Hasil penelitian yang dilakukan Maurice Kendall dalam Samsul (2006)
menyatakan bahwa pola harga saham tidak dapat diprediksi (unpredictable)
karena bergerak secara acak (random walk). Harga saham bergerak secara acak berarti bahwa fluktuasi harga saham tergantung pada informasi baru yang akan diterima, tetapi informasi tersebut tidak diketahui kapan akan diterima. Efisiensi pasar (market efficiency) secara umum didefinisikan sebagai hubungan antara harga-harga sekuritas dan informasi. Definisi efisiensi pasar secara terperinci dapat diklasifikasikan dalam berbagai pendapat yaitu bedasarkan nilai intrinsik sekuritas. Efisiensi diukur melalui seberapa jauh harga sekuritas menyimpang dari nilai intrinsiknya.
1. Berdasarkan akurasi harga. Pasar efisien bila harga sekuritas secara akurat
mencerminkan informasi yang ada (fully reflect) atau dengan
menggunakan informasi yang tersedia investor dapat mengekspektasi
harga sekuritas yang bersangkutan (information available).
2. Berdasarkan distribusi informasi. Definisi secara implisit mengatakan
bahwa jika setiap orang mengamati suatu informasi yang tersedia di pasar
maka setiap orang diasumsikan mendapat informasi yang sama. Pasar
efisien jika harga yang terjadi setelah informasi diterima oleh pelaku pasar
sama dengan harga yang akan terjadi jika setiap orang mendapatkan
seperangkat informasi tersebut.
3. Berdasarkan proses dinamik. Pasar efisien apabila penyebaran informasi
dilakukan secara cepat sehingga informasi menjadi simetris, yaitu semua
orang memiliki informasi tersebut.
Tingkatan efisiensi pasar secara informasi yang dikemukakan oleh Fama
dalam Jogiyanto (2015) ada tiga tingkatan yaitu :
1. The Weak Efficient Market Hypothesis
Efisiensi pasar dikatakan lemah (weak-form) karena dalam proses
pengambilan keputusan jual–beli saham investor menggunakan data harga
dan volume masa lalu. Berdasarkan harga dan volume masa lalu itu
berbagai model analisis teknis digunakan untuk menentukan harga, arah
harga akan naik atau akan turun. Arah harga akan naik diputuskan untuk
membeli, apabila arah harga akan turun diputuskan untuk menjual.
Analisis teknis mengasumsikan bahwa harga saham selalu berulang
kembali, yaitu setelah naik beberapa hari pasti akan turun dalam beberapa
hari berikutnya, kemudian naik lagi dan turun lagi, demikian seterusnya.
2. The Semistrong Efficient Market Hypothesis
Efisiensi pasar dikatakan setengah kuat (semistrong-form) karena dalam
proses pengambilan keputusan jual–beli saham investor menggunakan data
harga masa lalu, volume masa lalu, dan semua informasi yang
dipublikasikan seperti laporan keuangan, laporan tahunan, pengumuman
bursa, informasi keuangan internasional, peraturan perundangan
pemerintah, peristiwa politik, dan lain sebagainya yang dapat
mempengaruhi perekonomian nasional. Ini berarti investor menggunakan
gabungan antara analisis teknis dan analisis fundamental dalam proses
menghitung nilai saham, yang akan dijadikan sebagai pedoman dalam
tawaran harga beli dan tawaran harga jual.
3. The Strong Efficient Market Hypothesis
Efisiensi pasar dikatakan kuat (strong-form) karena investor menggunakan
data yang lebih lengkap, yaitu harga masa lalu, volume masa lalu,
informasi yang dipublikasikan, dan informasi privat yang tidak
dipublikasikan secara umum. Penghitungan harga estimasi dengan
menggunakan informasi yang lebih ini diharapkan akan menghasilkan
keputusan jual – beli saham yang lebih tepat dan return yang lebih tinggi.
Berikut ini adalah beberapa indikator efisiensi pasar bentuk kuat :
a. Keuntungan yang diperoleh sangat tipis akibat gejolak harga yang
rendah.
b. Harga pasar mendekati harga intrinsik perusahaan.
c. Informasi simetris bahwa investor memiliki kesempatan yang sama
untuk memperoleh informasi.
d. Kemampuan analisis investor relatif tidak berbeda.
e. Pasar bereaksi cepat terhadap informasi baru.
Menurut Fama dalam Jogiyanto (2015) tujuan membedakan kedalam tiga
macam bentuk pasar efisien ini adalah untuk mengklasifikasikan penelitian
empiris terhadap efisiensi pasar. Ketiga bentuk pasar efisien ini berhubungan satu dengan yang lainnya. Hubungan ketiga bentuk pasar efisien ini berupa tingkatan yang kumulatif, yaitu bentuk lemah merupakan bagian dari bentuk setengah kuat dan bentuk setengah kuat merupakan bagian dari bentuk kuat.
