Tujuan Penilaian Kinerja


Dalam melaksanakan kerja, karyawan mengkonsumsi input perusahaan
yang direalisasikan dalam bentuk biaya. Menurut (Darsono dan Siswandoko,
2011), Penilaian kinerja hakikatnya adalah untuk :

  1. Mengetahui kemampuan SDM mencapai sasaran kerja (efektivitas)
  2. Mengetahui kemampuan SDM menggunakan input untuk mencapai
    sasaran kerja (efisiensi)
  3. Untuk menentukan besarnya imbalan materiil dan non-materiil.
    Dalam penilaian kinerja, penyedia atau supervisor memegang peranan
    yang penting dimana mereka harus obyektif dalam melakukan penilaian. Suatu
    penilaian akan salah dan merugikan karyawan dan perusahaan karena beberapa
    sebab yaitu :
  4. Penilai bertindak subyektif
  5. Standar kinerja (ukuran) yang ditetapkan terlalu tinggi atau rendah.
  6. Gaya manajemen : Otoriter, penilaian kinerja sangat subyektif karena
    ukurannya dan kemampuan pemimpin. Demokratis, penilaian kinerja
    obyektif karena ukurannya adalah potensi SDM