Indikator sebagai mengukuran job insecurity menurut Anastasia (2022),
diantaranya sebaga berikut:
a. kontinuitas yang diinginkan.
b. Ancaman.
c. aspek pekerjaan yang beresiko (job feature at risk) dan tidak berdaya.
Indikator sebagai mengukuran job insecurity menurut Asfaw (2019),
diantaranya sebaga berikut:
a. depresi.
b. Kecemasan.
c. tekanan psikologis.
d. Stres.
Komponen Triyono (2020) menyatakan bahwa konstruk job insecurity yang
bersifat multidimensional terdiri dari lima komponen. Lima komponen tersebut
yaitu :
a. Persepsi terhadap pentingnya faktor-faktor pekerjaan bagi karyawan/arti
pekerjaan itu bagi individu.komponen ini berisikan seberapa penting nya aspek
kerja tersebut bagi individu mempengaruhi tingkat insecure, misalnya:
kesempatan untuk promosi dan kebebasan jadwal pekerjaan. semakin besar
persepsi terhadap ancamann faktor – faktor pekerjaan yang di terima oleh
individu semakin besar job in security.
b. Kemungkinan perubahan negatif terhadap faktor- faktor pekerjaan tersebut,
komponen ini berisikan tingkat ancaman yang dirasakan karyawan mengenai
aspek-aspek seperti kemungkinan untuk mendapat promosi, mempertahankan
tingkat upah yang sekarang, atau memperleh kenaikan upah. Individu yang
menilai aspek kerja tertentu yang terancam/mungkin hilang,akan lebih merasa
gelisah dan tidak berdaya.
c. Pentingnya job event yang negatif/kejadian negatif dalam pekerjaan. komponen
ini berisikan tingkat kepentingan-kepentingan yang di rasakan
individumengenai potensi setiap peristiwa negatif tersebut.misalnya, di pecat
atau diberhentikan dalam jagka pendek.
d. Kemungkinan munculnya/terjadinya job event yang negatif tersebut. komponen
ini berisikan tingkat ancaman kemungkinan terjadinya peristiwa- peristiwa yang
secara negatif mempengaruhi keseluruhan kerja individu, misalnya di pecat atau
dipindahkan kekantor cabang yang lain.
e. Kemampuan individu untuk mengendalikan perubahan apada faktor pekerjaan
dan job event yang negatif. komponen ini berisikan perasaan tidak berdaya
karena kehilangan kontrol dalam pekerjaan.
Indikator Ketidakamanan Kerja menurut Agusthina (2021), adalah
sebuah alat pengukuran dari konsep job insecurity diantaranya adalah :
a. Arti pekerjaan itu bagi individu.
b. Tingkat ancaman yang dirasakan karyawan mengenai aspek-aspek pekerjaan.
c. Tingkat ancaman yang mempengaruhi keseluruhan kerja individu.
d. Tingkat kepentingan yang dirasakan individu mengenai potensi setiap peristiwa
tersebut.
e. Ketidakberdayaan yang dirasakan individu.
Adapun indikator yang dapat mengukur Ketidakamanan Kerja menurut
Audina (2018), antara lain:
- Pentingnya fitur pekerjaan bagi individu. Hal ini meliputi arti penting fitur
pekerjaan yang kemungkinan besar dapat mempengaruhi tingkat insekuritas
seorang karyawan terhadap pekerjaan, seperti gaji, status, kesempatan untuk
promosi, akses sumber daya, peluang karir dan posisi dalam pekerjaan
melakukan pekerjaan. - Tingkat ancaman yang dirasakan karyawan mengenai aspek – aspek pekerjaan
Hal ini meliputi seberapa besar ancaman yang dirasakan oleh karyawan terkait
dengan aspek – aspek pekerjaan mereka, seperti kemungkinan mendapatkan
promosi, mempertahankan gaji yang sekarang, atau memperoleh kenaikangaji. - Tingkat ancaman yang kemungkinan terjadi dan mempengaruhi keseluruhan
kerja karyawan. Hal ini meliputi seberapa besar ancaman kerja yang mana dapat
mempengaruhi keseluruhan kinerja karyawan, seperti dipindahkan ke divisi
atau kantor cabang lain, atau bahkan dipecat. - Pentingnya keseluruhan pekerjaan bagi individu Hal ini meliputi potensi –
potensi apa yang kemungkinan akan terjadi jika ancaman – ancaman tersebut
terjadi, seperti kekhawatiran individu tidak mendapatkan promosi
