Dalam praktiknya tidak selamanya bahwa kinerja karyawan dalam
seperti yang diinginkan baik oleh karyawan itu sendiri ataupun organisasi.
Banyak kendala yang mempengaruhi kinerja baik kinerja organisasi maupun
individu. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja baik hasil maupun
perilaku kerja adalah sebagai berikut :
1) Kemampuan dan keahlian
Merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam melakukan
suatu pekerjaan. Selain memiliki kemampuan dan keahlian maka akan dapat
menyelesaikan pekerjaannya secara benar. Artinya karyawan yang memiliki
kemampuan dan keahlian yang lebih baik maka akan memberikan kinerja baik,
demikian pula sebaliknya.
2) Pengetahuan
Seseorang yang memiliki pengetahuan tentang pekerjaan secara baik
akan memberikan hasil pekerjaan yang baik. Artinya dengan mengetahui
tentang pekerjaan akan memudahkan seseorang untuk melakukan pekerjaanya,
demikian pula sebaliknya jika karyawan kurang memiliki pengetahuan tentang
pekerjaan, maka pasti akan mengurangi hasil atau kualitas pekerjaanya.
3) Rancangan kerja
Artinya jika suatu pekerjaan memiliki rancangan yang baik, maka akan
memudahkan untuk menjalankan pekerjaan tersebut secara tepat dan benar.
4) Kepribadian
Yaitu kepribadian seseorang atau karakter yang dimiliki seseorang
setiap orang memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda satu sam lain.
Seseorang yang memliki karakter baik maka akan melakukan pekerjaan dengan
sungguh-sungguh begitu juga sebaliknya. Artinya bahwa kepribadian atau
karakter akan mempengaruhi kinerja.
5) Motivasi kerja
Motivasi kerja merupakan dorongan bagi seseorang untuk melakukan
pekerjaan. Jika karyawan memiliki dorongan yang kuat dari dalam dirinya atau
dorongan dari luar dirinya (misalnya pihak perusahaan), maka karyawan akan
terangsang atau terdorong untuk melakukan sesuatu dengan baik. Pada
akhirnya dorongan atau rangsangan baik dari dalam maupun luar diri seseorang
akan menghasilkan kinerja yang baik, begitu juga sebaliknya.
6) Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan perilaku seorang pemimpin dalam
mengatur, mengelola dan memerintah bawahannya untuk mengerjakan sesuatu
tugas dan tanggung jawab yang diberikannya.
7) Budaya organisasi
Merupakan kebiasaan atau norma yang berlaku dan dimiliki oleh suatu
organisasi atau perusahaan.
8) Kepuasan
Merupakan perasaan seseorang atau gembira, atau perasaan sebelum dan
setelah melakukan suatu pekerjaan.
9) Komitmen
Merupakan kepatuhan karyawan untuk menjalankan kebijakan atau
peraturan perusahaan dalam bekerja.
10) Disiplin kerja
Disiplin kerja dalam hal ini dapat berupa waktu, misalnya masuk kerja
selalu tepat waktu. Kemudian disiplin dalam mengerjakan apa yang
diperintahkan kepadanya sesuai dengan perintah yang harus dikerjakan.
c. Evaluasi kinerja
Wirawan (2012:64), mendefinisikan evaluasi kinerja sebagai proses
penilai (pejabat yang melakukan penilaian) mengumpulkan informasi
mengenai kinerja ternilai yang dibandingkan dengan standar kinerja secara
periodik. Perlu mendapat penjelasan dalam definisi evaluasi kinerja diatas yaitu:
1) Penilai adalah karyawan yang mempunyai hak dan kewajiban untuk menilai
kinerja karyawan. Karyawan menilai umunya ditentukan oleh peraturan
perusahaan, deskripsi kerja, dan UU ketenagakerjaaan.
2) Mengumpulkan informasi merupakan proses mengenai kinerja ternilai.
Oleh karena itu proses pengumpulan kinerja harus dilakukan dengan
menggunakan kaidah ilmu pengetahuan.
3) Kinerja adalah keluaran kerja ternilai yang disyaratkan oleh organisasi
tempat kerja ternilai yang dapat terdiri dari hasil kerja, perilaku, dan sifat
pribadi yang berkaitan dengan pekerjaan.
4) Ternilai adalah karyawan yang dinilai oleh penilai.
5) Dokumentasi kinerja adalah apa saja yang ditulis para manager dalam
menilai bawahannya yang melukiskan, mengevaluasi dan mengomentari
bawahan dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya.
6) Dilakukan secara periodic merupakan waktu pelaksanan penilaian kinerja
bergantung pada jenis pekerjaan. Contohnya dilaksanakan secara rutin
dalam waktu pendek (target bulanan, enam bulanan, dan tahunan)
