Sugiarti et al. (2016) menggambarkan indikator pelatihan
sebagai berikut.
- Metode Pelatihan. Setelah evaluasi menyeluruh dari analisis
kebutuhan program pelatihan, telah ditentukan bahwa pelatihan
diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan etos kerja karyawan
di tingkat bawah dan menengah organisasi. - Tujuan pelatihan harus fokus pada peningkatan keterampilan
kerja agar peserta dapat tampil sebaik mungkin dan lebih
memahami etos kerja yang harus diterapkan agar dapat berfungsi
dengan baik. - Materi pelatihan, mencakup manajemen, psikologi kerja, tata
naskah, komunikasi kerja, disiplin dan etika, kepemimpinan, serta
pelaporan. - Metode pelatihan, meliputi metode diskusi kelompok, bermain
(demonstrasi), simulasi, konferensi, dan permainan seperti tes,
proyek kelompok, dan kunjungan lapangan (studi banding). - Informasi kualifikasi peserta. Guna memenuhi syarat sebagai
peserta, seorang pekerja harus merupakan pegawai tetap atau staf
yang telah diusulkan oleh pimpinan perusahaan. - Keahlian instruktur. Instruktur bertugas menyampaikan hal-hal
yang berhubungan dengan materi pelatihan. Dalam hal ini,
instruktur harus memenuhi beberapa kualifikasi, di antaranya
kompeten di bidangnya, memiliki daya untuk memotivasi peserta,
serta senantiasi berpartisipasi secara aktif dengan peserta
pelatihan. - Sesi waktu. Pelatihan mencakup jenis materi pelatihan yang
berbeda pada setiap sesi
