Sistem sosial merupakan kumpulan unit yang berbeda secara fungsional
dan terikat dalam kerjasama untuk memecahkan masalah dalam rangka mencapai
tujuan bersama (Rogers, 1983).
Sistem sosial adalah sejumlah kegiatan atau sejumlah orang yang
mempunyai hubungan timbal balik relatif konstan. Hubungan sejumlah orang dan
kegiatannya itu berlangsung terus menerus. Sistem sosial memengaruhi perilaku
manusia, karena di dalam suatu sistem sosial tercakup pula nilai-nilai dan normanorma yang merupakan aturan perilaku anggota-anggota masyarakat. Dalam
setiap sistem sosial pada tingkat-tingkat tertentu selalu mempertahankan batasbatas yang memisahkan dan membedakan dari lingkungannya (sistem sosial
lainnya). Selain itu, di dalam sistem sosial ditemukan juga mekanisme-mekanisme
yang dipergunakan atau berfungsi mempertahankan sistem sosial tersebut
(Widjajati, 2010).
Anggota sistem sosial dapat dibagi ke dalam kelompok-kelompok adopter
(penerima inovasi) sesuai dengan tingkat keinovatifannya (kecepatan dalam
menerima inovasi). Salah satu pengelompokan yang bisa dijadikan rujukan adalah
pengelompokan berdasarkan kurva adopsi, (Rogers, 1983
