Syarat Laporan Keuangan yang Berintegritas

Laporan keuangan menggambarkan kondisi kesehatan suatu perusahaan.
Oleh karena itu, laporan keuangan harus memenuhi karakteristik kualitatif
informasi akuntansi dalam informasi akuntansi yang dibuat. Menurut Jama’an
(dalam Wulandari dan Budiartha, 2014) Informasi akuntansi tersebut harus
relevance, objectivity dan reliability. Suatu laporan keuangan dikatakan Relevance
apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut memiliki
manfaat, sesuai dengan tindakan yang dilakukan oleh pemakai laporan keuangan.
Objectivity artinya dianggap sebagai suatu ukuran yang dapat diverifikasi
kebenarannya (keabsahannya). Keandalan atau reliability merupakan kualitas
informasi yang disampaikan laporan keuangan menyebabkan pemakai informasi
bergantung pada kebenaran informasi yang dihasilkan. Laporan keuangan dituntut
harus memiliki kualitas andal, bebas dari pengertian menyesatkan, kesalahan
material, dan dapat diandalkan penggunanya sebagai penyajian yang tulus dan
jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan.