Positioning

Sebagai rangka dalam menciptakan positioning untuk suatu produk,
pemasar harus mengkomunikasikan dan memberikan manfaat-manfaat tertentu
yang dibutuhkan pasar sasaran. Dengan demikian pemasaran dari produk tersebut
akan memberikan kesan pada konsumen untuk menginginkan apa yang telah
dipasarkan dan akan berdampak pada peminatan konsumen untuk melakukan
transasksi jual beli produk yang ditawarkan.
Umumnya strategi positioning menurut (Tjiptono, Chandra, Ardiana. 2008)
yang dapat diadopsi oleh perusahaan meliputi :
a. Attribute positioning: Perusahaan memosisikan dirinya berdasarkan atribut
atau fitur spesifik, misalnya ukuran, keamanan, komposisi bahan,
pengalaman dalam bidang yang di geluti, dan seterusnya
b. Benefit Positioning: Produk diposisikan sebagai pemimpin dalam manfaat
tertentu, misalnya pasta gigi untuk memutihkan gigi, mmencegah kerusakan
gigi, menyegarkan mulut, menjaga kesehatan gusi, dan seterusnya
c. Use or application posisitioning: Produk di posisikan sebagai alternatif
terbaik untuk situasi pemakaian atau aplikasi tertentu, misalnya bodrex
diposisikan sebagai obat yang boleh diminum sebelum makan dan sanaflu
diposisikan sebagai obat flu yang tidak menimbulkan rasa ngantuk.
d. User positioning: Produk di posisikan sebagai pilihan terbaik untuk
kelompok pemakaian tertentu, misalnya minuman kesehatan untuk para
atlite; kamera instan untuk para amatir; kamera canggih untuk para pemakai
profesional; majalah kesehatan khusus untuk pria; tabloid khusus untuk para
lansia; dan fitnes center khusu untuk kaum wanita.
e. Competitor positioning: klaim produk di hubungkan dengan posisi
persaingan terhadap pesaing utama, misalnya Avis menyatakan dirinya
sebagai we’re number two, so we try harder“, 7up memposisikan dirinya
sebagai “the Un-Cola”, dan pepsi memposisikan dirinya sebagai
“Generation:Next. Selain itu, bisa pula klaim berupa perbandingan langsung
dengan produk pesaing, contohnya pedigree Mealtime menggunakan slogan
“Tests prove Pedigree is more nutritious than IAMS, cost less than IAMS,
and tastes great,too”.
f. Product category positioning: Produk diposiskan sebagai pemimpin dalam
kategori produk tertentu, misalnya permen kopiko di posisikan sebagai kopi
dalam bentuk permen, bukan permen rasa kopi.
g. Quality or price positioning: Perusahaan berusaha menciptakan kesan/citra
berkualitas tinggi dengan harga premium atau sebaliknya menekankan
harga murah sebagai indikator nilai. Contohnya, sepeda motor buatan RRC
yang membanjiri pasar indonesia dengan fokus harga ekonomis. Wal-Mart
selama ini sukses memosisikan dirinya sebagai penjual produk rumah
tangga berkualitas dengan harga termurah.
h. Parentage positioning: Positioning didasarkan pada siapa produsennya
(“it’s a Sony”; “Satu lagi dari mayora”) dan produk-produk sebelumnya
(dalam slah satu iklannya, Mercedes_Benz menekankan pesan” Buying a
car is like getting married. It’s a good idea to know the family first”,
kemudian diikuti layanan model model Mercedes-banz terdahulu)
i. Manufacturing process positioning: Positioning menekankan kecanggihan
, ketelitian, dan kesempurnaan proses manufaktur. Contohnya arloji Jaeger-
LeCoultre menanyangkan pesan yang berbunyi: “We know it’s perfect, but
we take another 1,000 hours just to be sure”.
j. Ingredient positioning: Konsep positioning yang menekankan kualitas
bahan, unsur dasar, atau komponen yang digunaka. Banyak komputer yang
memasang stiker “ Intel Inside” untuk menekankan bahwa mikroprosesor
Intel yang handal dipakai dalam produk tersebut. Sejumlah produsen busana
menekankan bahwa pakain-pakaian yang diproduksinya terbuat dari 100%
bahan katun.
k. Endorsement positioning: positioning menekankan dukungan dari pakar
(contohnya, sikat gigi pilihan dokter gigi) atau selebriti(seperti bintamg
film, sinetron, atlit, dan seturusnya; contohnya Tiger Woods, Roger Federe
dan Rafael Nadal memakai Nike)
l. Proenvironment positioning: konsep ini berusaha menggambarkan
perusahaan sebagai good citezen ( contohnya, Phillips Petroleum memakai
slogan “ because we recyle over 100 million p;astic bottles a year, landfills
can be filed with other things, like land, for instance”)
m. Country ositioning (grographic area positioning): positioning menekankan
citra positif negara atau kawasan asal berkaitan dengan produk
bersangkutan (contohnya, Anggur Prancis, arloji swiss, vodka Rusia, sarung
Samarinda, gudeg Yogya dan seterusnya).