Proses Adopsi Inovasi

Proses adopsi inovasi adalah suatu proses yang menyangkut proses
pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Rogers dan
Shoemaker (1971) memberi definisi tentang proses pengambilan keputusan untuk
melakukan adopsi inovasi: the mental procees of an innovation to a decision to
adopt or to reject and to comfirmation of this decition (keputusan menerima atau
menolak sebuah inovasi dan konfirmasi tentang keputusan tersebut merupakan
sutu proses mental). Proses adopsi inovasi memerlukan sikap mental dan
konfirmasi dari setiap keputusan yang diambil oleh seseorang sebagai adopter.
Menurut Soekartawi (2005), adopsi inovasi adalah merupakan sebuah
proses pengubahan sosial dengan adanya penemuan baru yang dikomunikasikan
kepada pihak lain, kemudian diadopsi oleh masyarakat atau sistem sosial. Inovasi
adalah suatu ide yang dianggap baru oleh seseorang, dapat berupa teknologi baru,
cara organisasi baru, cara pemasaran hasil pertanian baru dan sebagainya. Proses
adopsi merupakan proses yang terjadi sejak pertama kali seseorang mendengar hal
yang baru sampai orang tersebut mengadopsi (menerima, menerapkan,
menggunakan) hal yang baru tersebut.
Penerimaan atau penolakan suatu inovasi adalah keputusan yang dibuat
seseorang/individu dalam menerima suatu inovasi. Menurut Rogers (1983), proses
pengambilan keputusan inovasi adalah proses mental dimana seseorang/individu
berlalu dari pengetahuan pertama mengenai suatu inovasi dengan membentuk
suatu sikap terhadap inovasi, sampai memutuskan untuk menolak atau menerima,
melaksanakan ide-ide baru dan mengukuhkan terhadap keputusan inovasi. Pada
awalnya Rogers menerangkan bahwa dalam upaya perubahan seseorang untuk
mengadopsi suatu perilaku yang baru, terjadi berbagai tahapan pada seseorang
tersebut, yaitu:
1. Tahap Awareness (Kesadaran), yaitu tahap seseorang tahu dan sadar ada
terdapat suatu inovasi sehingga muncul adanya suatu kesadaran terhadap
hal tersebut.
2. Tahap Interest (Keinginan), yaitu tahap seseorang mempertimbangkan
atau sedang membentuk sikap terhadap inovasi yang telah diketahuinya
tersebut sehingga ia mulai tertarik pada hal tersebut.
3. Tahap Evaluation (Evaluasi), yaitu tahap seseorang membuat putusan
apakah ia menolak atau menerima inovasi yang ditawarkan sehingga saat
itu ia mulai mengevaluasi.
4. Tahap Trial (Mencoba), yaitu tahap seseorang melaksanakan keputusan
yang telah dibuatnya sehingga ia mulai mencoba suatu perilaku yang baru.
5. Tahap Adoption (Adopsi), yaitu tahap seseorang memastikan atau
mengkonfirmasikan putusan yang diambilnya sehingga ia mulai
mengadopsi perilaku baru tersebut