Indikator Pelatihan


Sugiarti et al. (2016) menggambarkan indikator pelatihan
sebagai berikut.

  1. Metode Pelatihan. Setelah evaluasi menyeluruh dari analisis
    kebutuhan program pelatihan, telah ditentukan bahwa pelatihan
    diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan etos kerja karyawan
    di tingkat bawah dan menengah organisasi.
  2. Tujuan pelatihan harus fokus pada peningkatan keterampilan
    kerja agar peserta dapat tampil sebaik mungkin dan lebih
    memahami etos kerja yang harus diterapkan agar dapat berfungsi
    dengan baik.
  3. Materi pelatihan, mencakup manajemen, psikologi kerja, tata
    naskah, komunikasi kerja, disiplin dan etika, kepemimpinan, serta
    pelaporan.
  4. Metode pelatihan, meliputi metode diskusi kelompok, bermain
    (demonstrasi), simulasi, konferensi, dan permainan seperti tes,
    proyek kelompok, dan kunjungan lapangan (studi banding).
  5. Informasi kualifikasi peserta. Guna memenuhi syarat sebagai
    peserta, seorang pekerja harus merupakan pegawai tetap atau staf
    yang telah diusulkan oleh pimpinan perusahaan.
  6. Keahlian instruktur. Instruktur bertugas menyampaikan hal-hal
    yang berhubungan dengan materi pelatihan. Dalam hal ini,
    instruktur harus memenuhi beberapa kualifikasi, di antaranya
    kompeten di bidangnya, memiliki daya untuk memotivasi peserta,
    serta senantiasi berpartisipasi secara aktif dengan peserta
    pelatihan.
  7. Sesi waktu. Pelatihan mencakup jenis materi pelatihan yang
    berbeda pada setiap sesi