Dalam bukunya, Tjiptono (2017:316) berpendapat mengenai
dinamika lingkungan bisnis berdampak pada perubahan selera dan
preferensi pelanggan. Perubahan itu pada gilirannya menuntut inovasi
dan kreativitas setiap organisasi agar dapat menyempurnakan produk
yang sudah ada dan mengembangkan produk baru dalam rangka
mempertahankan kelangsungan hidup dan profitabilitas perusahaan.
Konsep produk “baru” bisa ditelah dari dua perspektif, yakni :
1) Baru bagi pasar (new to market) yang mengandung arti belum ada
perusahaan yang memproduksi atau memasarkan produk tersebut
sebelumnya.
2) Baru bagi perusahaan bersangkutan (new to the firm) artinya
perusahaan-perusahaan lain sudah memasarkan produk tersebut tetapi
perusahaan bersangkutan belum memasarkannya.
Dengan demikian istilah ‘baru’ disini mengandung pengertian
relatif (a matter of degree). Secara garis besar, aktivitas
pengembangan produk baru bisa menghasilkan 6 macam tipe produk
baru :
- Produk baru bagi dunia (new-to-the-world products) yaitu :
produk-produk yang menciptakan pasar yang sama sekali baru
dan membentuk siklus hidup produk baru. - Lini produk baru (new product line) yaitu produk-produk yang
baru bagi perusahaan, namun diluncurkan bagi pasar yang sudah
ada. - Perluasan lini (line extension) yaitu produk baru yang
memungkinkan perusahaan memperluas pasar yang dilayani
dengan menawarkan manfaat yang berbeda. - Penyempurnaan produk yang telah ada (improvements to existing
products) yaitu : produk-produk yang biasanya dirancang untuk
menggantikan penawaran produk yang sudah ada. - Repositioning yaitu : pengembangan teknis yang memungkinkan
suatu produk menawarkan aplikasi baru dan melayani kebutuhan
yang baru. - Pengurangan biaya (cost reductions) yaitu : versi dari produk yang
ada yang dapat memberikan kinerja setara pada tingkat harga yang
lebih murah. Meskipun tidak tergolong benar-benar ‘baru’
berdasarkan perspektif pemasaran, tipe ini bisa berdampak pada
proses produksi dan daya saing perusahaan
