Spiritualitas di Tempat Kerja


Teori Milliman et al. (2003) tentang Workplace Spirituality menjelaskan
bahwa spiritualitas di tempat kerja bukan berarti keagamaan, melainkan
mencerminkan pengalaman individu dalam menemukan makna, tujuan, dan rasa
keterhubungan dalam pekerjaan mereka. Teori ini terdiri dari tiga dimensi utama.

  1. Meaningful Work (Pekerjaan yang Bermakna)
    Dimensi ini menggambarkan sejauh mana seseorang merasa bahwa pekerjaannya
    memiliki nilai dan tujuan yang melampaui aktivitas rutin sehari-hari. Individu yang
    mengalami pekerjaan yang bermakna akan merasa bahwa tugas yang dijalankannya
    memberikan kontribusi positif, sejalan dengan nilai-nilai pribadi, dan mendukung
    perkembangan diri secara utuh, termasuk secara spiritual.
  2. Sense of Community (Rasa Kebersamaan)
    Dimensi ini mencerminkan perasaan terhubung secara emosional dan sosial dengan
    rekan kerja. Karyawan merasa menjadi bagian dari komunitas yang saling
    mendukung, saling peduli, dan membangun hubungan kerja yang harmonis.
    Lingkungan kerja yang memiliki sense of community cenderung mendorong
    terciptanya suasana kekeluargaan dan kohesi tim yang kuat.
    3.Alignment with Organizational Values (Keselarasan dengan Nilai Organisasi)
    Dimensi ini mengacu pada kesesuaian antara nilai-nilai pribadi karyawan dengan
    nilai-nilai yang dianut oleh organisasi. Ketika nilai organisasi dipandang positif,
    etis, dan bermakna, karyawan akan merasa lebih terlibat secara emosional dan
    spiritual. Hal ini menciptakan rasa percaya dan loyalitas terhadap organisasi.
    Spiritualitas di tempat kerja tidak hanya berkaitan dengan agama atau
    memaksa orang untuk menerima sistem kepercayaan tertentu. Sebaliknya, WPS
    adalah tentang karyawan yang menganggap diri mereka sebagai makhluk spiritual
    yang jiwanya harus dipelihara di lingkungan kerja (Ertemsir et al., 2024). Ini
    memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja karyawan dan dengan
    demikian merupakan bantuan dalam mencapai keunggulan organisasi. Dengan
    demikian, kita dapat mendefinisikan spiritualitas tempat kerja sebagai rasa
    pemahaman tentang tempat kerja, merasakan rasa memiliki dan komunitas, dan
    menyelaraskan nilai-nilai pribadi seseorang dengan nilai-nilai organisasi. Ada tiga
    elemen spiritualitas yang umum untuk semua definisi dalam literatur yang ada:
    pencarian kebahagiaan, pencarian makna hidup, dan pengalaman kerja yang
    bermakna yang membuat seseorang merasa bahwa ia melakukan sesuatu untuk
    kebaikan bersama dan hubungan dengan transendensi (Hisam & Sanyal, 2021).
    Penelitian telah menemukan bahwa pengalaman spiritualitas karyawan
    mempengaruhi keterikatan organisasi dan rasa kewajiban mereka terhadap
    organisasi(Aboobaker et al., 2020)