Repurchase Intention

Niat pembelian kembali terjadi ketika konsumen telah melakukan
pembelian suatu produk atau layanan sebelumnya. Sampai hari ini ada
penelitian terbatas yang telah difokuskan pada niat pembelian kembali.
Salah satu faktor yang membuat dampak besar bagi bisnis seperti toko
online adalah niat pembelian kembali. Niat pembelian kembali pelanggan
tergantung pada nilai yang diperoleh dalam transaksi sebelumnya.
Repurchase intention merupakan tindakan konsumen pasca
pembelian. Terjadinya kepuasan dan ketidakpuasan pasca pembelian
konsumen terhadap suatu produk akan mempengaruhi perilaku selanjutnya.
Jika konsumen puas, maka akan menunjukan kemungkinan yang lebih
tinggi untuk membeli kembali produk tersebut (Kotler & Keller, 2012).
Menurut Pappas et al. (2014) niat beli kembali muncul apabila
pelanggan telah memiliki pengalaman khususnya secara online, pelanggan
akan lebih percaya apabila toko online memiliki performa yang baik.
Repurchase intention adalah perilaku pelanggan merespons positif
terhadap kualitas pelayanan suatu perusahaan dan berniat melakukan
kunjungan kembali atau mengkonsumsi kembali produk perusahaan
tersebut Sari et al (2013). Menurut Hellier et al dalam Christine R (2018 :
333), niat pembelian kembali yang disebutkan adalah proses di mana
seseorang berniat untuk membeli kembali barang atau jasa serupa
berdasarkan pengalaman pembelian sebelumnya. Lebih lanjut, niat
29
pembelian kembali terjadi ketika konsumen telah melakukan pembelian
suatu produk atau layanan sebelumnya.
Menurut Kimppa (2014) dalam Retno Setyorini and Rizky Prima
Nugraha (2016:3) mendefinisikan niat pembelian kembali sebagai niat
untuk membeli kembali merek suatu produk. Niat pembelian kembali
adalah keinginan dan tindakan konsumen untuk membeli kembali suatu
produk, karena ada kepuasan pada apa yang konsumen butuhkan dari suatu
produk (Nurhayati dan Murti 2012