Proses inovasi adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh individu atau
organisasi, mulai dari sadar atau tahu adanya inovasi sampai menerapkan
(implementasi) inovasi. Inovasi sebagai suatu proses digambarkan sebagai proses
yang siklus dan berlangsung terus menerus, meliputi fase kesadaran, penghargaan,
adopsi, difusi dan implementasi De Jong & Den Hartog (2003).
Proses inovasi (http;//infomgt.bi.no/euram/material/p-luno.doc), terdiri atas:
1. mengeluarkan ide yaitu meliputi pembentukan rancangan teknis dan desain. 2. resolusi masalah yaitu meliputi mengambil keputusan dan memecah ide ke dalam
komponen yang lebih kecil, menentukan prioritas untuk tiap komponen atau elemen,
membagi alternatif masalah, dan menilai desain alternatif menggunakan kriteria yang
telah dipaparkan dalam tahap pertama fase yang menciptakan penemuan dalam
proses inovasi adalah adopsi dan implementasi.
Proses inovasi (http:/faculty.babson.edu/gordon/ manuscript/ECIS05.doc)
adalah sebagai berikut:
a. Inisiasi yaitu, kegiatan yang mencakup keputusan dalam organisasi untuk
mengadopsi inovasi
b. Pengembangan yaitu, kegiatan yang meliputi desain dan pengembangan produk
dan perencanaan proses inovasi dalam fase inovasi jadi fase ini meliputi
mengeluarkan ide dan pemecahan masalah
c. Implementasi yaitu, kegiatan ini meliputi penerapan desain inovasi yang telah
dibuat sebelumnya dalam fase pengembangan
Bharawaj & Menon pada tahun 2000 melakukan survey lebih dari 600 unit
bisnis mendapatkan hasil bahwa yang menentukan inovasi pada level organisasi
adalah: (a) mekanisme kreativitas individual, (b) mekanisme kreativitas organisasi,
dan (c) ke dua faktor secara bersama-sama (Hyland & Beckett, 2004).
Ulrich (dalam Hyland & Beckett, 2004) mengatakan bahwa ada 3 premis
yang berkaitan dengan inovasi yaitu persoalan inovasi, inovasi itu multifaceted, dan
inovasi sebuah budaya.
Hickman & Raia (dalam Hyland & Beckett, 2004) mengatakan bahwa inovasi
dapat terjadi dalam lingkungan yang berfikir divergen, imajinasi, ketidakaturan,
uncertainty, dan toleransi terhadap ambigiusitas. Bukan dalam sistem berfikir
konvergen yang mempertahankan aturan organisasi.
