Uji kecocokan model pengukuran dilakukan terhadap setiap konstruk atau model pengukuran secara terpisah melalui (1) Evaluasi terhadap validitas dari model pengukuran; dan (2) Evaluasi terhadap reliabilitas dari model pengukuran. Validitas berhubungan dengan apakah suatu variabel mengukur apa yang seharusnya diukur. Meskipun validitas tidak akan pernah dapat dibuktikan tetapi dukungan kearah pembuktian tersebut dapat dikembangkan. Menurut Rigdon & Ferguson (1991) dan Doll, Xia & Torkzadeh (1994) sebagaimana dikutip oleh Wijanto (2008: 65) suatu variabel dikatakan 47 mempunyai validitas yang baik terhadap konstruk atau variabel latennya jika memenuhi syarat i. Nilai t muatan faktornya (loading factors) lebih besar dari nilai kritis (atau atau untuk praktisnya ; dan ii. Muatan faktor standarnya (standardized loading factors) Menurut Igbaria et.al (1997) sebagaimana dikutip oleh Wijanto (2008: 65), tentang relative importance and significant of the factor loading of each item, menyatakan bahwa muatan faktor standar Reliabilitas adalah konsistensi suatu pengukuran. Apabila reliabilitas tinggi menunjukkan indikator-indikator mempunyai konsistensi tinggi dalam mengukur konstruk latennya. Secara umum teknik mengestimasi reliabilitas adalah test-retest, alternative forms, split-halves, dan Cronbach’s alpha. Dari berbagai pendekatan tersebut, ternyata koefisien Cronbach’s alpha yang menggunakan batasan asumsi paling sedikit
