Dalam suatu organisasi di mana sebagaian terbesar pekerjaanya
memperoleh kepuasan kerja, tidak tertutup kemungkinan sebagian kecil di
antaranya merasakan ketidakpuasan. Ketidakpuasana pekerja dapat ditunjukan
dalam sejumlah cara. (Robbins, 2003) menunjukan empat tanggapan yang
berbeda satu sama lain dalam dimensi konstruktif/destruktif dan aktif/pasif,
dengan penjelasan sebagai berikut (Wibowo, 2007).
- Exit
Ketidakpuasan ditunjukan melalui perilaku diarahkan pada
meninggalkan organisasi, termasuk mencari posisi baru atau
mengundurkan diri. - Voice
Ketidakpuasan ditunjukkan melalui usaha secara aktif dan konstruktif
untuk memperbaiki keadaan, termasuk menyarankan perbaikan,
mendiskusikan masalah dengan atasan, dan berbagai bentuk aktivitas
perserikatan. - Loyalty
Ketidakpuasan ditunjukan secara pasif, tetapi optimistik dengan
menunggu kondisi untuk memperbaiki, termasuk dengan berbicara
bagi organisasi dihadapan kritik eksternal dan mempercayai organisasi
dan manajemen melakukan hal yang benar. - Neglect
Ketidakpuasan ditunjukan melalui tindakan secara pasif membiarkan
kondisi semakin buruk, termasuk kemangkiran atau keterlambatan
secara kronis, mengurangi usaha, dan meningkatkan tingkat
kesalahan
