Metode dan kriteria penilaian kinerja


Metode penilaian kinerja yang dipergunakan di berbagai organisasi
secara umum ada empat (4), yaitu sebagai berikut:
1) Metode penilaian kategori
Metode penilaian kinerja yang paling sederhana adalah metode
penilaian kategori, dimana metode ini lebih meminta seorang pemimpin
untuk memberi penilaian tingkat kinerja pegawai dalam suatu formulir
khusus yang dibagi dalam beberapa kategori kinerja. Penilaian kinerja
dengan metode ini mempergunakan skala penilaian secara grafik dan
selanjutnya diikuti checklist, tujuan checklist adalah agar penilaian menjadi
lebih akurat dan terukur. Sedangkan penilaian grafik memberikan
kemudahan dalam melihat yang mana dari grafik tersebut memiliki tingkat
pergerakan tertinggi, sedang dan terendah.
2) Metode perbandingan
Metode perbandingan menuntut para pemimpin untuk secara langsung
membandingkan kinerja pegawai mereka satu sama lain. Metode
perbandingan ini bertujuan untuk melihat perbandingan dari satu pegawai
dengan pegawai lainnya.
3) Metode naratif
Dalam metode ini para pemimpin bagian SDM diharuskan untuk
membuat dan memberikan berbagai bentuk informasi yang bersifat tertulis
tentang kondisi dan situasi dari berbagai kejadian dan tindakan yang
dilakukan oleh para pegawai.
4) Metode tujuan/perilaku
Pada metode penilaian perilaku ini melihat pada berbagai bentuk
perilaku yang terjadi dan terlihat disetiap diri individu (pegawai), seperti
bagaimana melayani masyarakat (konsumen), bagaimana reaksi emosional
individu dalam menghadapi berbagai permasalahan yang timbul,
bagaimana perilakunya jika berhadapan dengan pimpinan, bagaimana
perilakunya dengan sesama teman sekerja dan berbagai bentuk perilaku
yang lainnya.
Dalam suatu organisasi, masing-masing anggota (pegawai) mempunyai
kemampuan dan kompetensi yang berbeda di dalam menjalankan tugasnya,
namun demikian setiap pegawai tetap dituntut untuk memberikan kinerja
mereka yang terbaik. Menurut Hasibuan dalam Pratiwi (2006:10), kinerja
pegawai dapat dikatakan baik atau dapat dinilai dari beberapa hal, yaitu :
a) Kesetiaan
Kinerja dapat diukur dari kesetiaan pegawai terhadap tugas dan
tanggungjawabnya dalam organisasi. Menurut Syuhadhak (1994) dan
Pratiwi (2012) kesetiaan adalah tekad dan kesanggupan menaati
melaksakan dan mengamalkan suatu yang ditaati dengan penuh kesadaran
dan tanggung jawab.
b) Prestasi kerja
Pada umumnya prestasi kerja seorang pegawai dipengaruhi oleh
kecakapan, keterampilan, pengalaman dan kesanggupan pegawai dalam
melaksanakan tugas fungsinya.
c) Kedisiplinan
Tolak ukur sejauh mana pegawai dapat mematuhi peraturan-peraturan yang
ada dan melakukan intruksi yang diberikan kepadanya.
d) Kreativitas
Merupakan kemampuan pegawai dalam mengembangkan kreativitas
dan mengeluarkan potensi yang dimiliki dalam menyelesaikan
pekerjaannya sehingga bekerja lebih berdaya guna dan berhasil guna.
e) Kerjasama
Kerjasama diukur dari kemampuan pegawai untuk bekerjasama dengan
pegawai lain dalam menyelesaikan suatu tugas yang ditentukan sehingga
hasil pekerjaannya semakin baik.
f) Kecakapan
Kecakapan seorang pegawai dapat diukur dari tingkat pendidikan pegawai
yang disesuaikan dengan pekerjaan yang menjadi tugasnya.
g) Tanggungjawab
Tanggungjawab adalah kesanggupan seorang pegawai menyelesaikan
pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat
pada waktunya serta berani memikul resiko pekerjaan yang dilakukan.