Definisi Disiplin Kerja


Lastriani (2014) berpendapat bahwa manajer dalam
mengadakan interaksi dengan karyawan salah satunya
menggunakan disiplin kerja sebagai medianya. Disiplin kerja
membantu manajer untuk mengetahui ada tidaknya perilaku yang
berubah dari karyawan. Di samping itu, disiplin kerja difungsikan
untuk membentuk kepatuhan karyawan akan nilai, norma, dan
standar organisasi dengan cara menanamkan pengetahuan dan
kemauan untuk selalui mengikuti aturan yang ada. Disiplin juga
dihubungkan dengan penghormatan atas standar dan norma sosial
yang berlaku di lingkungan kerja yang berasal dari keinginan dan
pemahaman seseorang (Safitri, 2013). Adapun Catio & Sunarsi
(2020) mengemukakan pendapatnya bahwa disiplin tidak terlepas
dari kepercayaan berupa tanggung jawab yang dibebankan pada
masing-masing baik individu ataupun beban tanggung jawab
kepada kelompok. Dengan demikian, rangsangan semangat dalam
bekerja, moral, serta ketercapaian hal-hal yang diinginkan akan
menjadi lebih baik. Seseorang akan rela menaati segala peraturan
dan melaksanakan instruksi dengan sendirinya ataupun terpaksa
karena sudah menjadi kewajiban yang harus dituntaskan.
Kedisiplinan dapat ditandai dengan displin dalam jam kerja,
pelaksanaan tugas tepat waktu, dan tingkat kepatuhan terhadap
aturan yang ada. Safitri (2013) menyoroti tanda-tanda disiplin
karyawan dalam bisnis, yaitu konsekuensi hukuman, tujuan dan
keterampilan, balas jasa, pengawasan, ketegasan, keadilan,
hubungan manusia, dan kepemimpinan yang luar biasa.