Indikator kinerja


Indikator kinerja kadang-kadang dipergunakan secara bergantian
dengan ukuran kinerja, tetapi banyak pula yang membedakannya. Pengukuran
kinerja berkaitan dengan hasil yang didapat dikuantitatifkan dan mengusahakan
data setelah kejadian. Sementara indikator kinerja dipakai untuk aktivitas yang
hanya dapat ditetapkan secara kualitatif atas dasar perilaku yang dapat diamati.
Indikator kinerja juga menganjurkan sudut pandang prospektif daripada
retrosppektif.
Indikator untuk mengukur kinerja karyawan secara individu ada
indikator, menurut Robbins (2016:260) yaitu :
1) Kualitas. Kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap
kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas
terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan.
2) Kuantitas. Merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam
istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.
3) Ketepatan waktu. merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada
awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan
hasil output serta maksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas
lain.
4) Efektivitas. Merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi
(tenaga, uang, teknologi, bahan baku) dimaksimalkan dengan
maksud menaikkan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber
daya.
5) Kemandirian. Merupakan tingkat seorang karyawan yang nantinya
akan dapat menjalankan fungsi kerjanya komitmen kerja.
Merupakan suatu tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen
kerja dengan instansi dan tanggung jawab karyawan terhadap
kantor