan dokumen-dokumen dan benda-benda (artifak).

b. Studi Historis

Studi Historis (historical studies) meneliti peristiwa-peristiwa yang telah berlalu. Peristiwa-peristiwa sejarah direka-ulang dengan menggunakan sumber data primer berupa kesaksian dari pelaku sejarah yang masih ada, kesaksian tak sengaja yang tidak dimaksudkan untuk disimpan, sebagai catatan atau rekaman, seperti peninggalan-peninggalan sejarah, dan kesaksian sengaja berupacatatan dan dokumen-dokumen.

c. Studi Fenomenologis

Fenomenologis mempunyai dua makna, sebagai filsafat sain dan sebagai metode pencarian (penelitian). Studi fenomenologis (phenomenological studies) mencoba mencari arti dari pengalaman dalam kehidupan.Peneliti menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman-pengalaman dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian fenomenologis adalah mencari atau menemukan makna dari hal-hal yang esensial atau mendasar dari pengalaman hidup tersebut.

d. Studi Kasus

Studi kasus (case study) merupakan suatu penelitian yang dilakukan terhadap suatu “kesatuan sistem”. Kesatuan ini dapat berupa program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang terikat oleh tempat, waktu atau ikatan tertentu. Studi kasus adalah suatu penelitian yang diarahkan untuk menghimpun data, mengambil makna, memperoleh pemahaman dari kasus tersebut.

e. Teori Dasar

Penelitian teori dasar atau sering juga disebut penelitian dasar atau teori dasar (grounded theory) merupakan penelitian yang diarahkan pada penemuan atau minimal menguatan terhadap suatu teori.

f. Studi Kritis

Dalam penrelitian kritis, peneliti melakukan analitis naratif, penelitian tindakan, etnografi kritis, dan penelitian feminisme. Penelitian mereka diawali dengan mengekspos masalah masalah manipulasi, kesenjangan dan penindasan sosial.

g. Penelitian noninteraktif

Penelitian noninteraktif (non interactive inquiry) disebut juga penelitian analitis, mengadakan pengkajian berdasarkan analisis dokumen. Peneliti menghimpun, mengidentifikasi, menganalisis, dan mengadakan sintesis data, untuk kemudian memberikan interpretasi terhadap konsep, kebijakan, peristiwa yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat diamati.

Minimal ada 3 macam penelitian analitis atau studi noninteraktif, yaitu analisis : konsep, historis, dan kebijakan. Analisis konsep, merupakan kajian atau analisis terhadap konsep-konsep penting yang diinterpretasikan pengguna atau pelaksana secara beragam sehingga banyak menimbulkan kebingungan, umpamanya : cara belajar aktif, kurikulum berbasis kompetensi dll.

Pengertian Penelitian Kualitatif (skripsi dan tesis)

Penelitian kualitatif (qualitative research) adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas social, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok.

Penelitian kualitatif mempunyai dua tujuan utama, yaitu pertama, menggambarkan dan mengungkap (to describe and explore) dan keduan menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain). Kebanyakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan eksplanatoris.

JENIS-JENIS PENELITIAN KUANTITATIF EKSPERIMENTAL (skripsi dan tesis)

Ada beberapa variasi dari penelitian eksperimental, yaitu : eksperimen murni, eksperimen kuasi, eksperimen lemah dan subjek tunggal.

  1. Eksperimen murni

Eksperimen murni (true experimental) sesuai dengan namanya merupakan metode eksperimen yang paling mengikuti prosedur dan memenuhi syarat-syarat eksperimen. Prosedur dan syarat-syarat tersebut, terutama berkenaan dengan pengontrolan variabel, kelompok control, pemberian perlakuan atau manipulasi kegiatan serta pengujian hasil. Dalam eksperimen murni, kecuali variabel independen yang akan diuji pengaruhnya terhadap variabel dependen, semua variabel dikontrol atau disamakan arakteristiknya.

  1. Eksperimen semu

Metode eksperimen semu (qusi experimental) pada dasarnya sama dengan eksperimen murni, bedanya adalah dalam pengontrolan variabel. Pengontrolannya hanya dilakukan terhadap satu variabel saja, yaitu variabel yang dipandang paling dominan.

  1. Eksperimen Lemah

Eksperimen lemah (weak experimental) merupakan metode penelitian eksperimen yang desain dan perlakuannya seperti eksperimen tetapi tidak ada pengontrolan variabel sama sekali. Sesuai dengan namanya, eksperimen ini sangat lemah kadar validitasnya, oleh karena itu tidak digunakan untuk penelitian tesis dan disertasi juga skipsi sebenarnya.

  1. Eksperimen subjek Tunggal

Eksperimen subjek tunggal (single subject experimental), merupakan eksperimen yang dilakukan terhadap subjek tunggal.Dalam pelaksanaan eksperimen subjek tunggal, variasi bentuk eksperimen murni, kuasi atau lemah berlaku.

Pengertian Penelitian kuantitatif Eksperimental (skripsi dan tesis)

Penelitian Eksperimental merupakan penelitian yang paling murni kuantitatif, karena semua prinsip dan kaidah-kaidah penelitian kuantitatif dapat diterapkan pada metode ini. Penelitian Eksperimental merupakan penelitian labolatorium, walaupun bisa juga dilakukan diluar labolatorium, tetapi pelaksanaannya menerapkan prinsip-prinsip penelitian labolatorium, terutama dalam pengontrolan terhadap hal-hal yang mempengaruhi jalanya eksperimen. Metode ini bersifat validation atau menguji, yaitu menguji pengaruh satu atau lebih variabel terhadap variabel lain. Variabel yang memberi pengaruh dikelompokan sebagai variabel bebas (independent variables) dan variabel yang dipengaruhi dikelompokan sebagai variabel terikat (dependent variables).

Jenis-Jenis Penelitian kuantitatif (skripsi dan tesis)

 

Penelitian kuantitatif didasari oleh filsafat positivisme yang menekankan fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Maksimalisasi objektivitas desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol. Ada beberapa metode penelitian yang dapat dimasukan ke dalam penelitian kuantitatif yang bersifat noneksperimental, yaitu metode : deskriptif, survai, ekspos facto, komparatif, korelasional dan penelitian tindakan.

a. Penelitian deskriptif

Penelitian deskriptif (descriptive research) adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat yang lampau, misalnya : berapa lama anak-anak usia pra sekolah menghabiskan waktunya untuk nonton TV

Penelitian deskriptif, bisa mendeskripsikan sesuatu keadaan saja, tetapi bisa juga mendeskripsikan keadaan dalam tahapan-tahapan perkembangannya. Penelitian demikian disebut penelitian perkembangan (developmental studies). Dalam penelitian perkembangan ada yang bersifat longitudinal atau sepanjang waktu, dan ada yang bersifat cross sectional atau dalam potongan waktu.

b. Penelitian survai

Survai digunakan untuk mengumpulkan informasi berbentuk opini dari sejumlah besar orang terhadap topik atau isu-isu tertentu. Ada 3 karakter utama dari survai : 1) informasi dikumpulkan dari sekelompok besar orang untuk mendeskripsikan beberapa aspek atau karakteristik tertentu seperti : kemampuan, sikap, kepercayaan, pengetahuan dari populasi; 2) informasi dikumpulkan melalui pengajuan pertanyaan (umumnya tertulis walaupun bisa juga lisan) dari suatu populasi; 3) informasi diperoleh dari sampel, bukan dari populasi. Tujuan utama dari survai adalah mengetahui gambaran umum karakteristik dari populasi.

c. Penelitian Ekspos Facto

Penelitian ekspos fakto (expost facto research) meneliti hubungan sebab-akibat yang tidak dimanipulasi atau diberi perlakuan (dirancang dan dilaksanakan) oleh peneliti. Penelitian hubungan sebab-akibat dilakukan terhadap program, kegiatan atau kejadian yang telah berlangsung atau telah terjadi, misalnya penelitian tentang pemberian gizi yang cukup pada waktu hamil menyebabkan bayi sehat.

d. Penelitian Komparatif

Penelitian diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua atau lebih dari dua kelompok ada perbedaan dalam aspek atau variabel yang diteliti. Dalam Penelitian ini pun tidak ada pengontrolan variabel, maupun manipulasi/perlakuan dari peneliti. Penelitian dilakukan secara alamiah, peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen yang bersifat mengukur. Hasilnya dianalisis secara statistik untuk mencari perbedaan diantara variabel-variabel yang diteliti.

e. Penelitian korelasional

Penelitian ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabel-variabel lain. Misalnya : Penelitian tentang korelasi yang tinggi antara tinggi badan dan berat badan, tidak berarti badan yang tinggi menyebabkan atau mengakibatkan badan yang berat, tetapi antara keduanya ada hubungan kesejajaran. Bisa juga terjadi yang sebaliknya yaitu ketidaksejajaran (korelasi negatiif), badanya tinggi tapi timbangannya rendah (ringan).

f. Penelitian tindakan

Penelitian tindakan (action research) merupakan penelitian yang diarahkan pada mengadakan pemecahan masalah atau perbaikan. Penelitian ini difokuskan kepada perbaikan proses maupun perbaikan hasil kegiatan. Misalnya : Guru-guru mengadakan pemecahan terhadap masalah-masalah yang dihadapi dalam kelas, kepala sekolah mengadakan perbaikan terhadap manajemen di sekolahnya.

g. Penelitian dan Pengembangan

Penelitian dan pengembangan (research and development), merupakan metode untuk mengembangkan dan menguji suatu produk (Borg,W.R & Gall,M.D.2001). Metode ini banyak digunakan di dunia industri. Industri banyak menyediakan dana untuk penelitian mengevaluasi dan menyempurnakan produk-produk lama, dan atau mengembangkan produk baru. Dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan dapat digunakan untuk mengembangkan buku, modul, media pembelajaran, insttrumen evaluasi, model-model kurikulum, pembelajaran, evaluasi, bimbingan, managgemen, pengawasan, pembinaan staff, dll.

Jenis Penelitian Komparasi/ Perbedaan (skripsi dan tesis)

Penelitian komparasi atau perbedaan adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk membedakan atau membandingkan hasil penelitian antara dua kelompok penelitian.
Ada dua hal kelompok penelitian yaitu dua kelompok penelitian yang berbeda dan tidak saling berhubungan dan dua kelompok penelitian yang saling berhubungan.
Analisis yang digunakan adalah:
1. Analisis T. Test, Analisis Wilcoson atau mc nemar analisa ini digunakan untuk uji beda dua kelompok untuk data interval , rasio, dua kelompok yang berbeda tidak saling berhubungan (independent-sampel T test).
2. Analisis Paired t test, Jika dua kelompok mempunyai anggota yang sama dan mempunyai korelasi maka dipergunakan uji sampel berpasangan

Penelitian Hubungan/korelasional (skripsi dan tesis)

Penelitian korelasional dimaksudkan untuk mencari atau menguji hubungan antara variabel. Peneliti mencari, menjelaskan suatu hubungan, memperkenalkan, menguji berdasarkan teori yang ada. Desain yang sering digunakan adalah cross-sectinal.
Penelitian korelasional bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel, Hubungan korelatif mengacu pada kecenderungan bahwa variasi suatu variabel diikuti variasi variabel yang lain. Dengan demikian, dalam rancangan penelitian korelasional peneliti melibatkan minimal dua variabel.
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipotesis alternatif (H1) yang berbunyi ”Ada hubungan antara variabel x dan y” dan hipotesis nol (HO) yang berbunyi ” Tidak ada hubungan antara variabel x dan y”.