Teori Sinyal


Suatu tindakan yang diambil oleh manajemen suatu perusahaan
memberikan petunjuk kepada investor tentang bagaimana manajemen menilai
prospek perusahaan tersebut (Houston 2011:186). Manajer perusahaan dapat
memberikan informasi dan struktur modal perusahaan untuk memberikan informasi
resiko perusahaan dan profittabilitas perusahaan. Pihak dalam perusahaan dapat
mengetahui yang terjadi di dalam perusahaan dan yang tidak diketahui oleh
pemegang saham. Jika profitabilitas mengandung arti kenaikan leverage maka
profittabilitas lebih tinggi daripada kebangkruttan.
Jika terjadi kebangkruttan maka adanya penekanan secara
kontaktual, investor menyakini adanya alasan manajer yang baik agar menyakini
kondisi perusahaan yang baik daripada harga saham yang sedang dipublikasi.
Investor beranggapan tindakan dapat lebih menyakinkan daripada hanya kata-kata.
Maka kenaikan leverage memiliki dampak sinyal yang positif. Pemberian sinyal
dapat bersifat asimetri informasi yang dapat diartikan sebagai ketidaksambungan
informasi antara pemegang saham dan pihak manajemen. Diasumsikan pihak
manajemen sedang melakukan penambahan pendanaan yang bisa mengeluarkan
saham biasa atau menerbitkan saham. Manajemen memiliki keinginan terhadap
sekuritas yang dinilai tinggi jika perusahaan bertindak di atas kepentingan saham
biasa. Bisa diartikan perusahaan akan melakukan penerbitan saham biasa jika
saham biasa dinilai tinggi dan saham dinilai terlalu rendah diterbitkan utang.
Investor memahami fenomena hingga mereka beranggapan penerbitan saham
sebagai kabar buruk dan penerbitan hutang sebagai kabar baik.